Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juli 2016

Khutbah Idul Fitri - Bangsa yang Cinta Damai

Khutbah idul fitri Oleh M. Rikza Chamami kali ini sangat bagus sekali karena idul fitri adalah momen yang sangat baik dalam menyampaikan sesuatu yang positif. Bersifat mengayomi dan ngadem-ngademi itulah kewajiban khotib idul fitri, karena setelah melaksanakan ibadah puasa selama 1 bulan maka ketika teks Khotbah idul fitri dibacakan maka menjadi sesuatu yang berkesan.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبركبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا. لا اله الا الله والله اكبر. الله اكبر ولله الحمد. الحمد لله انعمنا بختم رمضان الكرام، واعاد علينا بعيد الفطر العظام، اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له، شها دة تنجي قا ئلها من عذاب اخر الايام. واشهد ان محمدا عبده ورسوله، الذي نال رسول الختام. اللهم صل وسلم وبا رك على سيدنا محمد حاء الرحمة وميم الملك ودال الدوام، وعلى اله وصحبه وسلم. الله اكبر الله اكبر ولله الحمد. فيا معاشر المسلمين رحمكم الله، اتقو الله واعلموا ان يومكم هذا يوم عيد وسرور.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Marilah dalam kesempatan awal bulan Syawwal ini kita bersama-sama meningkatkan taqwa kita kepada Allah Swt dengan senantiasa melaksanakan segala perintahnya dan berusaha secara maksimal meninggalkan segala laranganNya. Sebab ketaqwaan inilah yang menjadi inti dari ibadah mulia selama menjalani puasa satu bulan penuh di bulan Ramadan “لعلكم تتقون”.

Rasa syukur yang terindah hadir di tengah-tengah kita dengan kalimat “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin” atas limpahan karunia berupa umur panjang dan kesehatan yang dapat mengantarkan kita menyelesaikan ibadah Ramadan dan hadir memuliakan Idul Fitri tahun 1437 H/2016 M ini. Nikmat ini menjadikan pertimbangan bagi kita untuk menjadi hamba Allah yang selalu rajin bersyukur. Allah berfirman dalam Surat Ibrahim ayat 7:

واذ تاذن ربكم لئن شكرتم لازيدنكم ولئن كفرتم ان عذابي لشديد

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Bulan Syawwal yang hadir di tengah kita merupakan bulan mulia. Di satu sisi kita sangat menanti dengan penuh harapan dan kegembiraan, sedangkan di sisi lain kita sedang bersedih ditinggalkan bulan Ramadan. Sehingga, Ramadan dan Syawwal ini menjadi masa transisi ibadah sekaligus menjadi ujian keistiqamahan kita dalam selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Bulan Syawwal bukan awal dari kemenangan dan kebebasan semata. Justru Syawwal menjadi pintu gerbang dalam menguji hamba Allah dalam menjalankan ibadah secara baik sebagaimana bulan Ramadan. Kalau itu mampu dilaksanakan, maka Syawwal benar-benar menjadi bulan peningkatan.

Dan Syawwal menjadi hari raya yang sangat bermakna. Sebab masih banyak orang yang ikut merayakan ‘idul fitri, tapi masih belum mampu istiqamah berpuasa. Banyak orang yang ikut berbaju baru, tapi tidak menjalani tarawih. Banyak orang yang ikut membagikan parsel dan ucapan “Selamat ‘idul fitri”, namun melepaskan amaliyah Ramadan.

Hari ini menjadi penegasan bagi kita, bahwa Syawwal kita jadikan momentum mulia dalam menjaga, melestarikan dan meneguhkan kehambaan kita kepada Allah Swt. Sebab kita semua hidup di dunia ini tujuan utamanya adalah ibadah. Tentunya ibadah yang kita lakukan bersama kelak menjadi bekal menghadap keharibaan Allah Swt. Allah berfirman dalam Surat Al Dzariyat ayat 56:

وما خلقت الجن والانس الا ليعبدون

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Di penghujung Ramadan, kita dikejutkan terjadinya Bom secara bergantian, baik di Turki, Madinah Al Munawarah dan Solo. Sungguh kejam sekali sebuah peristiwa yang merusak kesucian Ramadan sekaligus menjadi teror di awal bulan Syawwal.

Patut kita renungi bersama, bahwa setan yang telah dikunci rapat oleh Allah ternyata masih bisa lepas dengan menggoda para manusia yang belum bisa memaknai hakikat puasanya. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw, bahwa banyak orang yang rajin berpuasa, namun tidak memahami esensi puasa. Mereka hanya mendapatkan lelah dan dahaga belaka. Rasulullah bersabda:

كم من صائم ليس له من صيامه الا الجوع والعطش

“Banyak orang yang berpuasa, namun puasanya sia-sia. Kecuali hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga”

Mudah-mudahan kita semua dibebaskan oleh Allah Swt dari golongan yang demikian. Amin amin amin ya rabbal ‘alamin.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Ada empat pokok penting yang patut kita renungi bersama dalam menatap 11 bulan ke depan setelah ditinggalkan Ramadan. Ini semua menjadi bagian dari muhasabah atau renungan diri agar kita menjadi hamba Allah yang mampu menyandingkan kehidupan ukhrawi dan kehidupan duniawi kita.

Pertama, di penghujung bulan Ramadan memasuki bulan Syawwal, umat Islam dianjurkan untuk menunaikan rukun Islam berupa zakat. Hal yang paling inti dari zakat adalah penyucian diri. Dimana harta yang kita miliki perlu dibagikan kepada orang lain yang sangat membutuhkan. Disinilah Islam mendorong hidup secara bersama.

Yang kaya mengingat yang miskin dengan berbagi harta dan bendanya. Islam tidak mengajarkan kesombongan dengan menumpuk harta. Akan tetapi Islam mengajarkan untuk berbagi dengan term zakat, infaq dan shadaqah. Bahkan Rasulullah menyampaikan pesan bahwa:

صوم شهر رمضان معلق بين السماء والارض ولا يرفع الا بزكاة الفطر

“Puasa bulan Ramadan itu digantungkan antara langit dan bumi dan tidak akan diangkat (diterima pahalanya), kecuali dengan mengeluarkan zakat fitrah”.

Hadits ini memberikan penegasan bahwa betapa pentingnya kita berzakat yang terkecil, yaitu zakat fitrah dengan mengeluarkan beras 2,5 Kg (+ Rp.30.000). Sebab zakat fitrah itulah yang menyambungkan pahala Ramadan kita.

Dan patut dicatat, bahwa shadaqah menjadi salah satu tema khutbah Rasulullah Saw dalam khutbah ‘idul fitrinya. Oleh sebab itu, di pagi yang mulia ini kita bersama-sama berusaha untuk menjadi orang yang rajin mendermakan harta dan benda yang kita memiliki. Dengan usaha menjadi dermawan, maka secara otomatis kita mengharap sebagai orang yang kaya dan selalu ingat Allah dengan mendekat pada orang miskin. Rasulullah Saw bersabda:

اجتهدو يوم الفطر في الصدقة واعمال الخير والبر من الصلاة والزكاة

“Bersungguh-sungguhlah kamu sekalian pada hari berbuka (‘idul fitri) dalam bershadaqah dan melakukan amal-amal kebaikan dan kebajikan, berupa shalat dan zakat”.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Kedua, kembali berpuasa. Bahwa agama Islam mengajak kepada umatnya selalu berbuat baik dan tidak berlebih-lebihan. ‘Idul fitri memang hari kita bersenang-senang. Satu Syawwal memang menjadi momentum perayaan kemenangan menghadapi keberhasilan puasa sebulan.

Dan ‘idul fitri menjadi puncak kebahagiaan dengan sebutan “hari lebaran berbuka puasa”. Dan Allah juga melarang kita berpuasa di tanggal satu Syawwal sebagaimana sabda Rasulullah dari Sayyidatina ‘Aisyah: الفطر يوم يفطر الناس، والاضحى يوم يضحي الناس

“Hari raya ‘id itu adalah hari berbuka bagi para manusia. Dan hari raya ‘idul adlha adalah hari menyembelih kurban bagi para manusia”.

Ketika kita diperbolehkan makan (berbuka), maka pada tanggal 2 hingga 7 Syawwal, Nabi Muhammad mensunnahkan menjalankan puasa kembali. Hal ini sebagaimana sabda Nabi:

من صام رمضان ثم اتبعه ستا من شوَّال كان كصيام الدهر كله

“Barangsiapa berpuasa bulan Ramadan, kemudian dia lanjutkan dengan enam hari dari bulan Syawwal, maka seolah-olah ia perpuasa satu tahun penuh”.

Betapa indahnya Islam mengatur ibadah bagi para pemeluknya. Setelah orang berpuasa satu bulan penuh, diberi kesempatan berbuka sehari dan ada amalan sunnah kembali enam hari berpuasa. Ini menandakan bahwa Islam ini selalu melatih umatnya untuk tidak berlebih-lebihan dalam makan. Termasuk menjaga kesehatan tubuh dengan cara banyak berpuasa.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Ketiga, menggandakan amal shalih. Kehadiran bulan Syawwal ini jangan sampai membuat kita larut dan merasa bebas. Bebas karena tidak perlu bangun sahur, tidak perlu tarawih, tidak ada qiyamul lail dan tidak ada buka puasa. Justeru Syawwal menjadi ujian sangat berat. Ibarat ukuran orang mabrur atau tidaknya haji dilihat dari sepulang dari tanah suci. Maka kemaqbulan puasa, dapat dilihat bagaimana kehidupan kita di bulan Syawwal hingga Sya’ban yang akan datang.

Oleh sebab itu, tugas hidup kita dalam menatap dunia dan akhirat ini masih sangat panjang. Oleh sebab itu, amal shalih yang menjadi ladang pahala kita perlu tingkatkan. Usaha beramal baik ini menjadi satu-satunya bekal kita kelak menghadap Allah. Sebab kita tidak tahu kapan akan menghadap Allah.

Sepanjang nyawa masih ada, maka mari kita selalu berbuat baik pada siapapun. Jaga lisan kita dari berkata kotor. Jaga diri kita dari maksiyat dan dekatkan kita pada Allah dengan selalu berdzikir. Dan dekatkan kita pada Rasulullah dengan bershalawat.

Besok di hadapan Allah yang bersaksi atas apa yang kita kerjakan bukan mulut kita. Tapi tangan dan kaki yang akan bersaksi atas apa yang kita lakukan. Sementara mulut kita yang suka berbohong dikunci rapat-rapat. Allah berfirman salam surat Yasin ayat 65:

اليوم نختم على افواههم وتكلمنا ايديهم وتشهد ارجلهم بما كانوا يكسبون

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Dan keempat, menjaga kerukunan dan kedamaian. Indonesia negeri kita tercinta ini sangat butuh umat Islam yang rukun dan damai. Di bulan Syawwal ini tangan kita rajin mengetik ucapan maaf lahir dan batin.

Mulut kita tidak malu mengucap dan meminta maaf pada siapapun orang yang ada. Badan dan wajah kita bisa bergerak dan tersenyum manis mengucap salam dan maaf hinggacipika-cipiki. Saatnya kebangkitan bangsa pemaaf dan pribadi pemaaf ini menjadi modal Indonesia yang damai dan rukun.

Jangan sampai keutuhan umat Islam di negeri ini kita cabik-cabik hanya persoalan adu domba. Kita patut waspada atas agenda menjadikan Indonesia sebagai Timur Tengah lanjutan yang selalu berkonflik antar golongan Islam.

Kejadian bom Solo kemarin menjadi wujud nyata, bahwa masih ada saudara kita yang masih lemah jiwa kebangsaannya. Mari ajak saudara kita yang masih ingin mendirikan negara Islam dan menghapus NKRI untuk sadar.

Sebab bangsa kita, bukan bangsa yang hobi perang, tapi bangsa kita bangsa yang cinta damai. Maka semangat “حب الوطن” patut kembali kita dengungkan kembali lewat peristiwa ‘idul fitri ini. Allah berfirman dalam Surat Al Hujarat ayat 10:

انما المؤمنون اخوة فاصلحوا بينةاخويكم واتقوا الله لعلكم ترحمون

“Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”

Demikian khutbah singkat ini kami sampaikan. Dengan semangat ‘idul fitri, mari kita tetap teguhkan bahwa hari-hari kita tetap terasa keramadanannya. Dan mari kita isi, 11 bulan ke depan dengan empat hal: rajin bershadaqah, rajib berpuasa sunnah, selalu berbuat baik dan cinta bangsa dengan kerukunan dan persatuan.

جعلنا الله وإياكم من العائدين والفائزين والمقبولين كل عام وأنتم بخير. آمين اعوذ بالله من الشيطان الرجيم وسارعوا الى مغفرة من ربكم وجنة عرضها السموات والارض اعدت للمتقين وقل رب اغفر وارحم وانت خير راحمين

Khutbah Kedua

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا اله الا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد الحمد لله الذى وحده صدق وعده واعز جنده وهزم الاحزاب وعده ولا حول ولا قوة الا بالله. اللهم فصل وسلم على سيدنا محمد صاحب كنز الرحمة وعلى آله وصحبه ومن والاه. اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسول الله. اما بعده، فيا ايها الحاضرون اتقوا الله، اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون. قال الله تعالى فى كتابه الكريم والعصر ان الانسان لفى خسر الا الذين آمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات، اللهم اعز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والظالمين. اللهم لا تسلط علينا بذنوبنا من لا يخافك ولا يرحمنا. اللهم اجعل بلدتنا اندونيسيا بلدة طيبة تجرى فيها احكامك ورسولك، برحمتك يا ارحم الراحمين. فيا عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر ولذكر الله أكبر

M. Rikza Chamami, dosen Universitas Islam Negeri Walisongo dan Majelis Ulama Indonesia Kota Semarang

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/khutbah-idul-fitri-1437-h-bangsa-yang-cinta-damai.html

Selasa, 15 Desember 2015

Renungan Akhir Tahun KH Mustofa Bisri (Gus Mus)

Pondok Darussalam Jatibarang - Ini adalah reningan akhir tahun dari mutiara kata KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. Di tengah iklim politik negeri yang makin mudah dipecah belah dengan berita hoax dan ujaran kebencian, pesan Gus Mus layak dijadikan bahan renungan menuju lembaran baru awal 2017 agar tidak membuka tahun dengan melaknati langit. Berikut pesan-pesan Gus Mus.

1. Kebenaran kita berkemungkinan salah, kesalahan orang lain berkemungkinan benar. Hanya kebenaran Tuhan yang benar-benar benar.

2. Kalau Anda boleh meyakini pendapat Anda, mengapa orang lain tidak boleh.

3. Jangan banyak mencari banyak, carilah berkah. Banyak bisa didapat dengan hanya meminta. Tapi memberi akan mendatangkan banyak dan berkah.

4. Tidak ada alasan untuk tak bersedekah kepada sesama. Karena sedekah tidak harus berupa harta. Bisa berupa ilmu, tenaga, bahkan senyum.

Baca: Gus Mus Kecam Pendakwah yang Main Hakim Sendiri

5. Apa yang kita makan, habis. Apa yang kita simpan, belum tentu kita nikmati. Apa yang kita infakkan justru menjadi rizki yang paling kita perlukan kelak.

6. Abadikan kebaikanmu dengan melupakannya.

7. Tawakkal mengiringi upaya. Doa menyertai usaha.

8. “Berkata baik atau diam” adalah pesan Nabi yang sederhana tapi sungguh penting dan berguna untuk diamalkan dan disosialisasikan.

9. Janganlah setan terang-terangan engkau laknati dan diam-diam engkau ikuti.

10. Mau mencari aib orang? Mulailah dari dirimu !

11. Hati yang bersih dan pikiran yang jernih adalah suatu anugerah yang sungguh istimewa. Berbahagialah mereka yang mendapatkannya.

12.Meski sudah tahu bahwa memakai kaca mata hitam pekat membuat dunia terlihat gelap, tetap saja banyak yang tak mau melepaskannya.

13. Awalilah usahamu dengan menyebut nama Tuhanmu dan sempurnakanlah dengan berdoa kepadaNya.

14. Ada pertanyaan yang ‘tidak bertanya’; maka ada jawaban yang ‘tidak menjawab’. Begitu.

15. Sambutlah pagi dengan menyalami mentari, menyapa burung-burung, menyenyumi bunga-bunga, atau mendoakan kekasih. Jangan awali harimu dengan melaknati langit.

16. Wajah terindahmu ialah saat engkau tersenyum. Dan senyum terindahmu ialah yang terpantul dari hatimu yang damai dan tulus.

Ada banyak nilai dalam mutiara kata Gus Mus di atas. Terutama yang dikutip Pondok Darussalam Jatibarang di sidebar kanan situs, yakni "janganlah setan terang-terangan engkau laknati dan diam-diam engkau ikuti". Ini adalah pukulan telak bagi mereka yang suka melaknati orang lain dengan cara-cara iblis (tak terpuji). Begitu. [Pondok Darussalam Jatibarang]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/renungan-akhir-tahun-2016-kh-mustofa-bisri-gusmus.html

Senin, 11 November 2013

Meniru Dakwah Rasul, Kiai Ini Punya Murid Muallaf Banyak

Pondok Darussalam Jatibarang – Menjadi ketua MWC NU Kecamatan Keling Jepara punya tugas lebih dibanding kecamatan lain di Kabupaten Jepara. Selain medan dakwah yang mayoritas berupa gunung, warganya juga memeluk beragam keyakinan.

Dari 12 desa di Keling hanya 30 persen yang yang berupa daratan. Pun demikian, agama yang dipeluk bukan hanya Islam. Ada Nasrani dan Budha dengan rumah ibadah masing-masing yang megah. Bahkan,  vihara terbesar di negeri ini, ada di Keling. Hal itu dituturkan oleh Kiai Ali Murtadlo (38), Rais Syuriah NU Kec. Keling di tengah ia menjalankan tugas ngaji dan dakwah di Desa Damarwulan, Jumat (22/04/2016) siang.

Meniru Dakwah Rasul, Kiai Ini Punya Murid Muallaf Banyak - Pondok Darussalam Jatibarang
Meniru Dakwah Rasul, Kiai Ini Punya Murid Muallaf Banyak - Pondok Darussalam Jatibarang


Meniru Dakwah Rasul, Kiai Ini Punya Murid Muallaf Banyak

Kiai alumnus Pesantren Salafiyah, Kajen, Pati ini juga menjelaskan cara koordinasi antar pengurus ranting NU. “Karena jarak yang jauh, terjal, naik-turun, kami harus yang turun langsung ke bawah,” paparnya.

Kiai Murtadlo juga menjelaskan, untuk acara ngaji, ia tidak membuat majelis pengajian dekat rumah sebagaimana dilakukan pengasuh pesantren. Dakwah di Keling harus door to door. Turun langsung ke lapangan. Masjid Al-Iman di Medono, Damarwulan, jadi salah satu lokasi pilihannya menyampaikan ajaran Islam.

Pondok Darussalam Jatibarang

Dua kali tiap selapan (35 hari), Kiai Murtadlo punya jadwal ngaji di sana. Kitab yang dibaca adalah Kifayatul Ahyar dan Mauidloh Lil Mu’minin. Dua judul itu dipilih karena lebih fleksibel diterapkan untuk masyarakat yang plural. “Kitab itu pas untuk masyarakat sini,” ujarnya.

Cara penyampainnya pun tidak terkesan mengajak. Narasi-narasi dakwah yang digunakan tidak puritan dan mudah mengafirkan orang lain. Ini semata-mata demi kepentingan umum yang lebih luas.

Pondok Darussalam Jatibarang

“Saya menggunakan cara dakwah yang santun, meniru akhlaq rasul. Misalnya, ketika membahas soal najis anjing, saya tidak langsung ke hukumnya. Tapi caranya menghormati tetangga. Saya justru menerangkan keharaman menyakiti tetangga walaupun anjing mereka mengotori halaman rumah. Anjing itu makhluk tanpa akal, jadi anjingnya tidak perlu diusir,” tandas Kiai Murtadlo.

Tidak seperti daerah lain. Anjing di sekitar desa Ngipik dan Medono memang sering berkeliaran di jalan-jalan umum. Bahkan di halaman masjid. Jika cara dakwahnya tidak menggunakan akhlak rasul, hal kecil itu akan mengganggu kerukunan umat beragama.

Berkah dakwah ala Rasul itu, alhamdulillah selama menjadi Rais Syuriah MWC NU Keling, ada 37 orang yang tertarik menjadi muallaf. Semuanya berasal dari Desa Ngipik, Medono dan Ndodol.

Mereka inilah yang setiap selapan dua kali diajari shalat oleh Kiai Murtadlo. Selain itu, mereka juga diwulang fikih dan ke-NU-an. Kini, ada 13 titik yang rutin didatangi Kiai Murtadlo untuk mulang ngaji. [Pondok Darussalam Jatibarang/ab]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/04/meniru-dakwah-rasul-kiai-ini-punya-murid-muallaf-banyak.html

Minggu, 09 Desember 2012

[Hoax] Panglima TNI: Semua Tentara di Masa Saya yang Ingin Diterima Syaratnya Harus Islam

Pondok Darussalam Jatibarang - Untuk tetap menyulut semangat jihad para pendukung aksi demo 411, ada saja berita-berita bohong dan bodong yang disebar oleh mereka yang ingin memecah belah umat Islam.

[Hoax] Panglima TNI: Semua Tentara di Masa Saya yang Ingin Diterima Syaratnya Harus Islam - Pondok Darussalam Jatibarang
[Hoax] Panglima TNI: Semua Tentara di Masa Saya yang Ingin Diterima Syaratnya Harus Islam - Pondok Darussalam Jatibarang


[Hoax] Panglima TNI: Semua Tentara di Masa Saya yang Ingin Diterima Syaratnya Harus Islam

Berbarengan dengan beredarnya kabar Hoax yang menyebut akan ada aksi tandingan dengan jumlah massa 100 ribu dengan tema "Parade Bhinneka Tunggal Ika" yang kabarnya digelar pada 19 November 2016 ini, beredar pula berita bohong dialog antara Panglima TNI dan Aa Gym, sebelum keduanya sama-sama hadir di acara ILC TV One bertema "Pasca 411", 8 November 2016.

Dalam gambaran dialog itu, panglima TNI Gatot Nurmantyo seakan mendukung gerakan aksi demo 4 November dengan menyebutnya sebagai jenderal yang istiqamah menegakkan dinullah. Dalam dialog fiktif itu, Gatot disebut-sebut bangga atas aksi demo kemarin, "yang provokator itu adalah non muslim," kata Gatot di kabar hoax itu, sebagaimana dikutip www.Pondok Darussalam Jatibarang, Sabtu (12/11/2016), dari seorang informan di Jogja.

Secara dramatis, Aa Gym sampai disebut menangis kala jenderal Gatot mengatakan akan menjadikan syarat masuk jadi tentara harus muslim. Naudzubillah. "Jujur kalau bisa semua tentara di masa saya yang ingin diterima syaratnya harus Islam karena saya lihat Islam yang paling ditakuti," ucap Gatot dalam dialog bohong bin provokatif itu.

Ini dialog lengkapnya. Sebagai bukti hoax saja, bukan untuk disebarkan kepada orang-orang yang biasa memelintir kabar jadi provokasi dan pembodohan. Berkali-kali redaksi capai membuat klarifikasi berita-berita hoax yang bergentayangan, baik pra maupun pasca demo 411. Ya Allah, kuatkan admin. Hehe

=========================

OBROLAN PANGLIMA TNI GATOT NURMANTYO DENGAN AA GYM

Assalamu 'alaikum..

Masya Allah mari doakan Bapak Jenderal TNI Gatot Nurmantyo agar selalu istiqomah membela Dinullah ini.. Sedikit pembicaraan Aa Gym dibalik layar sesaat sebelum acara mulai:

Jenderal: Ustadz, saya bangga menjadi muslim, melihat aksi demo kemarin masyarakat harusnya yang damai itu adalah islam dan yang provokator itu adalah non muslim

Aa Gym: (Aa gym tersenyum). Saya lihat bapak jenderal kita ini begitu netralitasnya total. Semoga terus begini ya pak jenderal, ummat sudah capek lihat pemimpin yang terus membohongi ummat.

Pak Jenderal: Sebenarnya saya memang tak begitu memahami tafsir qur'an tetapi sepanjang aksi itu saya menitiskan air mata seraya berkata dalam hati ini kemerdekaan yg sejati.

Aa Gym: Alhamdulillah pak jenderal masih punya nurani yang masih begitu dekat dengan Alloh. (Aa sambil tepuk punggung pak jenderal)

Pak Jenderal: Jujur kalau bisa semua tentara di masa saya yang ingin diterima syaratnya harus Islam karena saya lihat Islam yang paling ditakuti. (Aa Gym Aa Gym meneteskan air mata)

Pak Jendera: Sebenarnya secara pribadi waktu aksi kemarin nurani terpanggil untuk jadi garda terdepan dan memberikan orasi untuk menentang Ahok dan kepemimpinan yang diambang jajahan Cina ini.

Aa Gym: (dengan khas becanda ) kenapa tidak maju saja ke panggung orator bergabung bersama pak Amin Rais dan para polikus yg hadir berserta para habaib klu Aa mah suaranya tidak kuat jd orator makanya bersihin sampah saja sama santri.

Pak Jenderal: (Sambil tersenyum merekah) Saya harus taat sama atasan dan TNI independen dan netral tapi saya akan bela Islam dari opini negatif publik.

Aa Gym : Bentar lagi juga pensiun gelar mah dan jabatan nggak dibawa mati jendral...

(Guyon Aa sambil tersenyum)

Disampaikan saat Manajemen Qolbu Pagi Bersama Aa Gym di Mesjid DT Jakarta

=========================

Dialog di atas, setelah ditelusuri tim redaksi Pondok Darussalam Jatibarang, terbukti hoax, bohong dan rekayasa belaka. Bahkan dari Pihak Yayasan Darut Tauhid Kantor Jakarta sendiri telah membantah adanya dialog provokasi tersebut. Disampaikan melalui press release resmi berkop dan berstempel.

Dalam surat tersebut, dinyatakan bahwa jenderal TNI Gatot Nurmantyo tidak pernah berdiskusi dengan KH Abdullah Gymnastiar sebelum masuk ke studio TV One dalam acara ILC itu. Bahkan, pres rilis itu juga menyebut kalau acara Manajemen Qalbu pagi (MQ Pagi) tidak pernah diadakan dalam rentang waktu antara 8 November 2016 hingga rilis tersebut ditulis.

"Kami sudah melakukan konfirmasi langsung kepada KH Abdullah Gymnastiar dan beliau menyatakan bahwa informasi tersebut merupakan rekayasa," sebut rilis yang ditandangani oleh Feby Khesa Pratiwi, Kepala Sekretaris DT Jakarta dan Ketua DT Jakarta, Gatot Kunta Kumara, 11 November 2016. Ini bukti surat tersebut. Silakan disave!

Skenario pecah belah sekarang ini memang mudah dilakukan seiring menjamurkan gadget yang memungkinkan orang-orang yang tidak paham situasi ikut share informasi tidak jelas seperti di atas. Simak berita hoax lainnya: Hoax Kabar Wafatnya Habib Abdul Qadir Dihasut Sebagai Korban Tembakan Demo 411. [Pondok Darussalam Jatibarang]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/hoax-panglima-tni-semua-tentara-di-masa-saya-syaratnya-harus-islam.html

Senin, 17 September 2012

Masjid Agung Ar-Raudlah, Pengikat Sejarah Kota Kraksaan

Probolinggo, Pondok Darussalam Jatibarang. Masjid Agung Ar Raudlah berada di titik nol pusat Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Bangunan yang sekarang megah ini, merupakan salah satu pengikat sejarah dari sosok Kiai Ronggo. Ulama se-Kota Kraksaan sepakat, menasbihkan pria bernama asli H Abdul Wahab ini sebagai pejuang syiar Islam.

Ulama meyakini adanya karomah. Sugesti religi ini, merupakan anugerah yang dimiliki seseorang dan keistimewaan itu tidak bisa diulangi, dengan melapalkan mantera. Tapi, terjadi karena keistimewaan yang secara khusus diturunkan sang pencipta, kepada orang pilihan yang dikenal khusyuk dalam berdzikir, berdoa dan beribadah.

Masjid Agung Ar-Raudlah, Pengikat Sejarah Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Agung Ar-Raudlah, Pengikat Sejarah Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)


Masjid Agung Ar-Raudlah, Pengikat Sejarah Kota Kraksaan

Satu keistimewaan yang nampak, makamnya ramai dibanjiri peziarah yang meyakini doanya bisa dikabulkan jika berdoa di dekat pesarean Kiai Ronggo. Bukan itu saja, Kiai Ronggo juga ditasbihkan sebagai salah satu pejuang syiar Islam di wilayah Kota Kraksaan zaman dulu.

Pondok Darussalam Jatibarang

Kesaksian sejarah itu diungkapkan Sekretaris Umum MUI (Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Probolinggo KH Shihabudin Sholeh. Pengasuh Pesantren Darul Hikmah Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan ini, memaparkan soal sejarah antara Masjid Agung Ar Raudlah dan Kiai Ronggo.

Pondok Darussalam Jatibarang

Kiai Shihab mengungkapkan sosok Kiai Ronggo. Menurutnya, dia merupakan pejuang agama Islam di Kraksaan. Hal itu bisa dilihat dari salah satu peninggalannya yang masih terjaga hingga saat ini, yakni Masjid Ar Raudlah di pusat Alun-Alun Kota Kraksaan.

Meski telah direhab, bangunan masjid itu masih dijaga bentuk keaslian yang dibuat oleh Kiai Ronggo beserta para santrinya. Di antaranya, empat pilar di dalam masjid, bedug dan sumur. Seringkali, sumur itu masih dimanfaatkan oleh sejumlah warga untuk beberapa kepentingan, seperti untuk penyembuhan dan lain sebagainya.

Salah satu manfaat yang bisa dipetik hingga saat ini, menurut kami tidak masalah. Karena biar bagaimanapun hal itu semuanya atas izin Allah SWT, ungkapnya, Jumat (24/4).

Namun yang paling dikenal, sosok Kiai Ronggo itu merupakan seorang bangsawan yang religius, dia adalah sosok penerus wali songo yang membangun dan menyebarkan agama Islam yang tidak sepotong-potong. Total dalam menyebarkan agama Islam, sampai tuntas, beliau juga terus berjuang dan tidak pernah lelah untuk agama Islam, ungkapnya.

Hal itu sejalan dengan keterangan salah satu keturunan Kiai Ronggo, H Jarot. Menurutnya selama mengajarkan ilmu di suatu desa, pasti berlangsung hingga berbulan-bulan. Dengan artian, Kiai Ronggo tidak akan meninggalkan daerah tersebut sebelum santrinya sudah mengerti agama Islam. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59094/masjid-agung-ar-raudlah-pengikat-sejarah-kota-kraksaan

Pondok Darussalam Jatibarang

Jumat, 07 September 2012

KH Mundziri Jepara: Gerhana Matahari Bukan Atraksi Tuhan

Pondok Darussalam Jatibarang - Gerhana matahari total tidak hanya fenomena alam. Meskipun terjadi sekali dalam ratusan tahun, hal itu tetap atas kehendak Allah sebagai tanda dan pengingat agar kita bersyukur atas nikmat cahaya matahari setiap saat.

KH Mundziri Jepara: Gerhana Matahari Bukan Atraksi Tuhan - Pondok Darussalam Jatibarang
KH Mundziri Jepara: Gerhana Matahari Bukan Atraksi Tuhan - Pondok Darussalam Jatibarang


KH Mundziri Jepara: Gerhana Matahari Bukan Atraksi Tuhan

Matahari adalah makhluk yang taat kepada Allah. Tidak pernah sekalipun ia padam seperti listrik, kecuali pernah terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW. Demikian kata KH. Mundziri Jauhari dalam khutbah usai shalat gerhana matahari bersama ratusan warga nahdliyyin dan masyarakat Jepara lainnya di Majid Agung Jepara, Rabu pagi (9 Maret 2016).

Dalam khutbahnya selama 20 menit, Kiai Mundziri menyampaikan pesan dan kritik. Pesan yang disampaikan agar memperbanyak dzikir kepada Allah selama gerhana dan memperbanyak sedekah, baik yang rahasia maupun terbuka. Peristiwa gerhana adalah waktu mulia yang diberikan Allah kepada kita untuk bersyukur.

Hendaknya gerhana menjadikan kita lebih dekat dengan Allah, tidak hanya menyebut gerhana sebagai peristiwa alam biasa saja tanpa menyandarkannya kepada Allah. Menurut Mundziri, ini bagian dari praktik yang mendangkalkan akidah.

"Dan patut disayangkan, dua hari yang lalu, salah satu tokoh besar skala nasional menulis dengan judul yang sangat terang bahwa gerhana ini adalah atraksi Tuhan," ujarnya dalam khutbah.

Kita bertempat di bumi Allah Ta’ala, selama hidup kita makan rizki dari Allah. "Maka kita dituntut untuk selalu memuliakan Allah Ta’ala, bukan justru menyebut Allah seperti seorang akrobat yang suka beratraksi. Ini, nyuwun sewu, merupakan dosa yang amat besar," lanjut khutbahnya.

Sebelum rampung pukul 08.00 WIB, H. Ahmad Marzuki Bupati Jepara, juga berkesempatan memberikan tausiyah kepada hadirin sebagaimana pesan Kyai Mundziri. [Pondok Darussalam Jatibarang]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/03/kh-mundziri-jepara-gerhana-matahari-bukan-atraksi-tuhan.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Darussalam Jatibarang dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock