Tampilkan postingan dengan label Pustaka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pustaka. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Oktober 2014

Asshidiqiyah Lawan At-Taufiq di Final LSN DKI Jakarta

Jakarta, Pondok Darussalam Jatibarang. Liga Santri Nusantara DKI Jakarta telah memasuki babak final. Dua tim terbaik bertarung memperebutkan titel juara regional dan berhak untuk tiket ke babak 32 Besar Liga Santri Nusantara.

Adalah Pondok Pesantren (Ponpes) Asshidiqiyah vs Ponpes At-Taufiq yang masing-masing pesantren berasal dari Jakarta Barat. Ponpes Assidiqiyah berhasil menang setalah mengkadaskan Ponpes At-Tsaqofah dengan skor 2-1.

Asshidiqiyah Lawan At-Taufiq di Final LSN DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Asshidiqiyah Lawan At-Taufiq di Final LSN DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)


Asshidiqiyah Lawan At-Taufiq di Final LSN DKI Jakarta

Sedangkan Ponpes At-Taufiq menang adu penalti dengan skor 3-1 saat melawan finalis LSN DKI Jakarta 2015 Hayatul Islam setelah dua babak seri 2-2.

Menurut Koordinator Regional LSN DKI Jakarta Sumarsono, pertandingan final akan digelar hari ini, Sabtu 27 Agustus 2016 di Stadion Soemantri Brodjonegoro Jakarta pukul 14.30 WIB.

Pondok Darussalam Jatibarang

Pondok Darussalam Jatibarang

"Sebelum pertandingan final akan ada laga eksebisi antara Panpel LSN Pusat dengan Dinas Olahraga Provinsi DKI Jakarta," tambahnya.

Marsono melanjutkan, Final LSN DKI Jakarta akan memperebutkan Piala PWNU DKI Jakarta. "Pertandingan final besok akan dihadiri Ketua PP RMINU yang sekaligus Ketua LSN 2016 KH Abdul Ghaffar Rozin, Sekda DKI Jakarta yang juga jadi Ketua PWNU DKI Jakarta H Saefullah, Sekretaris PWNU DKI Jakarta KH Muallif ZA, Kadisorda DKI Jakarta Drs Firmasnyah," tegasnya. (Red: Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70756/asshidiqiyah-lawan-at-taufiq-di-final-lsn-dki-jakarta

Pondok Darussalam Jatibarang

Kamis, 31 Juli 2014

Istigotsah Kubro Pagar Nusa di Makam Habib Kuncung, Malam ini

Jakarta, Pondok Darussalam Jatibarang. Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa menggelar acara istighotsah kubro di masjid Masjid at-Taubah atau lokasi makam salah satu makam habaib Jakarta yang dikenal dengan Habib Kuncung, Selasa (25/6) malam ini.

Istighosah akan dimulai pukul 18.30 WIB. Sementara lokasi makam Habib Kuncung terletak di Jalan Rajawati Pancoran, Jakarta Selatan.

Istigotsah Kubro Pagar Nusa di Makam Habib Kuncung, Malam ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Istigotsah Kubro Pagar Nusa di Makam Habib Kuncung, Malam ini (Sumber Gambar : Nu Online)


Istigotsah Kubro Pagar Nusa di Makam Habib Kuncung, Malam ini

Selasa Kliwon menjadi malam istimewa bagi pagar Nusa dan pada setiap pasangan hari itu, atau setiap bulan, PP Pagar Nusa rutin menggelar istighosah di masjid An-Nahdlyiah, lantai dasar kantor PBNU, Jakarta Pusat.

Namun istighosah kali ini lain dari biasanya. Istighostah kubro diadakan di luar PBNU. Istighotsah yang mengambil tema Pagar Nusa Bersholawat untuk Bangsa yakan dihadiri lebih banyak warga nahdliyin dan pendekar Pagar Nusa. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan anggota Dewan Pembina Pagar Nusa H Rhoma Irama akan menghadiri istighotsah kubro kali ini.

Pondok Darussalam Jatibarang

Penulis: A. Khoirul Anam

Pondok Darussalam Jatibarang

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/45383/istigotsah-kubro-pagar-nusa-di-makam-habib-kuncung-malam-ini

Pondok Darussalam Jatibarang

Rabu, 26 Maret 2014

Dakwah Entrepreneurship Pak JK

Dalam agama Islam dakwah merupakan unsur dalam proses pengembangan Islam yang memajukan taraf kehidupan dan bergama agar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dakwah entrepreneurship secara sederhana mungkin dapat dipahami sebagai sebuah proses mengembangan dan memajukan Islam dengan cara-cara kongkret dan profesional melalui spirit kewirausahaan.

Buku yang berjudul Dakwah Entrepreneurship Ala JK ini disajikan dengan menarik. Didalam buku ini, dijelaskan cara-cara berdakwah dan berbisnis sebagaimana yang telah dilakukan oleh Wakil Presiden Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla. Hery Sucipto menyampaikan kepada pembaca pada buku tersebut untuk memahami makna dari dakwah sendiri sekaligus cara-cara dakwah yang unik yaitu dengan berdakwah sambil berbisnis.

Dakwah Entrepreneurship Pak JK (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Entrepreneurship Pak JK (Sumber Gambar : Nu Online)


Dakwah Entrepreneurship Pak JK

Dakwah dipahami sebagai proses pengembangan Islam dan memajukan taraf kehidupan dan beragama menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dakwah entrepreneurship secara sederhana mungkin dapat dipahami sebagai sebuah proses mengembangkan dan memajukan Islam dengan cara-cara konkret dan profesional melalui spirit wirausaha. Maka pengembangan dakwah entrepreneurship dapat menjadi alternatif lain agar sasaran dan target dakwah lebih dapat mengena. Namun demikian, bukan berarti sistem manajemen profesional harus dipahami sebagai bentuk komersial atau dengan bahasa lain menjual agama untuk kepentingan materi. Agama, demikian juga dengan JK menjadi sumber dan inspirasi produktivitas dan perdamaian. (hlm 12)

Karena itu, bukanlah dari ajaran agama ajakan dakwah melalui kekerasan bahkan radikalisme. Seperti yang kita ketahui Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar, namun disamping itu, disisi lain yang juga membuat posisi Indonesia terpojok terkait dengan dinamika Islam. Kasus maraknya aksi teror dan gerakan radikalisme beberapa tahun lalu memaksa citra Islam Indonesia ikut tercoreng.

Pondok Darussalam Jatibarang

Karena itu, salah satu tantangan membuat dakwah Islam bisa maju dan membawa umatnya sejahtera tak ada jalan lain kecuali meningkatkan taraf hidup mereka. Islam Indonesia sering kali dijadikan rujukan sebagai model kebangkitan peradaban Islam masa depan. Bagaimana tidak, seperti yang kita ketahui bahwa di Indonesia terdapat 6 negara yang telah diatur dan ditetapkan oleh Undang-Undang, tetapi yang sangat luar biasa adalah, walaupun di Indonesia memiliki banyak agama, namun tidak pernah terjadi pertentangan antar umat bergama.

Pondok Darussalam Jatibarang

Itulah mengapa Islam Indonesia menjadi rujukan model kebangkitan Islam dunia, karena meskipun di Indonesia terdapat banyak agama, namun masyarakat tetap mempunyai jiwa toleransi yang tinggi dan rasa saling menghormati antar umat beragama.

Tetapi, kesenjangan yang terlihat adalah pada masyarakat Islamnya sendiri yang masih berada dibawah rata rata. Ibarat kata, di Turki ada 100 orang kaya 95 diantaranya adalah orang Islam, sedangkan di Indonesia terdapat 100 orang kaya 95 diantaranya adalah non Muslim.

Dengan demikian, bagaimana caranya sebagai kader-kader dakwah masa mendatang, memikirkan bagaimana caranya supaya umat Islam di Indonesia bisa mencapai kemakmuran, baik dari segi agama, ekonomi, sosial, pendidikan dan sebagainya. (hlm 19)

Saat ini, kebanyakan para pendakwah melakukan dakwah dengan cara bil lisan. Yaitu dengan khodbah, berceramah, dan sebagainya. Padahal yang dibutuhkan masyarakat adalah bagaimana seorang kader dakwah memberikan contoh secara nyata dengan perbuatan, tindakan dan perilaku, tidak hanya dengan berceramah.

Lebih dari itu, dakwah kontekstual lebih ditekankan dan dibutuhkan diera sekarang dalam bentuk-bentuk kerja nyata, berkarya yang memberikan dampak pada kesejahteraan masyarakat. Islam tidak lepas dalam perekonomian, masuknya Islam di Indonesia diawali dengan adanya perdagangan dari Gujarat.

Maka dari itu, Islam yang sudah jelas bertujuan mensejahterakan masyarakat ini harus didukung dengan adanya entrepreneur. Jadi, Islam dan entrepreneur dimasa ini adalah saling berdampingan. Poin inti dari jihat dan dakwah diera modern ini adalah bagaimana berbagai pihak berupaya serius dan bersungguh-sungguh melakukan perubahan untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa dalam berbagai bidang kehidupan.

Seperti tauladan yang telah dicontohkan JK, yaitu berdakwah dengan tindakan yang nyata, bukan dengan wacana. Seluruh aspek kehidupan adalah ladang dakwah. Ceramah penting, namun kerja nyata juga tak kalah penting. Bagi para pendakwah diera sekarang ini, dituntut untuk berpikir bagaimana caranya agar Islam dan juga masyarakatnya bisa mencapai kesejahteraan secara bersamaan.

Satu masalah yang harus diperhatikan adalah, masalah yang kita hadapi terkait kondisi ekonomi perekonomian umat antara lain, lemahnya penghargaan dan minat dalam bidang bisnis atau entrepreneur. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah bagaimana kita mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai entrepreneurship, kerja keras dan pentingnya soal pemanfaatan waktu. Bagaimana seorang dakwah dan entrepreneurship bisa membagi waktu antara agama dan juga bisnis.

Inti dari pada dakwah entrepreneurship dalam buku ini adalah, bagaimana membangun masyarakat agar menjadi lebih maju dalam berbagai aspek kehidupan. Mensejahterakan masyarakat menjadi umat yang makmur tanpa adanya kata umat islam yang miskin atau lemah dalam sektor ekonomi. Dan juga menjadikan masyarakat yang berintelektual dalam beragama.

Data Buku

Judul Buku : Dakwah Entrepreneurship Ala JK: Solusi Masjid, Kemakmuran Umat dan Radikalisme

Penulis : Hery Sucipto

Penerbit : Grafindo Books Media, Jakarta

Cetakan : I, Juni 2016

Tebal : 204 Halaman

Peresensi : Puri Rahayu, Mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STAI Sunan Pandanaran Yogyakarta.

Dari (Pustaka) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73555/dakwah-entrepreneurship-pak-jk

Pondok Darussalam Jatibarang

Rabu, 06 Februari 2013

Ternyata Nyamuk Memiliki 100 Mata dan 3 Jantung

Pondok Darussalam Jatibarang - Seekor nyamuk diletakkan di bawah mikroskop, diperbesar 400 kali! Apa yang nampak? Ternyata, di kepalanya terdapat 100 mata. Padahal berat nyamuk itu hanya ada 0,001 gram. Subhanallah.

Di mulut nyamuk ada 48 gigi. Di dadanya pula terdapat tiga buah jantung yang pada tiap-tiap jantung ada dua atrium, dua bilik jantung serta dua katup jantung untuk bernafas. Sekecil apa ukuran jantung makhluk Allah Swt bernama nyamuk ini?

Ternyata Nyamuk Memiliki 100 Mata dan 3 Jantung - Pondok Darussalam Jatibarang
Ternyata Nyamuk Memiliki 100 Mata dan 3 Jantung - Pondok Darussalam Jatibarang


Ternyata Nyamuk Memiliki 100 Mata dan 3 Jantung

Selain itu, untuk mempertahankan diri, nyamuk dilengkapi oleh Allah Swt dengan alat pendeteksi panas. Nyamuk bisa mendeteksi lingkungan dan segala sesuatunya dengan pendeteksi panas tersebut.

Nyamuk juga memiliki alat pencair darah karena darah manusia itu terlalu kasar baginya. Darah dicairkan agar bisa mengalir ke belalai nyamuk. Nyamuk mengambil contoh darah manusia terlebih dahulu dengan mulai menggigit kita, manusia.

Indahnya lagi, nyamuk ternyata memiliki alat pembius sehingga orang yang diambil darahnya tidak selalu merasa sakit saat proses pengambilan darah. Beberapa detik kemudian, barulah efek bius itu hilang. Dan, kita seperti tercubit.

Pondok Darussalam Jatibarang

Jumlah belalai nyamuk ada 6 buah, semua berbetuk pisau. Empat buah pisau belalai nyamuk digunakan untuk membuat luka berbentuk segi empat ketika menggigit. Sedangkan dua pisau lainnya membentuk lubang sesuai besaran tabung penghisap darah.

Agar mengena korbannyya, di kaki nyamuk terdapat cakar. Di sana terdapat alat seperti bekam sehingga dapat menempel di tempat yang licin. Ajib.

Pondok Darussalam Jatibarang

MasyaAllah, semoga nyamuk yang kecil ini bisa menambah keimanan kita kepada penciptanya Allah Subhanahu wa ta'ala, walau kadang membuat kita sakit karena tidak mau bersih-bersih rutin.

Dalam Al-Qur'an, Allah Swt berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Maha Pencipta. Tetapi mereka yang kafir berkata, "apa maksud Allah dengan perumpamaan ini? Dengan perumpamaan itu, banyak orang yang dibiarkan-nya sesat dan dengan itu banyak pula orang yang diberi-nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang dia sesatkan dengan perumpamaan itu selain orang-orang fasik". (QS. al-Baqarah: 26)

MasyaAllah. Nyamuk adalah bukti bahwa Allah tidak pernah mendzolimi mahluknya. Di balik senjata nyamuk untuk menghisap darah, Allah memberi obat bius untuk menjaga supaya manusia tidak merasa sakit karena Allah Maha Tahu bahwa manusia sulit sekali menghindar dari gigitan nyamuk. Berbeda dengan hewan lainnya, di mana manusia masih bisa menghindar dari gigitan, misalnya kalajengking, ular dan lainnya. Wallahu a'lam. [Pondok Darussalam Jatibarang/ syaiful rosyid]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/menyibak-kebesaran-allah-lewat-nyamuk-yang-memiliki-100-mata-dan-bius.html

Rabu, 15 Agustus 2012

Gaduh Pilkada DKI, Gus Ipul: Ansor, Tidak Perlu Melakukan Demonstrasi

Pondok Darussalam Jatibarang - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berharap semua pihak tetap tenang dan menjaga kondusifitas. Kegaduhan di tengah masyarakat akibat dinamika yang belakangan muncul dalam pilkada di DKI Jakarta diharapkan bisa segera diakhiri.

Gus Ipul, yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur ini mengatakan, dinamika yang terjadi belakangan ini sudah terlalu banyak menguras energi keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU).

"Sekarang sudah sampai pada titik dimana semua argumen sudah dikeluarkan, perdebatan sudah juga diikuti bersama. Pernyataan-pernyataan juga sudah disampaikan. Saatnya memberikan kesempatan semua pihak untuk berpikir jernih," kata Gus Ipul ketika ditemui di ruang kerja Wakil Gubernur Jawa Timur, Senin (06/02/2017).

Gaduh Pilkada DKI, Gus Ipul: Ansor, Tidak Perlu Melakukan Demonstrasi - Pondok Darussalam Jatibarang
Gaduh Pilkada DKI, Gus Ipul: Ansor, Tidak Perlu Melakukan Demonstrasi - Pondok Darussalam Jatibarang


Gaduh Pilkada DKI, Gus Ipul: Ansor, Tidak Perlu Melakukan Demonstrasi

NU diharapkan juga tidak sampai terseret pada pusaran politik yang tidak semestinya. Urusan politik harusnya diserahkan saja kepada partai pendukung untuk menyelesaikan proses pilkada dengan baik.

"Kita semua keluarga besar NU memberikan dukungan untuk menciptakan suasana yang kondusif. Rois Aam telah memaafkan dan meminta semua elemen NU untuk tenang," kata Gus Ipul. Ketika Rois Aam telah memaafkan, kata Gus Ipul, kita warga NU tinggal mengikuti.

Pondok Darussalam Jatibarang

"Khusus sahabat-sahabat saya Gerakan Pemuda Ansor, tidak perlu melakukan demonstrasi atau hal-hal lain yang bisa ditafsirkan Ansor terseret dalam arus dan menjauh dari kekuatan pemersatu bangsa atau ummatan wasathan. Dalam situasi seperti ini GP Ansor Jakarta juga tidak perlu menginisiasai atau melakukan unjuk rasa," ujar Gus Ipul yang juga pernah menjabat Ketua GP Ansor dua periode ini. [Pondok Darussalam Jatibarang/ab]

Pondok Darussalam Jatibarang

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/gaduh-pilkada-dki-gus-ipul-ansor-tidak-perlu-melakukan-demonstrasi.html

Kamis, 19 Januari 2012

UNU Pekalongan Jaring Dosen Berkualitas yang Berpaham Aswaja

Dr. H. Muhlisin, MAg Ketua Tim Seleksi Dosen UNU Pekalongan (kiri) dan Drs.KH. Muslikh Hudlori, MSI Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan (kanan) saat membuka acara seleksi di kantor PCNU Pekalongan, Ahad (29/01/2017). Pondok Darussalam Jatibarang - Drs. KH. Muslikh Hudlori, MSI, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, menjelaskan bahwa dalam rangka pendirian Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pekalongan, dibutuhkan dosen berkualitas dan sefaham dengan nilai-nilai Aswaja dan visi-misi organisasi NU. Hal itu ia jelaskan dalam pembukaan seleksi tahap III calon dosen UNU Pekalongan di kantor PCNU Kabupaten Pekalongan, Minggu (29/1/2017).

“Proses ini dilakukan, agar kami bisa menggali himmah dari Bapak Ibu semua. Kami tidak hanya memahami Bapak dan Ibu hanya mencari sebuah pekerjaan (lowongan kerja dosen), tetapi saya akan melihat sejauh mana keinganan Bapak Ibu menjalankan himmah di NU sebagai organisasi yang besar ini. Apalagi di Indonesia sekarang serba kompetitif, makanya kami membutuhkan teman kerja, baik dari Rektorat sampai karyawan, harus satu gelombang, satu visi, satu misi. Gelombang boleh sama, tapi visi dan misi kadang berbeda. Visi misi sama, tapi kadang gelombangnya beda. Oleh karena itu, kami harap semua calon dosen UNU Pekalongan bisa sepaham dengan nilai-nilai Aswaja yang selama ini menjadi pedoman NU,” kata Kiai Muslikh di hadapan puluhan peserta seleksi.

Universitas Nahdlatul Ulama

Sebanyak 58 calon dosen (cados) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pekalongan itu mengikuti seleksi tahap III dengan materi tes Micro Teaching di gedung PCNU Kabupaten Pekalongan, Ahad (29/1/2017). Para cados tersebut datang dari berbagai daerah yang sudah lolos seleksi tahap I dan tahap II.

UNU Pekalongan Jaring Dosen Berkualitas yang Berpaham Aswaja - Pondok Darussalam Jatibarang
UNU Pekalongan Jaring Dosen Berkualitas yang Berpaham Aswaja - Pondok Darussalam Jatibarang


UNU Pekalongan Jaring Dosen Berkualitas yang Berpaham Aswaja

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas keseriusan peserta lowongan kerja sebagai dosen UNU Pekalongan yang sudah melaksanakan tes tahap demi tahap yang sampai hari ini sudah memasuki tahap terakhir yaitu micro teaching.

“Apa yang menjadi harapan kami tidak akan terlaksana tanpa adanya Mas, Mbak atau Bapak dan Ibu yang mengikuti seleksi ini. Yang kedua, saya ucapkan selamat karena Anda lolos tahap pertama dan kedua lolos. Karena, tidak semua peserta bisa lolos tahap pertama dan tahap kedua bisa dilampaui. Sebab, data kemarin, pemalar yang masuk ada 360, kemudian menjadi 250 dan kini menjadi 58,” beber Drs.KH. Muslikh Hudlori, MSI saat memberi pengarahan dalam pembukaan tes micro teaching tersebut.

Pondok Darussalam Jatibarang

Kita juga membuka lagi, kata dia, untuk prodi teknik sampai seminggu dan berakhir sampai 31 Januari 2017 besuk. “Kami sampaikan, mudah-mudahan ini menjadi amal ibadah kami dan saudara semua dalam rangka menjunjung tinggi nilai-nilai akademik, nilai-nilai keagaman yang akan kita tuangkan nantinya,” lanjut dia.

Selanjutnya, kata dia, kenapa sih tes ini kita lakukan tahap demi tahap, padahal UNU Pekalongan belum lahir. “UNU-nya belum lahir dan masih dalam kandungan dan masih kita periksakan di Jakarta. Saya ini bolak-balik ke Jakarta mengurus pendirian UNU, tadi malam saya juga baru datang dari Jakarta. Tapi saya juga sudah diundang di Jakarta untuk seminar perguruan tinggi se Indonesia, padahal UNU belum lahir. Kami juga sebulan yang lalu, diminta mengirimkan lima dosen, padahal dosennya belum ada,” beber Kiai Muslikh.

Universitas Nahdlatul Ulama Pekalongan

Mudah-mudahan ini, kata dia, menjadi sinyal bahwa UNU Pekalongan akan semakin baik. “Di Jam’iyah Nahdlatul Ulama Pekalongan ini, perlu kami sampaikan bahwa kami sebelumnya juga sudah mengelola UT, kami juga dapat hibah dari Politeknik Batik Pekalongan, ini sudah berjalan. Tapi saya menginginkan UNU, makanya kami membutuhkan SDM dengan menjaringan dosen sebanyak-banyaknya, yang diseleksi tahap demi tahap agar memiliki nilai akademik yang bagus, profesionalitas dan kompetensi yang memadahi,” tandas dia.

Pondok Darussalam Jatibarang

Sebab, kata dia, sekeras apapun usaha kami ini, kalau tidak ada bantuan dari Bapak dan Ibu selaku dosen, tentunya kami akan hampa. “Jadi mohon dimaklumi, kami memang agak berbelit-belit. Sudah berbelit-belit, tidak dikasih makan pula. Jadi mohon maaf, kalau soal makan, bilangnya sama Pak Muhlisin saja,” beber dia.

Pihaknya selaku Ketua PCNU Pekalongan juga menambahkan, bahwa UNU Pekalongan saat ini masih dalam proses perizinan di Kemenristek Dikti. Oleh karena itu, sampai saat ini masih menyiapkan tenaga pendidik yang disiapkan untuk visitasi sebagai salah satu syarat izin operasional dari Kemenristek Dikti.

Ia juga mengatakan, salah satu syarat pendirian UNU adalah menjaring dosen. “UNU Pekalongan saat ini masih dalam proses. Mudah-mudahan tidak panjang. Rasionalitasnya, Bapak dan Ibu nanti setelah lolos juga masih menunggu dapat izin dari Dikti. Kalau UNU hadir dulu, itu tidak mungkin. Cari dosen, baru bisa hadir karena menjadi syarat pendirian,” imbuh dia.

Jadi nanti, katanya, kalau Bapak dan Ibu kami undang visitasi juga harus siap dan hadir di sini. “Betul apa tidak ini ada orangnya, kami tidak menginginkan universitas yang ‘abal-abal’. Maksudnya ‘abal-abal’ itu bagaimana, ijazahnya beli. Di Jakarta itu banyak, jadi ketika pencarian dosen seolah-olah siap. Tapi begitu visitasi, orangnya tidak ada, kita ini tidak mau yang demikian. Nanti kalau ada undangan visitasi, Bapak dan Ibu harus siap. Jadi, Bapak dan Ibu positif thinking saja dengan kami karena kami juga serius. Karena tugas kami kan menyampaikan kabar baik dan kurang baik yaitu Basirau wanadira, makanya ini saya sampaikan di awal,” jelasnya.

Jadi, kata dia, tahapannya memang seperti itu. “Saya yakin, insyaallah lah, izinnya keluar tidak akan lama. Walaupun ada yang mengatakan, proses perizinan perguruan tinggi itu ada yang satu tahun, dua tahun, bahkan ada yang hilang tidak jelas. Ini juga bocoran dari Kemenristek Dikti, karena banyak teman-teman PBNU yang kerja di sana. Mudah-mudahan UNU Pekalongan izinnya segera keluar dan lancar, amin,” papar dia sekaligus membuka tes micro teaching tersebut.

Sementara itu, panitia juga mengumumkan, bahwa pengumuman seleksi tahap terakhir tersebut akan diumumkan pada 28 Februari 2017 mendatang. Sampai 31 Januari 2017, UNU Pekalongan juga membuka kembali lowongan dosen untuk Prodi Teknik Mesin Otomotif, Teknik Informatika, Teknik Produk dan Perawatan, Teknik Otomasi Industri dan Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah.

Sementara it, dalam pengarahannya, Ketua Tim Seleksi Penerimaan Dosen UNU Pekalongan, Dr H Muhlisin, MAg, mengatakan bahwa peserta yang lolos dalam seleksi micro teaching adalah mereka yang lolos tahap administrasi dan tes tertulis. “Hari ini adalah tes micro teaching, di mana Anda semua nanti diminta untuk mengeksplorasi, seluruh kompetensi yang dimiliki, melalui uraian tertulis maupun paparan secara transformatif di kelas. Uraian tertulis, kemarin Anda sudah diberi tahu untuk membuat Silabus dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP),” beber dia di gedung PCNU Pekalongan Jalan Karangdowo Nomor 9 Kedungwuni, Pekalongan tersebut.

Silabus adalah, kata dia, gambaran umum, potret tentang rentetan kompetensi yang akan disampaikan dalam sebuah mata kuliah dan itu berlangsung untuk satu semester. “Sedangkan SAP adalah salah satu pokok kajian, atau kompetensi dasar yang akan disampaikan dalam sebuah pertemuan perkuliahan,” ujar Muhlisin yang juga Direktur Program Pascasarjana IAIN Pekalongan tersebut.

Oleh karena itu, kata dia, Anda nanti bertugas untuk mengeksplorasikan tentang satu standar atau kompetensi atau satu SAP yang itu menjadi salah satu dari kumpulan SAP dari seluruh Silabus. “Jadi kalau dalam Silabus itu ada sepuluh pokok bahasan, maka itu ada 10 pertemuan. Dan Anda cukup mengeksplorasi satu pokok bahasan,” lanjut dia di hadapan puluhan cados tersebut.

Ia juga menandaskan, bahwa penilaian SAP dan Silabus yang dirancang calon dosen UNU Pekalongan diberi nilai 40 persen. “Sementara pembelajaran dan praktik micro teaching diberi nilai 60 persen. Itu sudah menjadi kelaziman dalam seleksi di perguruan tinggi yang bereputasi. Jadi kita ini menggunakan tradisi-tradisi dari perguruan tinggi yang bereputasi. Sehingga, Anda betul-betul harus menyiapkan diri,” beber dia.

Dalam teknis micro teaching, Muhlisin membeberkan tiap prodi disendirikan. Artinya, tiap calon dosen di tiap prodi melakukan praktik di tiap-tiap prodi yang diuji oleh dua tim penguji dan mahasiswa dari Universitas Terbuka (UT). Pihaknya juga menjelaskan, tim penguji diambil dari Undip, IAIN Pekalongan dan dari Purwokerto dan sejumlah perguruan tinggi lain yang sesuai dengan latar belakang keilmuwan. [Pondok Darussalam Jatibarang/ibda]. 

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/unu-pekalongan-jaring-dosen-berkualitas-yang-berpaham-aswaja.html

Minggu, 10 April 2011

NU supports customer asking transparency from Alfamart

Jakarta, Pondok Darussalam Jatibarang. The Central board of Nahdlatul Ulama (NU) in a letter signed by General Chairman of NU KH Said Aqil Siroj and Secretary General of NU H. A. Helmy Faisal Zaini has supported Mustolih Siradj asking Alfamart stores to report the donations of consumers for donating their money returns.

According to Kiai Said there must be transparency and accountability of those responsible for the donations given by the public (consumers) who have donated money returns to one of the leading retailers in Indonesia.

NU supports customer asking transparency from Alfamart (Sumber Gambar : Nu Online)
NU supports customer asking transparency from Alfamart (Sumber Gambar : Nu Online)


NU supports customer asking transparency from Alfamart

"Nahdlatul Ulama (NU) fully supports the efforts and endeavors of Mustolih Siradj, a student who is also the consumer and the donor of Alfamart, to urge transparency in donations made by Alfamart (Alfaria Trijaya Resources Tbk)," he said here on Thursday (16/2).

Transparency and accountability, said Kiai Said, were very important to make those in charge of donations responsible, trustworthy, accountable, effective, and not to harm communities.

Pondok Darussalam Jatibarang

According to Mustolih, during his 30-minute meeting with Kiai Said, his efforts will also be supported by the NU Legal Aid and the Ansor Youth Movement.

Pondok Darussalam Jatibarang

In November 2015 Mustolih wrote to the Director of PT Sumber Alfarian Trijaya Tbk (Alfamart), asking transparency related to the donations of consumers.

Therefore, Mustolih brought the matter to the Central Information Commission (KIP). In October 2016, the trial process began. On December 16, 2016, KIP decided that Alfamart must provide the data requested by Mustolih. On February 9, 2017 Mustolih got a call from the Tangerang District Court. He and the KIP were sued by Alfamart.

In terms of the transparency of public donations entering into a legal process, according to Said Kiai, the process must be followed. "But the transparency movement should be supported," he said. (Abdullah Alawi/Masdar)

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75484/nu-supports-customer-asking-transparency-from-alfamart-

Pondok Darussalam Jatibarang

Jumat, 20 Agustus 2010

Sumbu Pendek: Om Telolet Adalah Akal-Akalan Yahudi. Stop!

Pondok Darussalam Jatibarang - Di Jepara, pada November 2016, atraksi penggila bus mania yang meminta bunyi klakson khas telolet-telolet di sepanjang jalan raya antara Ngabul hingga Pecangaan, Jepara, dilarang oleh Polres setempat.

Sumbu Pendek: Om Telolet Adalah Akal-Akalan Yahudi. Stop! - Pondok Darussalam Jatibarang
Sumbu Pendek: Om Telolet Adalah Akal-Akalan Yahudi. Stop! - Pondok Darussalam Jatibarang


Sumbu Pendek: Om Telolet Adalah Akal-Akalan Yahudi. Stop!

Alasannya, permintaan ratusan (bahkan ribuan) anak-anak, remaja, bapak-bapak, ibu-ibu dan juga kakek nenek yang berkumpul menunggu hadirnya bus telolet lewat, dianggap mengganggu lalulintas. Para penggila telolet bahkan ada yang datang dari Demak, Kudus dan sekitarnya, hanya untuk menyaksikan ramainya anak-anak meminta ke awak bus dengan spanduk "Om Telolet Om".

Bunyi klakson bus yang awalnya digunakan oleh pengendara mobil di Arab untuk mengusir unta yang acap menghadang lalulintas perjalanan pengendara itu, ternyata disebut sebagai penyalahgunaan oleh kepolisian jika dialihkan fungsinya sebagai hiburan di pinggir jalan.

Anehnya, ketika di Jepara sudah tidak diperkenankan sebagai hiburan petang di pinggir jalan, di Amerika sana telolet malah menjadi trending topic. Bahkan Pondok Darussalam Jatibarang mendapatkan kiriman video adanya 3 pemuda bule yang beraksi teriak-teriak ke truk sambil mengatakan dengan fasih, "Om Telolet Om".

Om, artinya paman. Panggilan kehormatan buat pria, "pak". Tapi di kubu sana, ada-ada saja cara untuk mengkritik sesuatu yang bukan substansi. Di antara mereka ada yang menyebar BC yang isinya, kata "Om" berasal dari bahasa Bali kuno yang berati Tuhan, "telolet Adalah bahasa Swahili yang berarti Yahweh," tulisnya.

Ada lagi yang membuat status tuduhan di Facebook kalau Om Telolet adalah akal-akalan tokoh Yahudi Nelson Mandela yang dipolulerkan pada abad 20 SM, yang berarti "Setan Adalah Segalanya". Hahaha

Om Telolet Setan Adalah Segalanya Jadi, menurut pembuat BC itu, menyebut Om Telolet sama dengan menyebut Yahweh tuhan Yahudi. Wkwkwk. "Kalian sedang di yahudinisasi!", sarkasnya tegas. Padahal, orang bule yang berbahasa Inggris saja bingung maknanya sampai harus membuat tweet yang akhirnya viral. Mereka bertanya, "What is Om Telolet Om?". Ini salah satu screen shoot pertanyaan mereka.

Telolet Om Om Telolet Om pun akhirnya dituduh sebagai pengalihan isu dan sekaligus pendangkalan akidah kepada akhi-akhi yang lemah iman karena sumbunya pendek, mudah digesek. Padahal itu hanya kalimat anak-anak yang bergembira meminta supir bus klakson telolet agar dibunyikan.

Wajah Indonesia yang harusnya damai dengan telolet menjadi sedikit muram dengan asumsi ngawur para sumbu pendek yang sedikit-sedikit langsung disebut pengalihan isu Ahok, Al Maidah 51 hingga pendangkalan akidah. Memang kok yah, paling bertauhid adalah mereka. Telolet sik Om, Telolet! [Pondok Darussalam Jatibarang]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/sumbu-pendek-om-telolet-adalah-akal-akalan-yahudi.html

Rabu, 14 April 2010

Manfaat Daun Karet Kebo Untuk Sembuhkan Stroke

Pondok Darussalam Jatibarang - Pengalaman beberapa orang menunjukkan kalau dia ternyata bisa sembuh dari stroke. Padahal, dulu ia susah jalan. Harus ditatih karena tangan tidak bisa digerakkan akibat stroke. Kini, ia bisa jalan lancar tanpa bantuan alat. Dan, bisa lari. Ceritanya, dia mengonsumsi daun karet kebo.

Ia meminum air rebusan daun karet kebo 7 lembar + air 500cc direbus sampai mendidih dibiarkan 10 menit. Bagaimana cara mendapatkannya? Gampang, jika Anda melewati jalan tol, sawah atau ladang, petik saja, gratis. Jika belum tahu gambar daun karet kebo seperti apa, tolong perhatikan dan simpan gambar daun karet kebo di atas. Ya, di atas itu foto daun karet kebo.

Manfaat Daun Karet Kebo Untuk Sembuhkan Stroke - Pondok Darussalam Jatibarang
Manfaat Daun Karet Kebo Untuk Sembuhkan Stroke - Pondok Darussalam Jatibarang


Manfaat Daun Karet Kebo Untuk Sembuhkan Stroke

Petik saja 21 lembar daun karet kebo-nya. Itu untuk terapi stroke selama tiga hari. Insyaallah sembuh jika rutin. Rasanya tidak pahit. Dan badan jadi tambah enteng. Terutama bagi mereka yang memiliki gejala penyakit stroke. Cobalah ikhtiyar ini. Gratis kok. Semoga berhasil.

Dan jangan lupa kabari Pondok Darussalam Jatibarang jika Anda punya pengalaman menarik sembuh dari stroke dengan daun karet kebo. Paling tidak dengan memberitahukan lewat komentar di bawah ini jika merasa bermanfaat. Akan kami jadikan testimoni di postingan ini. [Pondok Darussalam Jatibarang]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/manfaat-daun-karet-kebo-untuk-sembuhkan-stroke.html

Pondok Darussalam Jatibarang

Jumat, 30 November 2007

Membangun Generasi Entrepreneurship

Salah satu teori pedagogik (ilmu mendidik) menerangkan bahwa keberhasilan pembelajaran di kelas tergantung kualitas guru, kualitas guru ada pada hebatnya kepala sekolah, hebatnya kepala sekolah terletak pada kompetensi mumpuni dari para pengawas pendidikan, dan seterusnya hingga vertikal ke atas, Kepala Dinas Pendidikan, serta Menteri Pendidikan itu sendiri.

Mengapa demikian? Argumentasi logis bisa diarahkan pada peran sentral para stakeholder (pihak-pihak terkait) tersebut. Siswa merupakan individu yang memerlukan pengarahan dan bimbingan guru dari setiap materi dan nilai-nilai kehidupan yang diajarkan. Begitu juga dengan posisi kepala sekolah dan pengawas pendidikan yang mempunyai tanggung jawab penuh untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pendidikan.

Membangun Generasi Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Generasi Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)


Membangun Generasi Entrepreneurship

Untuk mewujudkan kualitas pendidikan yang terintegrasi dengan kemajuan zaman, stakeholder pendidikan tersebut harus mempunyai kreativitas untuk mengolah pembelajaran. Karena pembelajaran yang kreatif akan memunculkan generasi yang kreatif pula, terutama dalam menghadapi perkembangan zaman yang terus menerus berbuah kemajuan.

Pada titik inilah berpikir kreatif perlu ditumbuhkembangkan pada diri siswa oleh guru sehingga menciptakan generasi dengan kreativitas tinggi di berbagai bidang kehidupan. Namun demikian, pada tataran peserta didik, mengembangkan kreativitas dalam ranah kecakapan hidup lebih krusial sehingga mereka lebih siap ketika menghadapi jenjang yang lebih fokus dalam menempuh pendidikan berikutnya.

Pondok Darussalam Jatibarang

Pondok Darussalam Jatibarang

Buku yang ditulis oleh Prof Dr HAR Tilaar, MSc.Ed, Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini berupaya mengulas secara detail dan mendalam tentang cara berpikir kritis, berpikir kreatif, dan kompleks. Selain menjelaskan tataran praktis, suami dari Martha Tilaar ini juga menjelaskan secara filosofis bagaimana cara berpikir secara metodik sehingga memunculkan manusia-manusia kreatif.

Menurut HAR Tilaar, berpikir kreatif sangat perlu dikembangkan pada kemampuan siswa agar tumbuh generasi yang memiliki jiwa entrepreneurship tinggi. Jadi para entrepreneurship tidak hadir dari ruang kosong, tetapi ditumbuhkan melalui pembiasaan berpikir kritis, kreatif, juga berpikir kompleks (halaman 59). Bagaimana caranya? Tentu untuk menjawab pertanyaan ini juga memerlukan para pendidik kreatif yang mampu mengolah materi ajar menjadi energi pendorong kreativitas berpikir siswa melalui berbagai metode pembelajaran.

Misal, seperti apa yang dijelaskan HAR Tilaar di halaman 91. Dia menjelaskan bahwa embrio berpikir kreatif hadir ketika keingintahuan secara epistemologis selalu bersemayam dalam diri pendidik atau guru. Tahap berpikir ini merupakan dasar berpikir kritis dari seorang guru. Guru yang berpikir kritis tidak dapat menerima sebagaimana adanya yang telah diteliti maupun yang disampaikan oleh para pakar.

Dari proses tersebut, bisa dipahami bahwa seorang pendidik yang kritis akan mempertanyakan ketentuan-ketentuan yang telah dianggap baku dan tidak perlu dipersoalkan lagi. Sikap baku ini tidak akan menghasilkan perubahan dalam masyarakat. Di titik inilah kreativitas lahir dari tahap berpikir kritis atas segala sesuatu yang dianggap baku.

Yang menarik dalam buku ini, yaitu kreativitas yang menjadi embrio manusia-manusia entrepreneurship menurut HAR Tilaar tidak di-hegemoni dalam satu bidang tertentu, misal bisnis dan perdagangan. Dewasa ini, orang-orang mengidentikkan entrepreneurship hanya kepada kelompok yang mampu dan berhasil dari aspek bisnis dan dagang. Padahal jika menilik tahap-tahap di atas secara epistemologis, wilayah entrepreneurship ada pada tataran, di mana manusia selalu berpikir kritis dan kretaif sehingga menciptakan hal-hal yang berguna bagi masyarakatnya.

Jika ada seorang penulis yang begitu produktif, baik menulis buku, artikel di berbagai media cetak, online, dan lain-lain, mereka juga manusia-manusia entrepreneurship. Jika diukur secara material, tentu mereka menghasilkan pundi-pundi dari usaha menulisnya itu. Lebih jauh lagi, mereka berhasil memahamkan suatu ilmu lewat tulisan-tulisannya. Demikian juga dengan bidang-bidang lain, yang itu mewujudkan manfaat secara luas bagi kehidupan masyarakat.

Peresensi berusaha secara gamblang memahami bahwa entrepreneurship terletak pada jiwa dan cara berpikir. Adapun kesuksesan dari hasil berpikir dan semangatnya itu merupakan hasil yang didorong oleh sebuah tindakan. Jadi, jika manusia masih mempunyai jiwa dan cara berpikir kritis dan kreatif yang berorientasi untuk kebaikan manusia, pada titik itulah manusia bisa dikatakan adalah seorang entrepreneurship. Demikian juga bagi seorang guru dan seluruh stakeholder pendidikan, baik dalam bidang penyusunan materi ajar, metode pembelajaran, kurikulum, instrumen, dan lain-lain.

HAR Tilaar tidak memungkiri bahwa manusia abad ke-21 adalah manusia yang terbuka (inklusif), tidak terikat oleh ketentuan-ketentuan sebelumnya yang serba baku. Dia harus memiliki epistemologi baru yang tidak menerima begitu saja secara positivistik hal-hal yang dihadapinya. Di sini terlihat manusia berpikir secara positivistik yang melawan arus. Sikap kritis inilah yang menjadikan manusia mampu berpikir kreatif sehingga proses ini bisa dikatakan menjadi landasan kreativitas dan entrepreneurship.

Pengembangan kreativitas dan entrepreneurship harus menjadi tujuan pendidikan bagi seorang guru, kepala sekolah, pengawas, orang tua, dan seluruh masyarakat. Utamanya dalam proses pembelajaran di sekolah, materi ajar dan kurikulum harus diarahkan kepada tumbuh kembang kreativitas siswa. Proses manisfestasi kreativitas memang tidak mudah bahkan proses internalisasinya bisa lama jika tidak mampu mempratikkannya secara makna (meaning).

Karena meaning ini menjadi kriteria utama dalam mengembangkan kreativitas. Sejatinya guru membiarkan siswa mengeksplorasi kompetensinya. Tetapi secara makna, guru membiarkan kincir-kincir kreativitas tumbuh berkembang dengan baik. Jadi, bisa dikatakan bahwa berpikir kreatif yang akan menghasilkan manusia-manusia entrepreneurship yaitu proses berpikir pada hal-hal substantif. Muara dari semua tahapan berpikir yang telah dijelaskan di atas yaitu makhluk bernama INOVASI. Wallahu alam bisshowab.

Identitas buku:

Judul : Pengembangan Kreativitas dan Entrepreneurship dalam Pendidikan Nasional

Penulis: Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, MSc.Ed.

Penerbit: Buku Kompas

Tebal : xviii + 237 halaman

Cetakan : I, Juni 2012

Peresensi : Fathoni Ahmad

Dari (Pustaka) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/77526/membangun-generasi-entrepreneurship

Pondok Darussalam Jatibarang

Minggu, 29 April 2007

Kiai Sahal Ikuti Jejak Dakwah Sunan Kalijaga

Yogyakarta, Pondok Darussalam Jatibarang. Dalam jejak dakwahnya, KH MA Sahal Mahfudh telah mengikuti jejak dakwah Sunan Kalijaga yang menggunakan pendekatan 3M, yakni Momong, Momol, dan Momot. Momong artinya mengasuh, sedangkan momol bisa bergaul dengan semua level manusia. Adapun momot yaitu menampung aspirasi dari berbagai kelompok.

Demikian disampaikan oleh Dr H Wayono Abdul Ghafur dalam Diskusi dan Bedah Buku Belajar dari Kiai Sahal yang berlangsung di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (19/5).

Kiai Sahal Ikuti Jejak Dakwah Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Sahal Ikuti Jejak Dakwah Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Sahal Ikuti Jejak Dakwah Sunan Kalijaga

Menurutnya, dakwah yang dilakukan oleh Kiai Sahal merupakan dakwah dalam pengembangan masyarakat, yakni dengan membuat pelayanan sosial untuk kehidupan bermartabat. Hal ini tentu berbeda dengan dakwah yang dilakukan kiai pada umumnya, yakni ceramah. Mbah Sahal itu kalau diundang ceramah nggak mau, tegas Waryono.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menambahkan, bahwa apa yang diperjuangkan Kiai Sahal adalah tumbuhnya kemandirian umat demi kehidupan yang ideal, sehingga bisa bekerjasama dengan siapapun. Beliau itu pemikir yang baik. Beliau juga kiai yang penggerak dan mampu membumikan fiqih dalam konteks sosial, tandasnya.

Pondok Darussalam Jatibarang

Dari sisi politik, Moch Nur Ichwan yang merupakan salah satu penulis dalam buku Belajar dari Kiai Sahal mengatakan bahwa Kiai Sahal merupakan sosok yang a-politis namun memiliki ketegasan sikap di dalam berpolitik itu sendiri.

Pondok Darussalam Jatibarang

Menurutnya, jika politik dalam tingkat rendah adalah bertujuan mendapatkan kekuasaan, maka Kiai Sahal telah mempraktekkan politik dalam tingkat tinggi, yakni politik yang bertujuan mewujudkan keadilan dan kemaslahatan umat.

Diskusi dan Bedah Buku ini juga menghadirkan Ulil Abshar Abdalla menjadi pembicara. Selain itu, H Abdul Ghaffar Rozin yang merupakan putra Kiai Sahal didaulat menjadi keynote speaker. Ketua PBNU M Imam Aziz juga turut hadir dalam acara ini. (Dwi Khoirotun Nisa/Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/52139/kiai-sahal-ikuti-jejak-dakwah-sunan-kalijaga

Pondok Darussalam Jatibarang

Senin, 06 November 2006

Bangga Menjadi NU secara Substantif

Majalah Risalah Nahdlatul Ulama (NU) terbaru Edisi 63/Tahun X/1437 H/Agustus 2016 telah terbit. Salah satu media cetak NU yang digawangi oleh Faishal Helmy ini mengangkat topik utama Ayo Bangga Menjadi NU. Dengan latar sampul berwarna hitam dan logo NU yang terpampang gagah di dada seseorang, Majalah Risalah mengulik liputan utama tentang peluncuran Kartanu sebagai wujud bangga ber-NU.

Bangga memiliki sekaligus menjadi NU ini bukan tanpa alasan, karena NU selama ini mampu mewujudkan kehidupan harmonis di tengah keberagaman Indonesia. NU juga memiliki komitmen terhadap keutuhan bangsa dan negara sehingga jika ada orang maupun kelompok yang bertujuan memecah belah bangsa, NU bersama warga dan seluruh perangkat organisasinya selalu setia di garda terdepan membela NKRI.

Bangga Menjadi NU secara Substantif (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangga Menjadi NU secara Substantif (Sumber Gambar : Nu Online)


Bangga Menjadi NU secara Substantif

Bangga menjadi NU secara substantif tersebut diamini oleh Pemimpin Redaksi Majalah Risalah Faishal Helmy dalam pengantar redaksinya. Menurutnya, keberkahan menjadi warga NU bukan hanya ketika seseorang hidup, tetapi juga setelah meninggal dunia. Sebab doa, tahlil, yasin, dan kiriman Al-Fatihah terus mengalir mengiringi kepergian seseorang ke alam baqa.

Ketika hidup, warga NU akan mendapatkan pergaulan yang dirahmati. Sedangkan ketika wafat ia akan mendapat perhatian doa yang selalu dipanjatkan oleh warga NU. Bahkan ketika melewati kuburnya, warga NU akan menyampaikan salam dan mengrim Fatihah, urai Helmy.

Pondok Darussalam Jatibarang

Terkait dengan kepemilikan Kartu Anggota NU (Kartanu) oleh warga NU, itu hanya salah satu langkah praktis bagi Jamiyah agar data atau jumlah warga NU secara kuantitatif yang konon mencapai 91 juta jiwa lebih terdokumentasi dengan baik. Sehingga ketika ada yang bertanya tengang jumlah warga NU, para pengurus dapat menunjukkan data riil-nya.

Pondok Darussalam Jatibarang

PBNU telah meluncurkan Kartanu ini pada 27 Juni 2016 lalu di halaman Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. Secara teknis, PBNU menggandeng Bank Mandiri untuk pengadaan sehingga kartu ini bukan hanya kartu statis, tetapi dinamis karena memiliki beragam manfaat yang dapat diperoleh warga NU.

Namun demikian, Kartanu hanya instrumen untuk merealisasikan jumlah warga NU. Tetapi melalui Kartanu ini, warga NU pada intinya diajak agar selalu berbangga menjadi NU seutuhnya. Bangga ini bisa diwujudkan melalui berbagai cara, kiprah, maupun prestasi dengan tetap berpegang teguh pada tali Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah seperti yang digariskan oleh para pendiri NU.

Seperti pada terbitan sebelumnya, Majalah Risalah masih konsisten dengan rubrik-rubrik ke-NU-an yang disajikan dengan segar agar masyarakat mendapatkan ilmu, wacana, dan informasi yang holistik. Pada terbitan baru ini, Risalah juga mengulas tentang perhelatan Rapat Pleno PBNU yang digelar di Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat pada 23-25 Juli 2016 lalu. Agar pembaca dapat mengakses informasi Pleno dengan lengkap, Risalah secara khusus menyajikan hasil-hasil Rapat Pleno PBNU yang dihasilkan oleh Komisi Organisasi, Program, dan Rekomendasi Bahtsul Masail.

Selengkapnya, pembaca dapat mengakses seluruh informasi Majalah setebal 66 halaman ini dengan memilikinya. Ada banyak tulisan bergizi yang dapat dilahap antara lain: jihad NU melawan korupsi, kisah Mbah Hasyim Asyari yang tersaji di rubrik Nusiana, profil Ketua LTN PBNU Juri Ardiantoro yang kini terpilih menjadi Ketua KPU RI, tentang dinamika Kudeta di Turki, sajian tentang makam-makam keramat dan bersejarah yang ada di DKI Jakarta, serta tulisan-tulisan menarik lain. Selamat membaca! (Fathoni)

Dari (Pustaka) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70256/bangga-menjadi-nu-secara-substantif

Pondok Darussalam Jatibarang

Senin, 25 Juli 2005

Menyikapi Duka Ala Muhammad

Manusia hidup di dunia tidak akan pernah terlepas dari berbagai musibah yang datang silih-berganti, musibah tersebut tentunya akan membuat hati kita berduka dan terluka. Allah Swt. tidak hanya memberikan kenikmatan secara kasap mata, tetapi juga memberikan cobaan-cobaan untuk menguji semua makhluk-Nya, walaupun pada hakikatnya cobaan-cobaan tersebut juga termasuk sebuah kenikmatan dari Allah yang patut kita syukuri.

Orang-orang yang sadar akan sangat bersuyukur ketika Allah menguji mereka, karena dengan ujian tersebut berarti Allah masih peduli dengan keberadaan mereka di muka bumi. Semakin berat ujian yang menimpa maka semakin tinggi derajat kita di sisi-Nya, akan tetapi semua itu kembali pada diri kita sendiri, bagaimana diri kita bisa menghadapi ujian-ujian tersebut dengan hati lapang dan semakin mendekatkan diri kita kepada-Nya. Namun, jika datangnya musibah itu dianggap sebagai teror dari Allah sehingga kita merasa tidak terima akan ketentuan Allah yang telah ditakdirkan kepada kita, bahkan sampai mengeluarkan kata-kata yang menyebabkan diri kita keluar dari Islam, maka bukan derajat tinggi yang kita peroleh akan tetapi kemurkaan Allah yang akan menemani hari-hari kita (naudzu billahi min dzalik).

Menyikapi Duka Ala Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyikapi Duka Ala Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)


Menyikapi Duka Ala Muhammad

Ketika kita ditimpa suatu musibah terkadang tebersit di hati kita, mengapa aku ditimpa musibah seberat ini? Kenapa Tuhan begitu tega membiarkan aku menderita seperti ini? Apakah Tuhan sudah tidak kasihan kepadaku? Padahal tak sepantasnya kita seperti itu, karena hal tersebut dapat menyeret kita pada kemurkaan Allah. Karena Allah tidak akan memberi suatu ujian kepada manusia di luar kemampuannya.

Musibah bukan sesuatu yang tidak mungkin terjadi pada kehidupan manusia, hal tersebut sudah barang tentu menimpa masing-masing manusia yang masih bernyawa, sehingga dapat dikatakan bahwa kita tidak mungkin dan tidak akan bisa menghindar dari musibah. Dari hal itu, kita harus menyiapkan diri untuk bisa mengatasi dan menghadapi setiap musibah dengan hati yang tulus dan penuh ikhlas, seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Kehidupan Rasulullah penuh dengan penderitaan dan penyiksaan, namun beliau menjalaninya dengan lapang dada sehingga beliau diangkat menjadi manusia nomor satu di muka bumi.

Pondok Darussalam Jatibarang

Abdul Wahid Hasan, penulis asal Sumenep menyusun sebuah buku tentang kisah kehidupan Rasulullah yang penuh dengan luka dan duka. Buku yang berjudul Kala Rasul Berduka tersebut memberikan banyak pelajaran tentang bagaimana sepak terjang Rasulullah menghadapi berbagai macam cobaan, penderitaan, penyiksaan sampai persoalan rumah tangga yang terus mewarnai kehidupan beliau.

Pondok Darussalam Jatibarang

Sejak masih bayi beliau sudah ditimpa musibah yang amat besar. Sebelum lahir, beliau sudah ditinggalkan untuk selama-selamanya oleh sang ayah tercinta, sehingga beliau tidak mengenali seperti apa wajah ayah yang wafat sejak beliau berusia enam bulan dalam kandungan. Menginjak usia enam tahun-an beliau kembali dilanda musibah yang sangat menyesakkan dada, di usia yang sangat muda beliau harus kehilangan ibu (Aminah) yang sangat menyayangi anak semata-wayangnya tersebut.

Pada usia tersebut beliau sudah menyandang status yatim piatu, hidup sebatang kara tanpa seorang ayah dan ibu di sampingnya, tanpa dekapan dan kasih sayang dari kedua orangtuanya, (halaman 15). Selanjutnya beliau diasuh oleh kakeknya sendiri (Abdul Muththalib) orang yang sangat berwibawa di mata masyarakat. Namun, beliau hanya mengasuh dan menumpahkan kasih sayangnya kepada cucu yang sangat dicintainya itu selama dua tahun, beliau juga menyusul putranya (Abdullah ibn Abdul Muththalib) dan menantunya (Aminah) menghadap Tuhan dalam usia 110 tahun, (halaman 26). Tentu Muhammad yang saat itu berumur delapan tahun merasa sangat terpukul atas kejadian itu, karena sang kakek sangat mencintainya dan memperlakukannya begitu istimewa.

Tidak berhenti di situ, ujian demi ujian terus beliau alami bersama bergulirnya waktu, beliau terus kehilangan orang-orang yang dicintainya yang menjadi pelindung baginya dari berbagai hal yang membahayakan. Mulai dari meninggalnya Abu Thalib (paman yang menjadi benteng pertahanan dan pelindung perjuangan), kepergian istri tercintaKhadijah al-Khubra (pelindung dan tempat berteduh yang damai), kepulangan Hamzah (paman yang menjadi pahlawan perkasa dalam memperjuangkan agama Islam), kematian putra-putrinya di usia yang sangat dini.

Selain itu beliau juga harus menerima cacian dan makian dari orang-orang yang tidak menyukainya. Lebih dari itu, siksaan secara fisik pun beliau rasakan. Gelombang perjalanan hidup Nabi ini sangat pahit dan menyedihkan. Persoalan rumah tangga juga turut menambah sesaknya dada, salah satunya tentang isu perselingkuhan Aisyah (istri Nabi) dengan sahabat Shafwan ibn Muathal al-Sulami al-Dzakwani, (halaman 203).

Namun, ujian-ujian tersebut tak membuat hati beliau berpaling dari Allah, tak tebersit sedikit pun rasa kecewa kepada Allah atas apa yang telah Dia berikan, apalagi sampai melontarkan kata-kata yang tak pantas diucapkan. Bahkan dengan beberapa kejadian tersebut membuat beliau semakin mendekatkan diri kepada sang Ilahi. Beliau menghadapinya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.

Dengan bahasa yang indah penulis suguhkan kepada pembaca dengan tiga pokok bahasan: Kehilangan Orang-Orang Terkasih, Ganasnya Serangan Musuh, dan Gelombang dalam Keluarga. Buku terbitan Mizan Pustaka ini lebih banyak mengisahkan kehidupan Rasulullah ketika ditimpa musibah. Selain itu penulis terkadang menjelaskan beberapa hikmah yang terkandung di balik datangnya musibah. Ayat Al-Quran dan Al-Hadits juga menambah kekompletan buku ini, berikut arti dan asbabun nuzul-nya.

Hadirnya buku setebal 251 halaman ini turut menyadarkan kita bahwa begitu besarnya perjuangan Nabi dalam menegakkan agama Allah, dan betapa lembutnya hati Nabi dalam menyikapi berbagai persoalan. Sekaligus buku ini mengajarkan tentang arti sebuah ketabahan dan kesabaran. Selamat membaca, semoga bermanfaat!!!

Data Buku

Judul : Kala Rasul Berduka

Penulis : Abdul Wahid Hasan

Penerbit : Mizan Pustaka

Cetakan I : Juni 2014

ISBN : 978-602-1337-19-6

Tebal : 251 halaman

Peresensi: Saiful Fawait, Mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur

Dari (Pustaka) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66161/menyikapi-duka-ala-muhammad

Pondok Darussalam Jatibarang

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Darussalam Jatibarang dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock