Tampilkan postingan dengan label Soheh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soheh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Agustus 2015

Inilah Juara Kompetisi Film Pendek Dokumenter NU

Jakarta, Pondok Darussalam Jatibarang. Rapat Dewan Juri Kompetisi Film Pendek Dokumenter Muktamar NU ke-33 2015 di kantor PBNU (23/7) memutuskan tiga pemeneng dari 15 judul film yang masuk nominasi. Ke-15 nominator itu diperas dari 69 judul film yang mengikuti kompetisi.

Rapat dihadiri Beby Hasibuan (anggota Dewan Juri), Bowo Leksono (anggota Dewan Juri), dan Nurman Hakim (anggota Dewan Juri), dan panitia penyelenggara Hamzah Sahal, Dimas Jayasrana, dan Ragil Priyo Atmojo. Rapat memutuskan bahwa tiga film berhak memenangi hadiah total 45 juta. Berikut ini pemenangnya.

Inilah Juara Kompetisi Film Pendek Dokumenter NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Juara Kompetisi Film Pendek Dokumenter NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Inilah Juara Kompetisi Film Pendek Dokumenter NU

Film Bulan Sabit di Kampung Naga karya sutradara M. Iskandar Tri Gunawan menjadi juara pertama dan berhak menerima hadiah 20 juta. Film berdurasi 19 menit 52 detik ini diproduksi tahun 2015. Film ini mengungkap Islam pembawa misi rahmatan lil alamin, bukan hanya rahmatan lil muslimin. Semangat menjadi rahmat bagi semesta alam ini bisa mewujud di lingkungan Pondok Pesantren Kauman yang terletak di Pecinan kota Lasem-Rembang. Interaksi multikultur yang berlangsung lama ini telah membangun kesadaran akan pentingnya dialog antarpihak.

Pondok Darussalam Jatibarang

Untuk juara kedua dengan hadiah 15 juta juri memilih film berjudul Dalae sutradara Arziqi Mahlil & Munzir dari Aceh. Film ini menceritakan pemuda di desa berusaha melestarikan yang tumbuh dan berkembang Dalail di Aceh. Sebaliknya dengan pemuda kota.

Sementara itu film berjudul Al Ghoriib besutan Sutradara Vedy Santoso diputuskan sebagai pemenang ketiga. Film berdurasi 29 menit 10 detik tahun produksi 2015 berhak mendapatkan Rp 10 juta. Film ini mengisahkan Dr. Katrin Bandel, mualaf asal Jerman yang memilih dan menjalani kehidupan nyantri di Pondok.

Pondok Darussalam Jatibarang

Hamzah Sahal, koordinator tim kreatif Muktamar ke-33 NU, mengatakan dewan juri memilih tiga film di atas sebagai juara karena cukup menarik secara ide, cukup matang dalam eksekusi gagasan, cukup dalam teknis penyajian.

Dan tak kalah pentingnya adalah mampu menghadirkan Islam Nusantara dalam karyanya. Ttiga karya tersebut cukup mewakili nilai-nilai yang ingin kita syiarkan ke khalayak ramai, terang Hamzah Sahal.

Sementara itu, salah satu anggota juri Nurman Hakim, mengungkapkan rasa puasnya atas kompetisi ini. Kompetisi ini, kata Nurman, dari segi materi cukup beragam dan mengerti subjek yang diceritakan.

Secara umum, 15 judul film nominator dari 69 film peserta kompetisi memuaskan dewan juri. Idenya segar, menjangkau daerah-daerah yang selama ini minim terungkap dalam film. Dan saya senang lagi karena banyak dari kaum santri usia muda yang ikut kompetisi ini, jelas Nurman yang alumni pesantren Futuhiyah-Mranggen, Demak, Jawa Tengah.

Dimas Jayasrasa yang mengelola kompetisi film ini menambahkan, NU dan pesantren, hampir dibilang tidak ada dalam peta perfilman Indonesia. Dengan kompetisi ini, kata Dimas, NU masuk peta. Jika ini dilakukan secara istiqomah, NU akan punya kontribusi besar dalam dinamika seni dan budaya, khususnya sinematografi, tambah Dimas. (Red:Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61200/inilah-juara-kompetisi-film-pendek-dokumenter-nu

Pondok Darussalam Jatibarang

Minggu, 24 Agustus 2014

Ketua Komisi VIII Minta Presiden Cabut Perpres Miras

Jakarta, Pondok Darussalam Jatibarang. Ketua Komisi VIII DPR RI, Ida Fauziah berharap kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mencabut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 74 tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol yang ditandatanganinya.

"Saya minta Presiden SBY menarik kembali Perpres tersebut. Saya tak setuju adanya Perpres tersebut karena adanya Perpres tersebut, sama artinya melegalisasi peredaran minuman keras," kata Ida Fauziah di Jakarta, Jumat.

Ketua Komisi VIII Minta Presiden Cabut Perpres Miras (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Komisi VIII Minta Presiden Cabut Perpres Miras (Sumber Gambar : Nu Online)


Ketua Komisi VIII Minta Presiden Cabut Perpres Miras

Keberadaan Perpres itu, tambah politisi PKB itu, akan semakin memperbanyak jatuh korban terhadap generasi muda.

Pondok Darussalam Jatibarang

"Sudah banyak anak-anak kita yang jadi korban akibat minuman keras. Adanya Perpres semakin mendapatkan peluang bagi anak-anak kita untuk meneguk minuman keras. Dilarang saja, masih mengkonsumsi, apalagi dilegalkan," kata Ida yang juga ketua umum PP Fatayat NU ini.

Seharusnya pemerintah memikirkan bagaimana menyelamatkan generasi muda, yang telah terkontaminasi dengan narkoba, judi dan lain sebagainya.

"Seharusnya pemerintah selamatkan generasi muda dengan cara tidak menandatangani Perpres. Peredaran minuman keras justru harusnya dipersulit. Saya heran dengan keputusan Presiden itu," kata Ida.

Pondok Darussalam Jatibarang

Sebelumnya, Presiden SBY menandatangani Perpres Nomor 74 Tahun 2013 tentang Peredaran Minuman Beralkohol. Presiden menandatangani Perpres pada tanggal 6 Desember 2013.(antara/mukafi niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49347/ketua-komisi-viii-minta-presiden-cabut-perpres-miras

Pondok Darussalam Jatibarang

Rabu, 02 April 2014

Menjaga Wasiat Mbah Salman

Klaten, Pondok Darussalam Jatibarang. Ribuan jamaah hadir dalam acara selamatan tujuh hari meninggalnya KH M Salman Dahlawi, Ahad (1/9) malam kemarin. Kompleks masjid Al Manshur Pesantren Popongan penuh dengan jamaah yang membacakan doa untuk almarhum yang dikenal sebagai Mursyid Thariqah Naqsabandiyyah Khalidiyyah itu.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir para tokoh dan ulama se-Solo Raya, yang diantaranya dari mereka adalah 64 kiai badal.

Menjaga Wasiat Mbah Salman (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Wasiat Mbah Salman (Sumber Gambar : Nu Online)


Menjaga Wasiat Mbah Salman

Acara dimulai bakda Isya dengan pembacaan yasin, dzikir dan tahlil yang dipimpin KH. Nashrun Minallah, BA. Sedangkan KH. Ahmad Djablawi didaulat untuk membacakan doa. Acara kemudian berlanjut dengan tausiah yang disampaikan oleh KH. Abdulloh Saad, Pengasuh Pesantren Al Inshof Plesungan Karanganyar.

Saat berlangsungnya acara, beberapa santri terlihat meneteskan air mata. Rupanya, kepergian sang guru masih menyisakan duka yang mendalam bagi mereka. Darma, salah satu santri menuturkan, ia masih ingat pesan yang diberikan kepadanya. Yang paling saya ingat, yakni wasiat untuk istiqomah berjamaah shalat lima waktu, tuturnya.

Pondok Darussalam Jatibarang

Memang selama hidupnya, Mbah Salman hampir tidak pernah meninggalkan wiridnya ini. Usia sepuh tak menjadikan alasan bagi beliau untuk meninggalkan shalat berjamaah.

Sedangkan Bupati Klaten, Sunarna, mengenang sosok kiai kharismatik ini sebagai pribadi yang tidak banyak bicara. Mbah Kiai tak banyak bicara, namun sekali bicara beliau tepat sasaran. Sikap beliau ini sangat bijaksana, ungkapnya.

Pondok Darussalam Jatibarang

Sunarna juga ingat dirinya pernah diberi amanat untuk mengajak warganya bershalawat. Jangan hanya membangun yang kelihatan saja, rakyatmu juga diajak shalawat, biar semua sejahtera dan dimudahkan rezekinya sama Allah, kenangnya menirukan amanat dari Mbah Salman.

KH Salman Dahlawi wafat Sepekan lalu (27/8), dan dimakamkan di permakaman keluarga Pesantren Al Manshur Popongan Klaten. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/46783/menjaga-wasiat-mbah-salman

Pondok Darussalam Jatibarang

Rabu, 03 Oktober 2012

KH Maimun Kecam Teror Thamrin Jakarta

Pondok Darussalam Jatibarang - KH. Maimun Zubair, Rembang, mengaku prihatin dengan terjadinya peristiwa pengeboman Sarinah, 14 Januari 2015, Jakarta. Menurutnya, ngebom itu menghancurkan nyawa. Padahal agama menghormati itu.

KH Maimun Kecam Teror Thamrin Jakarta - Pondok Darussalam Jatibarang
KH Maimun Kecam Teror Thamrin Jakarta - Pondok Darussalam Jatibarang


KH Maimun Kecam Teror Thamrin Jakarta

"Pengeboman itu mudah-mudahan bisa diusut tuntas, apa (motifnya) dan dari siapa. Kan sampai sekarang belum jelas pelakunya," ungkapnya saat menerima kunjungan Pj Bupati Rembang Suko Mardiono dan Kapolres AKBP Winarto di kompleks Pondok Pesantren al-Anwar, Sarang, Jumat (15/1) kemarin.

Kyai Maimun ini pun mengecam keras aksi teror tersebut, yang diduga dilakukan salah satu jaringan ISIS di Indonesia. Menurut kyai yang akrab disapa Mbah Mun ini, pembunuhan warga sipil dengan alasan apapun, tidak bisa dibenarkan. Apalagi mengatasnamakan agama.

"Kalau seumpama (pelakunya) dari kita, Naudzu Billah dan jangan sampai. Harus kita insafkan, dan perlu menyadarkan bangsa Indonesia ini bahwa walau kita berbeda tapi sama," tegasnya. Mbah Mun menegaskan, aksi para teroris telah menyalahi koridor lima prinsip ajaran Islam yang benar. Yakni menjaga akal, menjaga jiwa, menjaga keturunan, menjaga hak milik, dan menjaga kehormatan sesama manusia. Kelima prinsip ajaran tersebut, menurutnya, bisa ditemukan pada semua agama.

"Agama biar (dijalankan) masing-masing, perbedaannya hanya satu, yaitu dalam hal menyembah kepada tuhan. Tapi prinsip ajaran agama yang lima ini, tidak ada perbedaan," tegasnya.

Karena itu terkait aksi pengeboman oleh sekelompok oknum, menurutnya telah menciderai ajaran Islam. "Tidak boleh menghina sesama manusia, walaupun berbeda agamanya, apalagi sampai ngebom," ungkapnya. (Ab)

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/01/kh-maimun-kejam-teror-thamrin-jakarta.html

Sabtu, 11 Agustus 2012

25 Ribu Orang Ziarahi Makam Gus Dur

Jombang, Pondok Darussalam Jatibarang. Kharisma KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sangat luar biasa. Memperingati 1.000 hari wafatnya mantan Presiden Indonesia yang digelar Kamis (27/9/2012) malam, diperkirakan diikuti 25 ribu orang.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jatim Sinarto mengatakan, besarnya luberan peziarah terlihat dari pergerakan orang yang keluar masuk makam Gus Dur yang berada di kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

25 Ribu Orang Ziarahi Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
25 Ribu Orang Ziarahi Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)


25 Ribu Orang Ziarahi Makam Gus Dur

Berdasar pantauan stafnya di lokasi makam dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPBD), hingga pukul 15.00 WIB, jumlah pengunjung diperkirakan sudah mencapai 10 ribu orang.

Namun menjelang petang hingga malam hari nanti, luberan peziarah baik dari wisatawan nusantara (Wisnus) maupun wisatawan mancanegara (Wisman) dipastikan semakin banyak. Kami perkirakan jumlah pengunjung yang datang bisa mencapai 25 ribu orang, ujarnya.

Pondok Darussalam Jatibarang

Jumlah tersebut, ujar pejabat yang juga dalang ini, naik 500 persen dibandingkan pengunjung pada hari biasa yang hanya 5-6 ribu orang.

Pondok Darussalam Jatibarang

Bahkan dibandingkan pengunjung yang ke makam Sunan atau Wali Songo yang ada di Jatim, jumlah yang datang ke makam Gus Dur ini tetap lebih banyak.Bahkan luar biasanya, mereka yang datang ke makam Gus Dur tidak hanya dari kalangan muslim saja, tapi juga lintas agama, jelasnya.

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber : Tribunnews

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/39997/25-ribu-orang-ziarahi-makam-gus-dur

Selasa, 06 September 2011

Susunan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Malaysia Masa Jabatan 2005 2008

Jakarta, Pondok Darussalam Jatibarang. Berikut ini susunan lengkap Pengurus Cabang Istimewa Malaysia periode 2005 -2008 berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor : 075/A.II.04.d/10/2005. Mereka dikukuhkan di Selangor Malaysia pada Sabtu, 11 Februari 2005.

Mustasyar

KH Sulhan Sanusi

KH Afandi Afifi

Susunan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Malaysia Masa Jabatan 2005 2008 (Sumber Gambar : Nu Online)
Susunan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Malaysia Masa Jabatan 2005 2008 (Sumber Gambar : Nu Online)


Susunan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Malaysia Masa Jabatan 2005 2008

Drs. H. Tunggul Wahidin Soekarno

H. Munasir Muhammad

H. Ninwari

Pondok Darussalam Jatibarang

Syuriyah

Pondok Darussalam Jatibarang

Rais : Dr. H. Anis Malik Thoha, MA

Wakil Rais : Drs. H. Mustofa Tabrani

Wakil Rais : Ust. Liling Sibromalisi

Wakil Rais : Sayyid Faiq Zamzam Aidid

Wakil Rais : Ust Muhammad Amin Zakaria

Wakil Rais : Drs. Zamzam Afandi, MAg

Wakil Rais : Ust Yazaid

Wakil Rais : Ust Fawaid

Katib : H. Amin Fadillah, MA

Wakil Katib : H. Abdul Rozak, SAg

Wakil Katib : Muhidin Ahfadi

Tanfidziyah

Ketua : Drs. H. Ahmad Muidi Rofii

Wakil Ketua : Marhadi, SAg

Wakil Ketua : H. Hilmy Muhammad Hsaballah, MA

Wakil Ketua : Ust Ghazali Baihaqi

Wakil Ketua : M. Hasyim Mustamin, SAg.

Wakil Ketua : Misbahul Munir, SS. MEd.

Sekretaris : H Hazilus Sakhok, MA

Wakil Sekretaris : Arifin Marikun Gandi, ST

Wakil Sekretaris : Abdulah Fikri Basya, Lc

Bendahara : H. Ahmad Nasihin Hasbullah

Wakil Bendahara : Basori

Wakil Bendahara : Zainal Fuad Mutahid

Wakil Bendahara : Abdul Mutolib, SAg.

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/4121/susunan-pengurus-cabang-istimewa-nahdlatul-ulama-malaysia-masa-jabatan-2005--2008

Pondok Darussalam Jatibarang

Rabu, 18 Mei 2011

Penting Bagi Santri untuk Belajar Menulis

Sleman, Pondok Darussalam Jatibarang. Menulis adalah ekspresi dari sebuah pemikiran. Setiap orang yang waras tentu punya pemikiran, karena hanya orang gila yang tidak punya pemikiran. Jadi pada dasarnya, setiap manusia memiliki kemampuan untuk menulis.

Demikian pernyataan dari pemateri Muhammad Mustafied, dalam mengawali diskusi mingguan yang berlangsung di perpustakaan Pesantren Aswaja Nusantara, Mlangi, Nogotirto GMP, Sleman, Yogyakarta, Kamis malam (02/05).

Penting Bagi Santri untuk Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Penting Bagi Santri untuk Belajar Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)


Penting Bagi Santri untuk Belajar Menulis

Diskusi ini merupakan program mingguan Pesantren Aswaja Nusantara, yang dilaksanakan setiap hari Kamis malam Jumat, pukul 20.30 sampai selesai.

Tema yang diusung kali ini adalah Menulis Itu Indah dan Mudah, dan disampaikan oleh Kang Tafied sapaan akrab Muhammad Mustafied yang tak lain merupakan pimpinan Pesantren Aswaja Nusantara itu sendiri.

Pondok Darussalam Jatibarang

Pondok Darussalam Jatibarang

Kang Tafied menyampaikan sembilan trik bagaimana untuk memulai menulis.

Pertama, hilangkan dulu stereotip bahwa menulis itu berat dan menyeramkan. Kedua, pengorganisasian ide-ide, untuk kemudian diambil satu ide sebagai fokus. Ketiga, membuat peta pemikiran dari ide-ide, terutama pada ide yang dijadikan fokus. Keempat, data-based-writing, yakni perlunya kekayaan data, dan kekuatan analitik dan imajinatif dalam menulis. Kelima, gunakan perspektif teori dan konsep yang jelas, kuat dan relevan. Keenam, mulailah menulis. Ketujuh, editing. Kedelapan, pengendapan, dan kesembilan, berbagidengan teman sejawat

Diskusi tersebut berlangsung santai dan cukup aktif. Terbukti dengan adanya beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta kepada pemateri. Salah satunya adalah Rahmat, yang meminta pendapat tentang adanya asumsi bahwa penulis yang baik, bisa dipastikan dia pembaca yang baik. Namun, belum tentu pembaca yang baik itu pasti penulis yang baik.

Menanggapi hal itu, kang Tafied mengatakan bahwa ia sepakat dengan asumsi tersebut.

Penulis yang baik adalah penulis yang bisa mengungkapkan gagasan yang runtut. Nah, untuk bisa runtut itu tidak bisa hanya mengandalkan imajinatif saja, tapi juga harus membaca, tandas pria lulusan Filsafat Universitas Gadjah Mada pada malam itu.

Di akhir sesi diskusi, kang Tafied memaparkan perihal mengapa harus menulis. Setidaknya terdapat lima hal utama. Pertama, media atau tulisan merupakan kekuatan keempat setelah Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Kedua, tulisan mampu membuka kesadaran masyarakat . Ketiga, sarana dakwah. Keempat, mengembangkan kepemimpinan gagasan, dan kelima, mewarnai arena transaksi wacana, gagasan, dan ide di ruang publik.

Maka, sudah saatnya bagi kalangan pesantren untuk mentradisikan menulis sejak dini. Maraknya kitab-kitab karangan ulama klasik, merupakan bukti betapa produktifnya para ulama dalam hal menulis saat itu.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44190/penting-bagi-santri-untuk-belajar-menulis

Pondok Darussalam Jatibarang

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Darussalam Jatibarang dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock