Tampilkan postingan dengan label Merdeka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merdeka. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 September 2013

Harlah Ke-91 NU di Mata Khofifah

Jakarta, Pondok Darussalam Jatibarang. Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa mendaraskan renungannya dalam memperingati momen Hari Lahir (Harlah) ke-91 Nahdlatul Ulama (NU), Selasa (31/1). Ia mengingatkan sejumlah pesan kiai dan gurunya yang selama ini dijadikan pijakan dirinya sebagai Nahdliyin.

Sahabat, hari ini 91 tahun NU. Ini sebagian renungan saya. Saya terlahir dari rahim NU. Saya tumbuh kembang dan dibesarkan dalam tradisi dan pemikiran NU, ujar Khofifah mengawali kalimat renungannya.

Harlah Ke-91 NU di Mata Khofifah (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-91 NU di Mata Khofifah (Sumber Gambar : Nu Online)


Harlah Ke-91 NU di Mata Khofifah

Menteri Sosial RI ini mengungkapkan, dirinya berikhtiar untuk berjuang dan melayani masyarakat dan membangun bangsa ini melalui metode dan pemahaman keagamaan dan kebangsaan yang diajarkan guru-gurunya yang sebagian besar adalah tokoh NU yang juga tokoh bangsa seperti Gus Dur.

Saya diajarkan oleh Kiai Muchith Muzadi untuk menempatkan NU seperti mobil plat hitam. Bukan mobil plat kuning yang bisa disewa siapa saja dan bisa ditumpangi serta berhenti dimana saja, tutur perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun lalu ini.

Pondok Darussalam Jatibarang

Bukan juga mobil plat merah, kata Khofifah, amanah para gurunya ia sering posting di sejumlah kanal media sosial sejak dirinya memakai smartphone sampai saat ini. Sebagai pengingat saya dalam melayari kehidupan, ungkapnya.

Menurutnya, Hari ini NU berkembang pesat. Kader NU sukses di area akademik, NU telah memiliki banyak perguruan tinggi atas nama NU. Saat ini NU juga memiliki banyak rumah sakit, dan kader NU banyak yang sukses di medan politik.

Pondok Darussalam Jatibarang

Yang lebih spektakuler bagi bangsa Indonesia, imbuh Khofifah, NU telah mendidik anak bangsa dengan sikap moderasi, toleran, dan keseimbangan terutama melalui pendidikan di berbagai pesantren yang sebagian di antaranya sudah berusia lebih satu abad.

Di bidang ekonomi agaknya NU masih harus terus bekerja keras. Saya bangga dan bersyukur terlahir dan tumbuh kembang di jamiyah NU. Semoga berkah dan maslahah, tandas Khofifah. (Red: Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75044/harlah-ke-91-nu-di-mata-khofifah

Pondok Darussalam Jatibarang

Sabtu, 04 Mei 2013

Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan

Jakarta, Pondok Darussalam Jatibarang. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, ilmu kesehatan pertama kali turun di muka bumi dibawa malaikat Jibril. Ilmu tersebut terletak pada sayap malaikat penyampai wahyu tersebut. Orang yang pertama mampu membaca dan memahaminya adalah Nabi Idris.

Jadi orang yang pertama kali mengerti kesehatan adalah Nabi Idris, katanya saat pidato sambutan Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) periode 2016-2021 di lantai 8 gedung PBNU, Jakarta Selasa (6/12).

Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)


Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan

Pada kesempatan tersebut, kiai asal Kempek, Cirebon ini juga menyebutkan nama-nama dokter muslim pada masa awal. Pertama Abu Bakar Ar-Razi. Kemudian Hassan ibnul Haitham yang menemukan optik, kesehatan mata.

Lalu, tambahnya, Ibnu Nafis tentang peredaran darah dalam tubuh manusia, dan keempat yang merupakan puncaknya kedokteran yaitu Al-Husain Ibnu Sina.

Pondok Darussalam Jatibarang

Lebih lanjut, kang Said mengapresiasi atas terbentuknya ARSINU, dan berharap mendatangkan manfaat.

Pondok Darussalam Jatibarang

Saya bangga telah berdiri Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama. Saya yakin insyaallah pasti maju, tegasnya. Mudah-mudahan generasi mendatang bisa menikmati keberadaan ARSINU, pungkasnya

Hadir pada acara tersebut Ketua PBNU dr. H. Syahrizal Syarif, Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) H. Hisyam Said Budairi. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Muhammad Faqih. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73541/dari-sayap-jibril-nabi-idris-paham-ilmu-kesehatan-

Pondok Darussalam Jatibarang

Jumat, 15 Maret 2013

Satu Suro, Ada Tradisi Kirap Tumpeng dan Hasil Bumi di Jepara

Jepara, Pondok Darussalam Jatibarang. Dalam rangka menyambut tahun baru 1437 hijriyah, berbagai kegiatan digelar di Jepara, Jawa Tengah. Salah satunya adalah doa bersama dan kirab tumpeng dan gunungan hasil bumi dengan iringan musik tradisional.

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) setempat dengan Karang Taruna Jaka Tarub Desa Daren, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Satu Suro, Ada Tradisi Kirap Tumpeng dan Hasil Bumi di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Satu Suro, Ada Tradisi Kirap Tumpeng dan Hasil Bumi di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)


Satu Suro, Ada Tradisi Kirap Tumpeng dan Hasil Bumi di Jepara

Acara yang berlangsung dari siang hingga malam hari ini dilaksanakan di kompleks Sendang Bidadari Daren, Nalumsari Jepara, Selasa siang (13/10). Hadir dalam kesempatan itu para sesepuh desa setempat, ulama, kepala desa, BPD, dan ratusan masyarakat Jepara, Kudus dan sekitarnya.

Pondok Darussalam Jatibarang

Umi Lathifah selaku panitia mengatakan, kegiatan doa bersama dan kirab tumpeng gunungan hasil bumi ini merupakan kegiatan yang sudah turun menurun sejak puluhan tahun silam. Acara ini rutin dilaksanakan untuk mendekatkan masyarakat dengan tradisi lokal mereka.

"Agar masyarakat lebih sadar akan tradisi dan juga semakin mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa taala," kata mahasiswi Universitas Muria Kudus ini.

Acara doa bersama dan kirab tumpeng gunungan hasil bumi ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan IPNU-IPPNU dan Karang Taruna Jaka Tarub Desa Daren untuk membuka dimulainya tradisi satu syuro Sendang Bidadari desa setempat. Ratusan warga dari berbagai daerah Jepara, Kudus dan sekitarnya berbondong-bondong datang untuk mengharap berkah dari Allah melalui air Sendang Bidadari untuk kesehatan dan sebagainya. (Yusrul Wafa/Mahbib)

Pondok Darussalam Jatibarang

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62796/satu-suro-ada-tradisi-kirap-tumpeng-dan-hasil-bumi-di-jepara

Pondok Darussalam Jatibarang

Kamis, 03 Januari 2013

Gerakan 1000 Rupiah, Muslimat Jombang Himpun Dana hingga 300 Juta

Jombang, Pondok Darussalam Jatibarang. Kerja sama antara PC Muslimat NU Jombang dan Bank Jatim pada gerakan seribu rupiah telah berjalan satu semester. Dan alhamdulillah selama kurun waktu tersebut telah terkumpul uang sebanyak Rp311.112.616.

"Kami berharap gerakan seribu rupiah ini benar-benar bermanfaat bagi umat," kata Ny Hj Mundjidah Wahab, Rabu (14/9). Ketua PC Muslimat NU Jombang ini secara khusus menyelenggarakan rapat koordinasi dengan pengurus harian untuk membahas tindaklanjut kegiatan tersebut di kantor setempat, Jalan Juanda. Apalagi sebentar lagi akan memasuki bulan Muharram.

Gerakan 1000 Rupiah, Muslimat Jombang Himpun Dana hingga 300 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan 1000 Rupiah, Muslimat Jombang Himpun Dana hingga 300 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)


Gerakan 1000 Rupiah, Muslimat Jombang Himpun Dana hingga 300 Juta

"Dana yang sudah ada dapat digunakan untuk kegiatan Muharraman berupa pengobatan gratis, pemberian santunan kepada fakir miskin, manula serta kunjungan ke penjara anak dan perempuan," pesan Ibu Mundjidah, sapaan akrabnya. Seluruh kegiatan tersebut sebisa mungkin melibatkan kepengurusan yang ada, lanjutnya.

Pondok Darussalam Jatibarang

Seperti diketahui, gerakan seribu rupiah yang digagas PC Muslimat NU Jombang sudah berjalan 6 bulan sejak digulirkan Maret hingga Agustus lalu. Dan sesuai kesepakatan, seluruh kepengurusan PAC dan Ranting Muslimat NU di Jombang akan mendapatkan prosentase dari gerakan tersebut. Lebih detil, PP Muslimat NU memperoleh 5 persen, disusul kepengurusan secara berjenjang PW (10 persen), PC (15 persen), PAC (20 persen), Ranting (20 persen) dan tertinggi sebanyak 30 persen adalah dimiliki kepengurusan Anak Ranting

Pondok Darussalam Jatibarang

Menurut Ibu Chumaiyyah Noor, uang masuk dari bulan Maret hingga Agustus sebanyak Rp311.112.616 dan pada September ini akan ditransferkan ke seluruh PAC dan Ranting sesuai prosentase yang disepakati bersama. "Jadi seluruh proses dan sistem pengambilan uang lewat bank, saya tidak pernah pegang uang sepeserpun karena sistemnya seperti itu," kata Bendahara PC Muslimat NU Jombang ini.

Selanjutnya PC Muslimat NU Jombang akan memberi reward atau penghargaan kepada PAC yang anggotanya paling banyak. "Untuk tahap pertama ini, PAC Mojowarno memperoleh dana sebesar Rp. 34.475.000, kemudian Diwek sebanyak Rp23.651.000,- dan Jombang Kota Rp22.421.000" rincinya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71228/gerakan-1000-rupiah-muslimat-jombang-himpun-dana-hingga-300-juta

Minggu, 11 November 2012

Kunci Ngaji Al-Quran Menurut Kyai Arwani

Pondok Darussalam Jatibarang - KH Arwani Amin Kudus Rahimahullah pernah memberikan wejangan kepada santri-santrinya. Berikut pesan KH. Arwani Amin:

Kunci Ngaji Al-Quran Menurut Kyai Arwani - Pondok Darussalam Jatibarang
Kunci Ngaji Al-Quran Menurut Kyai Arwani - Pondok Darussalam Jatibarang


Kunci Ngaji Al-Quran Menurut Kyai Arwani

Kuncine Ngaji Al Qur'an iku ono telu: 1. Ojo nyawang sopo gurune (Jangan melihat siapa gurunya)

Kunci Ngaji Al-Quran Menurut Kyai Arwani - Pondok Darussalam Jatibarang
Kunci Ngaji Al-Quran Menurut Kyai Arwani - Pondok Darussalam Jatibarang


Kunci Ngaji Al-Quran Menurut Kyai Arwani

2. Ora usah isin karo umur (Jangan malu karena umur)

3. Suwe waktune (lama waktu tempuhnya)

------------------ Ora gelem ngaji Al Qur'an mergo pangkat/kedudukan gurune luwih rendah? Gusti Kanjeng Nabi Muhammad Saw iku muride malaikat Jibril As ing babakan Wacan Al Qur'an. Beliau ora isin ngaji Al Qur'an (musyafahah) marang Malaikat Jibril senajan secara pangkat derajat/kedudukan malaikat Jibril as iku luwih rendah.

Artinya: Tidak boleh ada lagi alasan tidak mau mengaji al Qur'an karena kedudukan guru lebih rendah. Nabi Muhammad saw saja tidak malu mengaji alquran kepada malaikat jibril walaupun derajat Rasululloh jauh diatas malaikat Jibril. KH Arwani Amin Kudus (Sarung putih) diapit oleh KH. Rofiq Hadziq alm (kanan)

dan KH. Ahmad Manshur alam (kiri). Dok. Madrasah TBS Kudus

Males ngaji Al Qur'an mergo umur wis Tua? Gusti kanjeng Nabi Muhammad Saw iku mulai ngaji Al Qur'an marang malaikat Jibril as umur 40 tahun.

Artinya: Tidak boleh ada lagi alasan tidak mau mengaji Al Qur'an karena umur sudah tua. Nabi Muhammad saja mulai belajar al Qur'an kepada malaikatJibril pada umur 40 tahun.

Isin ngaji Al Qur'an mergo suwe waktune? Kanjeng Nabi Saw ora pernah ngrasa isin (minder) ngaji Al Qur'an marang malaikat Jibril as awit beliau Saw umur 40 tahun tekane 63 tahun (wafat).

Artinya: Tidak boleh ada lagi alasan tidak mau mengaji al Qur'an karena waktunya lama. Nabi Muhammad saja menerima wahyu al Qur'an 23 tahun lamanya. [Pondok Darussalam Jatibarang]

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/kunci-ngaji-al-qur-menurut-kyai-arwani.html

Senin, 20 Agustus 2012

Gus Mus Menyalati Mayit Tionghoa Non Muslim, Ini Ceritanya

Gus Mus. Sumber: Tempo Pondok Darussalam Jatibarang - Suatu hari, seorang warga Tionghoa beragama non muslim sowan ke kediaman KH Musthofa Bisri (Gus Mus), kiai kharismatik asal Rembang Jawa Tengah. Warga Tionghoa non muslim tadi masih tetangga sekaligus sahabat dekatnya Gus Mus.

Cina: Pak Kiai, ayah kami sore ini telah meninggal, nah tadi kami sekeluarga telah sepakat untuk meminta tolong pada pak kiai untuk menshalati jenazah ayah kami.

Gus Mus Menyalati Mayit Tionghoa Non Muslim, Ini Ceritanya - Pondok Darussalam Jatibarang
Gus Mus Menyalati Mayit Tionghoa Non Muslim, Ini Ceritanya - Pondok Darussalam Jatibarang


Gus Mus Menyalati Mayit Tionghoa Non Muslim, Ini Ceritanya

Gus Mus: (tanpa pikir panjang langsung menjawab) Ooo...Yooh, menko tak mrono....! (Ooo....ya, nanti saya datang!)

Lantas Gus Mus memanggil santri santrinya agar segera mendatangi rumah duka dan mendekati jenazah.

Gus Mus: Ayo segera kita sholat!

Pondok Darussalam Jatibarang

Santri: Shalat apa, Kiai? Bukankah menyalati orang non muslim itu haram kiai?

Gus Mus: Shalat Ngasar to yooo! (Shalat Ashar to ya)

Pondok Darussalam Jatibarang

Santri: He he... lha itu mayitnya bagaimana?

Gus Mus: Hallah, junjung pindahno ning mburi kono kan berresss! (Hallah, angkat pindahkan ke belakang sana kan juga bisa)

Santri: Ooo njih kiai!

Selesai Sholat, tuan rumah komplain ke Gus Mus.

Cina: Pak Kiai, biasanya orang menshalati jenazah itu jenazahnya ditaruh di depan. Lha ini kok ditaruh dibelakang?

Gus Mus: Yang ditaruh di depan itu yang sudah ngerti jalan! Lha karena ayahmu belum apal jalan, maka ditaruh belakang!

Cina: He he...Oo gitu tooo..nggeh nggeh kiai. Maturnuwun.

Kisah Gus Mus menyalati mayit Cina non muslim ini diceritakan oleh KH Shorofuddin, santrinya Gus Mus. Jadi, teladan ini adalah cara ala kiai menjaga perasaan tetangga. Walau non muslim, mereka tetap manusia yang harus dihormati. [Pondok Darussalam Jatibarang]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/gus-mus-menyalati-mayit-tionghoa-non-muslim-ini-ceritanya.html

Rabu, 11 April 2012

Kiai NU Dihujat Itu Biasa, Hanya Sejarah yang Terulang Saja

Pondok Darussalam Jatibarang - Para pemuda NU, mari tetap rapatkan barisan, ikutilah dawuh-dawuh para kiai sepuh kita. Janganlah jalan sendiri-sendiri, apalagi memisah diri dan merendahkan diri dengan menghina para ulama NU. Itu sama akibatnya dengan pepatah Arab yang artinya, "kambing yang terpisah dari kelompoknya, ia akan mudah dicaplok serigala".

Di tahun 1952, NU yang dipimpin KH. Wahab Hasbullah menyatakan keluar dari Masyumi karena kecewa dengan politisi-politisi Masyumi yang telah merendahkan ulama-ulama pesantren, yang menurut mereka tidak mengerti apa-apa tentang politik.

Kiai NU Dihujat Itu Biasa, Hanya Sejarah yang Terulang Saja - Pondok Darussalam Jatibarang
Kiai NU Dihujat Itu Biasa, Hanya Sejarah yang Terulang Saja - Pondok Darussalam Jatibarang


Kiai NU Dihujat Itu Biasa, Hanya Sejarah yang Terulang Saja

Selain itu, kekecewaan NU karena posisi menteri agama yang sejak awal milik NU, diberikan kepada Muhammadiyah. Sementara suara terbesar Masyumi berasal dari warga nahdliyin. Akibat keputusan itu, tak pelak NU dituduh sebagai pemecah belah umat dan Mbah Wahab dituduh sebagai gila jabatan.

Baca juga: Menghina Ketum PBNU dan Ulama, Kader HMI Ini Dipolisikan Ansor

Terbukti akhirnya tuduhan itu berakibat fatal. Pada pemilu 1955, suara Masyumi benar-benar anjlok di titik nadir. NU menempati posisi ketiga dalam pemilu 1955, pas di bawah posisi PNI baru Masyumi. Sementara posisi nomor 4 adalah PKI. Tak lama setelah itu, Masyumi dibubarkan oleh Seokarno karena beberapa tokohnya terlibat PRRI/ Permesta. Bahkan hingga kini Masyumi tak pernah hidup lagi. Mati, sirna.

Kontroversi NU berlanjut. NU di bawah Mbah Wahab, pada era demokrasi terpimpin, bergabung dengan koalisi Nasakom (nasionalis diwakili PNI, agama diwakili NU, dan komunis diwakili PKI) yang digagas oleh Soekarno. Lagi-lagi NU dicerca dan dicaci maki. Bahkan kiai-kiai NU disebut kiai Nasakom.

Mereka tidak tahu bahwa ijtihad NU waktu itu adalah untuk keberadaan PKI di pemerintahan Seokarno supaya tidak mendominasi kebijakan. Terbukti, setelah peristiwa G30S/PKI, NU menjadi ormas paling depan yang mengganyang PKI dengan tokoh mudanya, Subhan ZE. Lagi-lagi, NU tidak terbukti berideologi PKI.

Selanjutnya, di zaman Gus Dur, NU lebih kontroversial lagi. Saat peristiwa Tanjung Priok tahun 1984, militer di bawah kendali LB Murdani menembaki umat Islam Tanjung Priok hingga menimbulkan ratusan korban. Protes terjadi dimana-mana, bahkan hampir mengarah pada kerusuhan nasional. Tapi, Gus Dur saat itu justru membawa LB Murdani mengunjungi pesantren-pesantren NU.

Gus Dur berpendapat, jika situasi tidak segera diredam, maka korban dari umat Islam akan bertambah besar lagi. Waktu itu posisi Soeharto sedang kuat-kuatnya. Berani melawan Soeharto berarti mati. (Baca juga: Kisah Tombak Trisula Gus Dur kepada LB Moerdani)

Atas kebijakan kontroversial itu, tak pelak Gus Dur mendapat hujatan dan cacian dari sana sini, bahkan dari warga NU sendiri. Gus Dur sempat dituduh telah murtad karena telah membela orang kafir Murdani.

Demi menjaga keutuhan bangsa ini, kita tak usah heran jika NU selalu jadi sasaran hujatan, cercaan, dan fitnah. Tidak perlu kaget jika ulama-ulama NU dicaci maki, karena dalam setiap pengorbanan selalu ada caci maki, hujatan, dan fitnah yang mengiringi.

NU besar karena ia sudah teruji dengan pelbagai macam cacian demi menjaga keutuhan bangsa ini. Jika hari ini NU dan ulama-ulama nya dihujat, dicaci maki, difitnah, dibully, ini hanya sejarah yang berulang. Jadi biarkan saja. Sebab, sebagaimana Gus Dur pernah mengatakan, "biarlah nanti sejarah yang akan membuktikan". [Pondok Darussalam Jatibarang]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/kiai-nu-dihujat-itu-biasa-hanya-sejarah-yang-terulang-saja.html

Senin, 04 April 2011

Ramalan Gus Dur Tentang Fitnah Kepada NU di Zaman Kiai Said Agil Ketum

Pondok Darussalam Jatibarang - Kepada KH. Sa'id Agil Siradj (Ketua Umum PBNU sekarang), dulu KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah berkata, "Pak Said, sampeyan besok akan menjadi Ketua Umum PBNU. Tapi pada saat kepemimpinan sampeyan, NU akan mengalami badai fitnah yang besar, bahkan dahsyat."

Gus Dur terdiam sambil memandang ke Pak Said yang juga terdiam mendengar wejangan Gus Dur tersebut yang sebelumnya tidak disangka sama sekali. "Tapi sampeyan tidak usah khawatir karena fitnah itu cuman sebentar dan NU akan menemukan lagi kejayaannya," sambung Gus Dur yang disambut tawa keduanya.

Sekarang ini bisa kita lihat kebenaran dari ucapan-ucapan Gus Dur. Nyatanya, Pak Said jadi Ketua Umum PBNU dan juga terkena fitnah yang terus-menerus dilancarkan ke NU. Mulai dari tuduhan syirik, liberal, kafir, bid'ah, syiah, sampai sebutan setan.

Ramalan Gus Dur Tentang Fitnah Kepada NU di Zaman Kiai Said Agil Ketum - Pondok Darussalam Jatibarang
Ramalan Gus Dur Tentang Fitnah Kepada NU di Zaman Kiai Said Agil Ketum - Pondok Darussalam Jatibarang


Ramalan Gus Dur Tentang Fitnah Kepada NU di Zaman Kiai Said Agil Ketum

Ada yang diutarakan secara nyata dan kasar, ada juga yang melalui kiasan-kiasan. Yang dahsyat adalah fitnah dan tuduhan keji dari dalam dalam tubuh NU sendiri, yakni orang-orang yang mengaku NU tapi sejatinya mereka merusak NU. Naudzubillah.

Pondok Darussalam Jatibarang

Pada zaman Kiai Said inilah, NU hidup dalam zaman yang disebut Nabi Muhammad sebagai katsural qalam (banyak pena) sehingga banyak juga kalam (ucapan) yang mudah ditulis dan disebar tanpa tanggungjawab. Kiai dihina, orang tua kanjeng Nabi disebut masuk neraka, amalan ulama sholihin disebut syirik, orang NU kembali disebut ahli bid'ah dan quburiyyun.

Pondok Darussalam Jatibarang

Fitnah zaman netizen mirip zaman NU di tahun awal-awal berdiri. Banyak musuh sana-sini. Terutama mereka yang suka mengafirkan yang menghardik umat islam ahlus sunnnah wal jamaah, bukan ahlus sunnah saja. Utamanya lagi, mereka yang ingin merongrong kedaulatan NKRI.

Tapi yakinlah bahwa fitnah yang menimpa NU hanya sesaat. Dan akan menemukan kembali sejarah terangnya, sebagaimana dikatakan Gus Dur. [Pondok Darussalam Jatibarang]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/prediksi-gus-dur-tentang-fitnah-kepada-nu-di-zaman-kiai-said-jadi-ketum.html

Sabtu, 26 Juni 2010

Tak Mau Cobot Jilbabnya, Auliya Batal Ikut Pertandingan Karate se Jatim

Pondok Darussalam Jatibarang - Harapan Aulia, siswi SMPIT Harapan Umat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, untuk ikut bertanding dalam ajang bela diri tingkat provinsi Jawa Timur, kandas lantaran diduga karena ia memakai jilbab.

Siang malam berlatih, harus batal bertanding dalam laga yang digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Magetan, Jawa Timur (Jumat, 23/12/2016). Aulia saat itu diminta panitia untuk melepas jilbab yang dipakainya dan menggantikan dengan penutup kepala yang terbuka lehernya jika ingin berpartisipasi dalam kompetisi terebut. Namun, Aulia menolak karena penutup kepala tersebut dinilai tidak menutup keseluruhan auratnya.

Tak Mau Cobot Jilbabnya, Auliya Batal Ikut Pertandingan Karate se Jatim - Pondok Darussalam Jatibarang
Tak Mau Cobot Jilbabnya, Auliya Batal Ikut Pertandingan Karate se Jatim - Pondok Darussalam Jatibarang


Tak Mau Cobot Jilbabnya, Auliya Batal Ikut Pertandingan Karate se Jatim

"Peserta yang lain yang sebelumnya berjilbab, mulai melepas jilbabnya satu per satu. Tapi anak itu (Aulia) perlahan dengan air mata menggenang di pelupuk, ia melangkah meninggalkan arena pertandingan," terang Janan, guru Auliya, sebagaimana dikutip Pondok Darussalam Jatibarang dari situs RMOL, Senin (26/12).

Atas insiden tersebut, seorang pengajar di Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat, bernam,a Maimon Herawati, menulis kritik dan keprihatinan kepada Auliya lewat akun media sosial Facebook. Ini statusnya.

Pondok Darussalam Jatibarang

------------ Jumat, 23 Desember 2016, Magetan. Aulia bersiap mengikuti perlombaan Karate se-Jatim di GOR Magetan. Siswi Smpit Harapan Umat Ngawi ini mengenakan sabuk biru. Bersama Aulia, ada beberapa siswa lain yang juga berjilbab.

Menjelang pertandingan, juri memeriksa calon peserta. Saat itu, juri meminta peserta membuka jilbab. Aulia tercekat dan tercenung. Rekan peserta berjilbab lainnya membuka jilbab mereka. Aulia memilih meninggalkan lapangan. "Ya udah. Nggak bisa [bertanding]."

Pondok Darussalam Jatibarang

Mengapa? "Kan dalam agama nggak boleh membuka aurat," jelas gadis cilik ini saat saya telpon baru saja.

Ada rasa sedih, itu pasti. Siang malam Aulia berlatih sekuat tenaga. Berangkat latihan pagi pagi sekali, lalu pulang menjelang dzuhur. Istirahat sejenak lalu pergi latihan lagi, dan baru kembali pulang jam setengah sembilan malam. Setiap hari.

Guru Aulia, Pak Ustadz Janan Farisi yang menulis tentang Aulia ini, bercerita kalau pihak official sudah berusaha protes pada juri. Tapi, tidak berhasil. Aulia didiskualifikasi karena tidak mau membuka jilbabnya.

Gadis cilik 13 tahun yang bercita-cita ingin menjadi dokter ini melantunkan doa dalam kesedihannya, semoga Allah ganti [pertandingan gagal karena mempertahankan jilbab ini] dengan yang lebih baik.

Engkaulah petarung sesungguhnya, Nak. Dan engkau telah menjadi juara. ---------------

Kini, Auliya hanya pasrah dan tetap berlatih karate meskipun dia tidak bisa bertanding pada saat itu. [Pondok Darussalam Jatibarang]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/tak-mau-copot-jilbabnya-auliya-batal-ikut-pertandingan-karate-sejatim.html

Jumat, 26 Februari 2010

Presiden Jenguk dan Doakan KH Hasyim Muzadi

Jakarta, Pondok Darussalam Jatibarang. Presiden Joko Widodo menjenguk anggota Dewan Pertimbangan Presiden KH Hasyim Muzadi dan mendoakan agar sesepuh Nahdlatul Ulama itu segera sembuh.

"Kita menengok Pak Kiai Haji Hasyim Muzadi. Kita semuanya berdoa beliau dapat segera diberi kesembuhan secepatnya," kata Jokowi di kediaman Kiai Hasyim di Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Rabu.

Presiden Jenguk dan Doakan KH Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jenguk dan Doakan KH Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)


Presiden Jenguk dan Doakan KH Hasyim Muzadi

Presiden tiba di kediaman Kiai Hasyim sekitar pukul 10.00 WIB dan menjenguk selama sekitar 45 menit.

Presiden yang datang bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo disambut oleh istri dan anak-anak Kiai Hasyim.

Pondok Darussalam Jatibarang

Kondisi kesehatan mantan Ketua Umum PBNU tersebut menurun dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Lavalette.

Pondok Darussalam Jatibarang

Setelah dirawat beberapa hari, kondisi kesehatannya pun membaik dan diperbolehkan pulang ke kediaman di Lowokwaru.

Kediaman Kiai Hasyim juga berdampingan dengan Pondok Pesantren Al Hikam yang didirikan dan diasuh olehnya.

Sejumlah santri mengaku prihatin atas kondisi kesehatan Hasyim.

"Kalau pak kiai sosoknya itu yang jelas menjadi panutan di para santri. Kemudian kalau sama santri itu perhatiannya tinggi," kata Ketua Organisasi Santri Pesantren Mahasiswa Al Hikam, Malang Marzuki Nur Syamsuri (21) kepada Antara.

Marzuki kerap mengingat pesan-pesan yang diberikan oleh pimpinan Ponpesnya itu mengenai kehidupan dan perdamaian.

"Kami sangat berharap kesembuhan bapak, karena pondok sendiri masih sangat membutuhkan bimbingan dari pak Kiai," ujar Marzuki. (Antara/Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76146/presiden-jenguk-dan-doakan-kh-hasyim-muzadi

Rabu, 25 Februari 2009

Doa Ijazah Cepat Hamil

Pondok Darussalam Jatibarang - Bagi Anda ingin cepat hamil, yang masih mengandung, yang divonis dokter tidak bisa memiliki keturunan karena mandul, silahkan membaca doa cepat memiliki keturunana di bawah ini, sebagaimana diriwayatkan ijazahnya dari Ummi Salim, istri dari Guru Mulia, Sayyid Alwalid Habib Umar bin Hafidz.

Doa Ijazah Cepat Hamil - Pondok Darussalam Jatibarang
Doa Ijazah Cepat Hamil - Pondok Darussalam Jatibarang


Doa Ijazah Cepat Hamil

1. Bacalah istighfar 10.000 kali setiap hari, selama 1 minggu. Boleh dicicil, dengan syarat menghadap kiblat dan dalam keadaan berwudhu'.

2.Bacalah surat Al-Fatihah 41 kali setelah sholat sunnah fajar (sebelum sholat subuh) selama 40 hari. Agar genap 40 hari, perempuan dianjurkan mengkonsumsi obat penunda haid.

Untuk menguatkan kehamilan dan tak gugur, ada ijazah dari Guru Mulia Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz untuk membaca "Yaa Hasiib" 7 kali setelah melaksanakan shalat wajib (sambil mengelus perut).

Adab bagi wanita hamil

Para salafus sholeh mendidik anak-anak mereka semenjak dari kandungan dengan cara mengajak istrinya di waktu hamil untuk selalu melakukan amalan-amalan baik, misalnya membaca Al-Qur'an hingga hatam berkali-kali, bersholawat, dberzikir dan selalu mendo'akan anak yang dikandung dengan harapan supaya menjadi anak yang sholeh, qurrotul 'ain Rasulullah shollallaahu alaihi wasallam, berbakti kepada orang tuanya, mengikuti jejak para salafus sholeh, menjadi orang yang bermanfaat dalam agama, untuk dirinya dan umat Islam.

Doa wanita hamil

Do'a buat wanita hamil, diantarannya adalah sebagai berikut:

بسم الله الرّحمن الرّحيم اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد، اللَّهُمَّ احْفَظْ وَلَدِيْ مَا دَامَ فِيْ بَطْنِي وَاشْفِهِ مَعَ أُمَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ نَبِيِّكَ وَ رَسُوْلِكَ، أَنْتَ شَافٍ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاءُكَ شِفَاءً عَاجِلاً لاَيُغَادِرُ سَقَمًا، اللَّهُمَّ صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِيْ صُوْرَةً حَسَنَةً، وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَ بِرَسُوْلِكَ، اللَّهُمَّ أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِيْ وَقْتَ وِلاَدَتِيْ سَهْلاً وَ سَلِيْمًا فِيْ الدُّنْيا و الآخرة، و تقبل دعاءنا كما تقبلت دعاء نبيك و رسولك سيدنا محمد صلى الله عليه و آله و سلم، اللهم احفظ الولد الذي أَخْرَجَكَ مِنْ عَالَمِ الظَّلاَمِ إِلَى عَالَمِ النُّوْرِ وَ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً عَاقِلاً لَطِيْفَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ شَهِيْدًا وَ مُبَارَكًا و َعَالِمًا وَ حَافِظًا مِنْ كَلاَمِكَ اْلمَكْنُوْنِ وَكِتَابِكَ الْمَحْفُوْظِ، اللّهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَ صَحِّحْ جَسَدَهُ وَأَفْصِحْهُ لِقِرَاءَةِ اْلقُرْآنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَبْرًا مِنَ اْلمَرَضِ وَ اْلأَسْقَامِ وَالْعَطَشِ بِبَرْكَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلهِ وَ سَلَّمَ وَ جَمِيْعِ اْلأَنْبِيَاءِ وَ اْلمُرْسَلِيْنَ وَ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ، إِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَا، وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اْلحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.آمين

Do'a di atas dibawaca sehabis shalat lima waktu, setiap hari. Ini ijazah dari Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf.

(Baca juga: Panduan Buku Cepat Hamil)

Untuk menghindari keguguran, ada doa yang bisa diamalkan, sebagaimana diriwayatkan ijazahnya dari Al Habib Ahmad bin Hasan Al Athos dalam kitab Tadzkirun Nas. Bacalah Ya Hasib (يا حسيب) hingga 7 kali sembari meletakkan tangan Anda (calon ibu) di atas perut yang sedang hamil besar itu. Bacanya tiap-tiap selesai melaksanakan kewajiban shalat 5 waktu,

Adapun do'a untuk memudahkan proses kelahiran, sebagaimana yang disebutkan dalam Kitab Al-Adzkar dari hadist Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam dan diamalkan salafus sholeh adalah membaca Ayat Kursi, ini:

اللهُ لآَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ و َلاَ نَوْمُُ، لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَ مَا فِي اْلأَرْضِ، مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَ مَاخَلْفَهُمْ و َلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَ اْلأَرْضَ، و َلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا و َهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم.

Lalu bacalah ayat di bawah ini hingga 3 kali:

إِنَّ رَبَّكُمُ اللهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ و الأرض في ستة أيام ثم استوى على العرش. يغشي الليل و النهار يطلبه حثيثا و الشمس و القمر و النجوم مسخرات بأمره. الا له الخلق و الأمر. تبارك الله رب العالمين x٣

Kemudian bacalah surat Al-Ikhlas, mu'awwidzatain dan Al-Fatihah:

بسم الله الرحمن الرحيم قل هو الله أحد، الله الصمد، لم يلد و لم يولد، و لم يَكُـنْ لَهُ كُفُـوًا أَحَـدٌ.

بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ، و َمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، و َمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، و َمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد.

بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الذي يوسوس في صدور الناس، من الجنة و الناس.

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين، الرحمن الرحيم، مالك يوم الدين، إياك نعبد و إياك نستعين، اهدنا الصراط المستقيم، صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم و لا الضآلين. آمين

Kemudian perbanyaklah do'a al-karb di bawah ini:

لا إله إلا الله اْلعَظَيم الحليمِْ، لا إله إلا الله رب العرش العظيم، لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَ الأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ.

Bagi suami dianjurkan memperbanyak bacaan do'a di bawah ini ketika muncul tanda-tanda akan melahirkan dari istrinya tersebut, silakan:

حنا ولدت مريم، مريم ولدت عيسى أخرج أيها المولود بإذن الملك المعبود.

Apabila bayi lahir, maka lakukanlah apa yang pernah dilaksanakan Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam, yaitu adzan di telinga kanan dan iqomat di telinga kiri, kemudian dilanjut membaca surat Al Ikhlas:

بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُل ْهُوَ اللهُ أَحَـدٌ. اَللهُ الصَّمَـدُ. لَمْ يَلِـدْ وَلَمْ يوْلَـدْ. وَلَمْ يَكُـنْ لَهُ كُفُـوًا أَحَـدٌ.

Di antara amalan salafunas shaleh adalah membacakan Surat Al-Qadr sebanyak 3 kali sambil tangan Bapak atau ibunya diletakkan di atas kepala anak atau bayi yang baru lahir itu, kemudin dilanjut membaca

Alam Nasyroh dalam posisi tangan terletak di dada bayinya. Ini bunyi Alam Nasyroh:

بسم الله الرحمن الرحيم ألم نشرح لك صدرك، و وضعنا عنك وزرك، الذي أنقض ظهرك، و رفعنا لك ذكرك، فإن مع العسر يسرا، إن مع العسر يسرا، فإذا فرغت فانصب، و إلى ربك فارغب.

Demikian doa-doa agar cepat hamil serta tips hamil untuk mendoakan agar ketika melahirkan diberikan kemudahan oleh Allah dan mendapatkan keberkahan anak sholeh. Insyaallah semoga bermanfaat. Bagi Anda yang ingin mengamalkan ijazah-ijazah di atas, silakan ketik "Qobiltu (saya terima)" di kotak komentar di bawah ini. [Pondok Darussalam Jatibarang]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/doa-ijazah-cepat-hamil.html

Senin, 25 Juli 2005

Menyikapi Duka Ala Muhammad

Manusia hidup di dunia tidak akan pernah terlepas dari berbagai musibah yang datang silih-berganti, musibah tersebut tentunya akan membuat hati kita berduka dan terluka. Allah Swt. tidak hanya memberikan kenikmatan secara kasap mata, tetapi juga memberikan cobaan-cobaan untuk menguji semua makhluk-Nya, walaupun pada hakikatnya cobaan-cobaan tersebut juga termasuk sebuah kenikmatan dari Allah yang patut kita syukuri.

Orang-orang yang sadar akan sangat bersuyukur ketika Allah menguji mereka, karena dengan ujian tersebut berarti Allah masih peduli dengan keberadaan mereka di muka bumi. Semakin berat ujian yang menimpa maka semakin tinggi derajat kita di sisi-Nya, akan tetapi semua itu kembali pada diri kita sendiri, bagaimana diri kita bisa menghadapi ujian-ujian tersebut dengan hati lapang dan semakin mendekatkan diri kita kepada-Nya. Namun, jika datangnya musibah itu dianggap sebagai teror dari Allah sehingga kita merasa tidak terima akan ketentuan Allah yang telah ditakdirkan kepada kita, bahkan sampai mengeluarkan kata-kata yang menyebabkan diri kita keluar dari Islam, maka bukan derajat tinggi yang kita peroleh akan tetapi kemurkaan Allah yang akan menemani hari-hari kita (naudzu billahi min dzalik).

Menyikapi Duka Ala Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyikapi Duka Ala Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)


Menyikapi Duka Ala Muhammad

Ketika kita ditimpa suatu musibah terkadang tebersit di hati kita, mengapa aku ditimpa musibah seberat ini? Kenapa Tuhan begitu tega membiarkan aku menderita seperti ini? Apakah Tuhan sudah tidak kasihan kepadaku? Padahal tak sepantasnya kita seperti itu, karena hal tersebut dapat menyeret kita pada kemurkaan Allah. Karena Allah tidak akan memberi suatu ujian kepada manusia di luar kemampuannya.

Musibah bukan sesuatu yang tidak mungkin terjadi pada kehidupan manusia, hal tersebut sudah barang tentu menimpa masing-masing manusia yang masih bernyawa, sehingga dapat dikatakan bahwa kita tidak mungkin dan tidak akan bisa menghindar dari musibah. Dari hal itu, kita harus menyiapkan diri untuk bisa mengatasi dan menghadapi setiap musibah dengan hati yang tulus dan penuh ikhlas, seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Kehidupan Rasulullah penuh dengan penderitaan dan penyiksaan, namun beliau menjalaninya dengan lapang dada sehingga beliau diangkat menjadi manusia nomor satu di muka bumi.

Pondok Darussalam Jatibarang

Abdul Wahid Hasan, penulis asal Sumenep menyusun sebuah buku tentang kisah kehidupan Rasulullah yang penuh dengan luka dan duka. Buku yang berjudul Kala Rasul Berduka tersebut memberikan banyak pelajaran tentang bagaimana sepak terjang Rasulullah menghadapi berbagai macam cobaan, penderitaan, penyiksaan sampai persoalan rumah tangga yang terus mewarnai kehidupan beliau.

Pondok Darussalam Jatibarang

Sejak masih bayi beliau sudah ditimpa musibah yang amat besar. Sebelum lahir, beliau sudah ditinggalkan untuk selama-selamanya oleh sang ayah tercinta, sehingga beliau tidak mengenali seperti apa wajah ayah yang wafat sejak beliau berusia enam bulan dalam kandungan. Menginjak usia enam tahun-an beliau kembali dilanda musibah yang sangat menyesakkan dada, di usia yang sangat muda beliau harus kehilangan ibu (Aminah) yang sangat menyayangi anak semata-wayangnya tersebut.

Pada usia tersebut beliau sudah menyandang status yatim piatu, hidup sebatang kara tanpa seorang ayah dan ibu di sampingnya, tanpa dekapan dan kasih sayang dari kedua orangtuanya, (halaman 15). Selanjutnya beliau diasuh oleh kakeknya sendiri (Abdul Muththalib) orang yang sangat berwibawa di mata masyarakat. Namun, beliau hanya mengasuh dan menumpahkan kasih sayangnya kepada cucu yang sangat dicintainya itu selama dua tahun, beliau juga menyusul putranya (Abdullah ibn Abdul Muththalib) dan menantunya (Aminah) menghadap Tuhan dalam usia 110 tahun, (halaman 26). Tentu Muhammad yang saat itu berumur delapan tahun merasa sangat terpukul atas kejadian itu, karena sang kakek sangat mencintainya dan memperlakukannya begitu istimewa.

Tidak berhenti di situ, ujian demi ujian terus beliau alami bersama bergulirnya waktu, beliau terus kehilangan orang-orang yang dicintainya yang menjadi pelindung baginya dari berbagai hal yang membahayakan. Mulai dari meninggalnya Abu Thalib (paman yang menjadi benteng pertahanan dan pelindung perjuangan), kepergian istri tercintaKhadijah al-Khubra (pelindung dan tempat berteduh yang damai), kepulangan Hamzah (paman yang menjadi pahlawan perkasa dalam memperjuangkan agama Islam), kematian putra-putrinya di usia yang sangat dini.

Selain itu beliau juga harus menerima cacian dan makian dari orang-orang yang tidak menyukainya. Lebih dari itu, siksaan secara fisik pun beliau rasakan. Gelombang perjalanan hidup Nabi ini sangat pahit dan menyedihkan. Persoalan rumah tangga juga turut menambah sesaknya dada, salah satunya tentang isu perselingkuhan Aisyah (istri Nabi) dengan sahabat Shafwan ibn Muathal al-Sulami al-Dzakwani, (halaman 203).

Namun, ujian-ujian tersebut tak membuat hati beliau berpaling dari Allah, tak tebersit sedikit pun rasa kecewa kepada Allah atas apa yang telah Dia berikan, apalagi sampai melontarkan kata-kata yang tak pantas diucapkan. Bahkan dengan beberapa kejadian tersebut membuat beliau semakin mendekatkan diri kepada sang Ilahi. Beliau menghadapinya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.

Dengan bahasa yang indah penulis suguhkan kepada pembaca dengan tiga pokok bahasan: Kehilangan Orang-Orang Terkasih, Ganasnya Serangan Musuh, dan Gelombang dalam Keluarga. Buku terbitan Mizan Pustaka ini lebih banyak mengisahkan kehidupan Rasulullah ketika ditimpa musibah. Selain itu penulis terkadang menjelaskan beberapa hikmah yang terkandung di balik datangnya musibah. Ayat Al-Quran dan Al-Hadits juga menambah kekompletan buku ini, berikut arti dan asbabun nuzul-nya.

Hadirnya buku setebal 251 halaman ini turut menyadarkan kita bahwa begitu besarnya perjuangan Nabi dalam menegakkan agama Allah, dan betapa lembutnya hati Nabi dalam menyikapi berbagai persoalan. Sekaligus buku ini mengajarkan tentang arti sebuah ketabahan dan kesabaran. Selamat membaca, semoga bermanfaat!!!

Data Buku

Judul : Kala Rasul Berduka

Penulis : Abdul Wahid Hasan

Penerbit : Mizan Pustaka

Cetakan I : Juni 2014

ISBN : 978-602-1337-19-6

Tebal : 251 halaman

Peresensi: Saiful Fawait, Mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur

Dari (Pustaka) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66161/menyikapi-duka-ala-muhammad

Pondok Darussalam Jatibarang

Kamis, 21 Juli 2005

Semarak Tadarus Al-Quran di Subulussalam Aceh

Subulussalam, Pondok Darussalam JatibarangSemaraknya suasana tadarusan membaca Al-Quran di Subulussalam, Aceh kian menambah nuansa bulan Ramadhan di wilayah ini. Kegiatan tadarusan dimulai setelah selesainya pelaksanaan shalat tarawih berjamaah di masjid.

Pada kegiatan tersebut, mulai dari anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) sampai ke kalangan kaum remaja, turut serta. Mereka pun membentuk lingkaran kelompok-kelompok tadarusan dan saling bergiliran membacakan ayat demi ayat di dalam kitab Al-Quran.

Semarak Tadarus Al-Quran di Subulussalam Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Tadarus Al-Quran di Subulussalam Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)


Semarak Tadarus Al-Quran di Subulussalam Aceh

Berdasarkan pantauan Pondok Darussalam Jatibarang di beberapa masjid, hampir seluruh mushalla dan masjid di wilayah Subulussalam, kegiatan tadarusan diramaikan oleh kalangan anak-anak usia sekolah dasar dan kalangan kaum remaja. Lantunan ayat-ayat suci terdengar membahana lewat corong mikropon, sambut-menyambut dan menggema dari masjid ke masjid sampai dini hari.

Pondok Darussalam Jatibarang

Kegiatan tadarusan ini merupakan rutinitas yang sudah membudaya di Subulussalam pada setiap kali bulan Ramadhan. Kelompok peserta tadarus menyelesaikan baca-bacaannya dari Surat Al-Fatihan hingga Juz Amma sebagai target untuk dikhatamkan di malam kedua puluh tujuh Ramadhan, karena malam itu adalah akhir puncak kegiatan tadarusan.

Seperti yang dilakukan oleh Malim Sabar Pardosi, seorang Kepala Desa di Dah, Kecamatan Runding, Subulussalam, Aceh, dimana ia selalu mengajak anak-anaknya untuk mengisi kegiatan tadarusan di masjid desanya, bahkan ia menunggu anak-anaknya sampai selesai melaksanakan tadarus.

Pondok Darussalam Jatibarang

"Saya melakukan ini, karena saya ingin anak-anak saya gemar dalam kegiatan-kegiatan religi (keagamaan)," tutur Malim Sabar kepada Pondok Darussalam Jatibarang, Senin malam (20/6).

Sementara itu, selain kegiatan tadarus juga ada hal menarik yang dapat ditemui setiap malam pelaksanaan tadarusan, yaitu tatingan-tatingan warga untuk orang-orang bertadarusan.

Tatingan-tatingan tersebut adalah makanan dan minuman yang dihantarkan oleh warga ke masjid. Tatingan-tatingan penganan ini pun juga berlangsung selama kegiatan tadarusan. (Nukman Suryadi Angkat/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69178/semarak-tadarus-al-quran-di-subulussalam-aceh

Pondok Darussalam Jatibarang

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Darussalam Jatibarang dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock