Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 September 2015

Gus Mus: Never involve NU in practical politics

Rembang, Pondok Darussalam Jatibarang. As followers of Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Nahdlatul Ulama (NU) has to pay more attention to both the NU identities and the organization rather than the interests of others.

Deputy General Chairman of the Advisory Board (Rais Aam) of NU KH Mustafa Bisri (Gus Mus) made the remarks at a religious gathering attended by thousands of Nahdliyin (NU followers), including NU administrators.

Gus Mus: Never involve NU in practical politics (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Never involve NU in practical politics (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Mus: Never involve NU in practical politics

At the gathering held by the Lasems chapter of NU at the Lasems Grand Mosque, Rembang, Central Java, on Sunday, Gus Mus called for the importance of Nahdliyin not to involve NU in any practical politics.

Pondok Darussalam Jatibarang

"As Nahdliyin and the followers of H.E. Hadratush Sheikh KH Hasyim Asyari, we must not involve NU in (any) practical politics that can disturb brotherhood among fellow Nahdliyin as organization (jamiyyah)," he said.

Gus Mus said, instead of involving itself pratical politics which is based on practical consideration, NU had long involved in civilized politics which is based on moral considerations.

Meanwhile, the organizing committee, Muhklis, explained, through this gathering the Nahdliyin were expected to have broad understanding in determining and taking political measures which are in line with the so-called Khittah (organization principles).

Pondok Darussalam Jatibarang

Reporting by Ahmad Asmui; Editing by Sudarto Murtaufiq

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47251/gus-mus-never-involve-nu-in-practical-politics

Pondok Darussalam Jatibarang

Rabu, 02 Januari 2013

Pelajar Jombang Ramaikan Halal Bihalal Sanlat BPUN Mata Air

Jombang, Pondok Darussalam Jatibarang. Puluhan pelajar dari berbagai SMA sederajat di Jombang, Jawa Timur, meramaikan halal bihalal alumni dan Manajer Kota/Kabupaten Pesantren Kilat Bimbingan Pelajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) se-Indonesia dihelat di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bahrul Ulum, Tambak Beras, Selasa (4/8).

Video mengenai BPUN yang berisi pesan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid, Menteri Ristek dan Dikti M Nasir, Anies Baswedan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan, serta gambaran apa dan bagaimana BPUN dipresentasikan dan mendapat aplaus luar biasa dari kurang lebih 500 audiens.

Pelajar Jombang Ramaikan Halal Bihalal Sanlat BPUN Mata Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Jombang Ramaikan Halal Bihalal Sanlat BPUN Mata Air (Sumber Gambar : Nu Online)


Pelajar Jombang Ramaikan Halal Bihalal Sanlat BPUN Mata Air

Kegiatan bertema "Reformulasi Program Pendampingan OSIS untuk SMA Sederajat" di Jombang merupakan hasil kerjasama Yayasan Mata Air, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Ansoruna dan menghadirkan musisi Noe Letto.

"Kami terpanggil membantu IPNU, PMII dan GP Ansor yang merupakan keluarga besar Nahdlatul Ulama," ujar Muhammad Abdul Idris, Manajer Eksekutif Program Mata Air Foundation.

Pondok Darussalam Jatibarang

Mata Air menurut dia, berusaha mendorong santri dan pelajar bisa memasuki Perguruan Tinggi Negri (PTN).

Pondok Darussalam Jatibarang

"BPUN bukan program biasa, bisa dikatakan berat, namun hasilnya maslahat," ujar dia lagi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, pengurus PC GP Ansor dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain dari Kota dan Kabupaten Malang, Kabupaten Ngawi dan Jember, Jawa Timur, Kabupaten Waykanan Lampung, Kabupaten Grobogan dan Batang Jawa Tengah, Bandung Jawa Barat. Ada pula alumni BPUN dari berbagai angkatan. Tenda terdiri dari enam plong tidak menampung peserta antusias menghadiri kegiatan tersebut. (Gatot Arifianto/Mukafi Niam)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61376/pelajar-jombang-ramaikan-halal-bihalal-sanlat-bpun-mata-air

Pondok Darussalam Jatibarang

Senin, 20 Agustus 2012

Gus Mus Menyalati Mayit Tionghoa Non Muslim, Ini Ceritanya

Gus Mus. Sumber: Tempo Pondok Darussalam Jatibarang - Suatu hari, seorang warga Tionghoa beragama non muslim sowan ke kediaman KH Musthofa Bisri (Gus Mus), kiai kharismatik asal Rembang Jawa Tengah. Warga Tionghoa non muslim tadi masih tetangga sekaligus sahabat dekatnya Gus Mus.

Cina: Pak Kiai, ayah kami sore ini telah meninggal, nah tadi kami sekeluarga telah sepakat untuk meminta tolong pada pak kiai untuk menshalati jenazah ayah kami.

Gus Mus Menyalati Mayit Tionghoa Non Muslim, Ini Ceritanya - Pondok Darussalam Jatibarang
Gus Mus Menyalati Mayit Tionghoa Non Muslim, Ini Ceritanya - Pondok Darussalam Jatibarang


Gus Mus Menyalati Mayit Tionghoa Non Muslim, Ini Ceritanya

Gus Mus: (tanpa pikir panjang langsung menjawab) Ooo...Yooh, menko tak mrono....! (Ooo....ya, nanti saya datang!)

Lantas Gus Mus memanggil santri santrinya agar segera mendatangi rumah duka dan mendekati jenazah.

Gus Mus: Ayo segera kita sholat!

Pondok Darussalam Jatibarang

Santri: Shalat apa, Kiai? Bukankah menyalati orang non muslim itu haram kiai?

Gus Mus: Shalat Ngasar to yooo! (Shalat Ashar to ya)

Pondok Darussalam Jatibarang

Santri: He he... lha itu mayitnya bagaimana?

Gus Mus: Hallah, junjung pindahno ning mburi kono kan berresss! (Hallah, angkat pindahkan ke belakang sana kan juga bisa)

Santri: Ooo njih kiai!

Selesai Sholat, tuan rumah komplain ke Gus Mus.

Cina: Pak Kiai, biasanya orang menshalati jenazah itu jenazahnya ditaruh di depan. Lha ini kok ditaruh dibelakang?

Gus Mus: Yang ditaruh di depan itu yang sudah ngerti jalan! Lha karena ayahmu belum apal jalan, maka ditaruh belakang!

Cina: He he...Oo gitu tooo..nggeh nggeh kiai. Maturnuwun.

Kisah Gus Mus menyalati mayit Cina non muslim ini diceritakan oleh KH Shorofuddin, santrinya Gus Mus. Jadi, teladan ini adalah cara ala kiai menjaga perasaan tetangga. Walau non muslim, mereka tetap manusia yang harus dihormati. [Pondok Darussalam Jatibarang]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/gus-mus-menyalati-mayit-tionghoa-non-muslim-ini-ceritanya.html

Jumat, 13 April 2012

Jangan Tinggalkan Doa Berbuka Puasa Hanya Karena Haditsnya Dhaif

Pondok Darussalam Jatibarang - Doa dalam segala keadaan adalah boleh, dianjurkan dan sangat baik. Allah bahkan memerintahkan hambaNya untuk berdoa memohon kepadaNya. Allah mewahyukan:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Jangan Tinggalkan Doa Berbuka Puasa Hanya Karena Haditsnya Dhaif - Pondok Darussalam Jatibarang
Jangan Tinggalkan Doa Berbuka Puasa Hanya Karena Haditsnya Dhaif - Pondok Darussalam Jatibarang


Jangan Tinggalkan Doa Berbuka Puasa Hanya Karena Haditsnya Dhaif

Dan Rabbmu berkata, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu." (QS, Ghafir: 60)

Pondok Darussalam Jatibarang

Rasulullah saw bahkan mengajarkan umatnya untuk memanfaatkan waktu-waktu mulia guna berdoa agar doa tersebut lebih terkabul dan menghasilkan pahala lebih besar.

Ramadhan secara keseluruhan adalah mulia, hanya saja ada waktu-waktu yang lebih mulia dan mustajab untuk berdoa, di antaranya adalah saat berbuka puasa. Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ

Pondok Darussalam Jatibarang

Sesungguhnya setiap orang yang berpuasa ketika berbuka memiliki doa yang mustajab. (Hadits Hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah)

Dalam berbagai riwayat disebutkan, setelah berbuka dengan beberapa butir kurma atau air, Rasulullah saw membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ

Duhai Allah, hanya untukMu aku berpuasa dan dengan rezekiMu pula aku telah berbuka. (Hadits Dhoif Diriwayatkan oleh Abu Dawud)

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الاْءَجْرُ إنْ شَاءَ الله

Dahaga telah sirna, urat-urat telah basah, dan insya Allah pahala pun telah diraih. (Hadits Hasan riwayat Abu Dawud)

Selain doa di atas, para sahabat juga mengarang doa sendiri saat berbuka. Karena itulah selain mengamalkan doa-doa yang diajarkan Nabi dalam berbagai riwayat, para sahabat juga mengarang doa sendiri ketika berbuka puasa. Sayidina ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash beliau setelah berbuka membaca doa berikut:

اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ ذُنُوْبِيْ

"Duhai Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu dengan berkat rahmatMu yang meliputi segala sesuatu, tolong ampuni semua dosaku." (Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi)

Adapun Sayidina ‘Abdullah bin Umar bin Khatthab setelah berbuka beliau membaca doa berikut:

يَا وَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ اِغْفِرْ لِيْ

"Duhai yang Maha Luas ampunanNya, tolong ampuni aku." (Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi).

Karena itu sungguh aneh jika ada orang yang mengajak kita meninggalkan doa yang berasal dari Rasulullah saw hanya karena haditsnya dloif, sementara mayoritas ulama menganjurkan untuk mengamalkan Hadits Dhaif sehubungan dengan keutamaan amal saleh dan doa salah satu di antaranya. Bahkan dalam hal doa, menyusun doa sendiri saja dianjurkan selama berdoa kebaikan. [Pondok Darussalam Jatibarang]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/jangan-tinggalkan-doa-berbuka-puasa-hanya-karena-haditsnya-dhaif.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Darussalam Jatibarang dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock