Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juli 2016

AS dan Israel Dinilai Puja Kekerasan dan Perang

London, Pondok Darussalam Jatibarang. Seorang profesor dan pengulas politik dari Inggris, Rodney Shakespeare, menilai bahwa Amerika Serikat (AS) dan Israel memuja kekerasan dan perang di seluruh dunia dan di Timur Tengah pada khususnya.

Menyambut adopsi Presiden Iran, Hassan Rouhani, atas usulannya anti-kekerasan oleh Majelis Umum PBB, ia mengatakan, "Konsistensi sikap damai Iran berdiri dalam kontras dengan kekejaman dan serangan-serangan yang berasal dari Amerika Serikat dan Israel yang tidak lagi dihormati oleh siapa pun di dunia."

AS dan Israel Dinilai Puja Kekerasan dan Perang (Sumber Gambar : Nu Online)
AS dan Israel Dinilai Puja Kekerasan dan Perang (Sumber Gambar : Nu Online)


AS dan Israel Dinilai Puja Kekerasan dan Perang

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan suara mayoritas pada Rabu (18/12) mengadopsi resolusi yang menyerukan kepada negara-negara di seluruh dunia untuk mengecam kekerasan dan ekstremisme.

Berdasarkan proposal Presiden Iran, Hassan Rouhani, untuk Dunia Menentang Kekerasan dan Ekstremisme (WAVE), maka resolusi itu mendesak negara-negara anggota untuk mengambil langkah yang tepat untuk memperkuat perdamaian universal dan untuk mencapai kerja sama internasional dalam memecahkan masalah internasional di bidang ekonomi, sosial, budaya, atau karakter kemanusiaan.

Pondok Darussalam Jatibarang

"Semua dalam semua, resolusi WAVE adalah tanda zaman dan indikasi penentuan orang-orang yang layak untuk membuang yang lama, cara-cara korup dan menemukan sesuatu yang positif dan baru," kata Shakespeare, yang juga seorang pengacara yang berkualitas kepada kantor berita Iran (IRNA). (antara/mukafi niam)

Foto: defence.gov

Pondok Darussalam Jatibarang

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48939/as-dan-israel-dinilai-puja-kekerasan-dan-perang

Pondok Darussalam Jatibarang

Rabu, 13 November 2013

Foto 2015 Ini Diolah Kembali, Disebar Jadi Fitnah Menuduh Ketum NU B*jingan

Pondok Darussalam Jatibarang - Awal tahun 2017 makin santer saja fitnah yang dilayangkan oleh mereka, muslimin kagetan. Utamanya setelah Habib Rizieq Syihab dilaporkan ke polisi oleh PMKRI beberapa waktu lalu. Sejak itu, serangan kepada NU massif dilancarkan. Isu yang diangkat setidaknya ada tiga, pertama, kepada kafir, NU dituduh lebih lunak, sementara kepada muslimin, NU dianggap keras.

Akhirnya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj pun dijadikan sasaran. Ia disebut ulama suu' (buruk) sebab meminta polisi menuntaskan kasus Habib Rizieq, lalu dibenturkan dengan berita "supaya Ahok dimaafkan". Ini skenario benturan yang sarat kepentingan politis. Lihat cara mereka menghasud, baca teliti.

Foto 2015 Ini Diolah Kembali, Disebar Jadi Fitnah Menuduh Ketum NU B*jingan - Pondok Darussalam Jatibarang
Foto 2015 Ini Diolah Kembali, Disebar Jadi Fitnah Menuduh Ketum NU B*jingan - Pondok Darussalam Jatibarang


Foto 2015 Ini Diolah Kembali, Disebar Jadi Fitnah Menuduh Ketum NU B*jingan

Antar tokoh dibenturkan, itulah provokasi murahan yang habis amunisi Isu yang kedua, foto SMA Kristen Dago Bandung yang di sana ada tulisan Kiai Said sebagai pembina, dibuat catatan miring kalau sang kiai dianggap membantu Kristen. Padahal, faktanya tidak demikian. Baca beritanya: Kiai Said Kembali Difitnah Soal SMA Kristen Dago Bandung.

Isu ketiga, PMKRI akhirnya dikait-kaitkan dengan PBNU. Di grup-grup minhum, makin masif saja gambar-gambar atau foto kegiatan yang pernah berlangsung di PBNU pada tahun 2015 diberikan catatan hoax untuk makin memprovokasi nentizen membenci PBNU, NU dan ulama serta kiainya. Hanya karena pernah datang ke PBNU, foto di bawah ini diberi catatan oleh manusia-manusia kerdil itu, lihatlah!

Foto hoax ini menyebar massif di grup-grup alumni 212 Bacalah catatan fotonya, "pantesan Said Agil Ngotot Kasus Habib Rizieq Segera Diproses". Tanpa ada keterangan tahun, kapan peristiwa foto terjadi dan hal lain yang berkaitan dengan keterangan riil fotonya, caption menghina Kiai Said tersebut dibuat, hanya karena di sana ada Angelius Wake Kako, Ketua PMKRI (paling kanan) pelapor Habib Rizieq. Ini foto aslinya, diambil Pondok Darussalam Jatibarang dari twitter Sahal AS.

Pondok Darussalam Jatibarang

Foto asli tanpa keterangan. Sahal AS (tengah). Foto dengan peristiwa yang terjadi 18 September 2015, saat Sahal AS mengisi pemaparan tentang Islam Nusantara bersama Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin dan Sekjend PBNU Helmy Fashal di forum Taswirul Afkar tersebut, diolah kembali oleh pemilik akun anomim kurangajar via akun twitter @yudissejahtera. Kini off. Entah besok-besoknya.

Pondok Darussalam Jatibarang

Oleh akun yang disebut Sahal AS sebagai provokator tersebut, foto di atas diberi keterangan menantang nalar, "Foto si pelapor Habib Rizieq, Angelius Wake Kako (Ketua PMKRI) bersama Sahal si pembenci FPI.," ditulis pada 26 Desember 2016, persis hari H pelaporan PMKRI ke polisi. Jadi, jelas motifnya kan? Ini screenshootnya, diabadikan Pondok Darussalam Jatibarang pada 3 Januari 2017, sebelum akun tersebut off sesaat setelah DI membritahunya akan dijadikan bukti laporan editorial ini.

Cuitan provokatif akun @yudissejahtera Jika akun itu masih aktif atau akun twitter Anda tidak diblock, link cuitan provokator tersebut masih bisa Anda temukan DISINI. Keterangan hoax tersebut kemudian dibantah juga oleh Sahal AS, yang ikut-ikutan diserang, "Ini foto2 tahun lalu, diskusi Islam Nusantara di PBNU. Apa kaitannya dgn kasus Rizieq yg baru kemaren, wahai Sapier dungu @yudissejahtera?," cek linknya DISINI.

Penelusuran Pondok Darussalam Jatibarang menemukan, kegiatan tersebut memang pernah dibuat berita di NU Online dengan judul "Rais Aam PBNU Paparkan Landasan Islam Nusantara". Jika ada ormas lain yang diundang untuk mengikuti acara penting itu, bukan perkara yang tabu, termasuk PMKRI. Jadi, PMKRI datang ke PBNU sebagai tamu diskusi Forum Taswirul Afkar, bukan meminta dukungan agar kasus Habib Rizieq diteruskan. Songong yang mengamini demikian.

Merasa hal itu tidak benar, Sahal AS sudah membongkar kebobrokan buzzer twitter tukang fitnah itu, "Setelah fitnahnya ke saya terkuak, Sapier dungu @yudissejahtera tetep mingkem, pura2 ga tau kalo dimensyen. Provokator cemen Lu..," balas Sahal di akun twitternya. Namun, namanya orang kehabisan amunisi, ya yang diserang biasanya tetap NU, Ketum PBNU. Pokoknya NU harus dihabisi. Begitu.

Padahal, jika Netizen NU mau membalas, foto Habib Rizeq yang juga pernah terekam senyum lebar bersama kafirin kepet cina sipit juga ada. Jika mau, foto itu bisa dijadikan lawan tanding fitnah, tapi itu bukan karakter Aswaja. [Pondok Darussalam Jatibarang]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/foto-2015-ini-diolah-kembali-disebar-jadi-fitnah-menuduh-nu-bjingan.html

Rabu, 15 Mei 2013

PP Muslimat NU Gelar Orientasi Kepemimpinan Ormas Perempuan

Jakarta, Pondok Darussalam Jatibarang. Pimpinan Pusat Muslimat NU menyegarkan kembali orientasi kepemimpinan organisasinya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu-Ahad (18-19/1). Kegiatan yang diikuti sedikitnya 90 kader PP Mulimat NU ini merupakan upaya peningkatan kapasitas dan pengembangan kader.

Kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tubuh Muslimat NU, menurut Ketua Panitia Hj Mahfudzhoh Aly Ubaid, penting untuk dilakukan karena berkenaan dengan titik tolak perjuangan Muslimat NU itu sendiri.

PP Muslimat NU Gelar Orientasi Kepemimpinan Ormas Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Muslimat NU Gelar Orientasi Kepemimpinan Ormas Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)


PP Muslimat NU Gelar Orientasi Kepemimpinan Ormas Perempuan

Acara ini terselenggara atas kerja sama PP Muslimat NU dan Dirjen Bimas Islam Kemenag Agama RI dengan tema, Orientasi Kepemimpinan Ormas Perempuan Berbasis Agama. Pembukaan acara ini dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali.

Pondok Darussalam Jatibarang

Menurut Sekjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dalam sambutannya, kegiatan seperti ini penting untuk semakin menguatkan posisi perempuan. Meskipun bukan isu baru, peran publik perempuan tetap menjadi bagian penting untuk ormas-ormas keagamaan, terang Muhammadiyah.

Baik tua maupun muda kader Muslimat NU, hadir di sini. Karena kualitas pribadi aktivis Muslimat NU harus ditingkatkan sebagai modal utama kepemimpinan, terang Ketua Periodik IV PP Muslimat NU, Hj Nurhayati Said A Siroj dalam sambutannya.

Pondok Darussalam Jatibarang

Pembukaan acara ditandai dengan penyerahan suvenir oleh pengurus PP Muslimat NU kepada Muhammadiyah Amin. (Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49519/pp-muslimat-nu-gelar-orientasi-kepemimpinan-ormas-perempuan

Pondok Darussalam Jatibarang

Senin, 20 November 2006

Makna Wali dan Karomah Menurut KH Sholeh Darat

Oleh M. Rikza Chamami

Banyak diskusi tentang perwalian menjadi berhenti karena takut salah membahas. Atau diskusi perwalian menjadi dangkal karena bahan materi yang tersedia tidak terlalu banyak. Termasuk diskusi perwalian menjadi terhambat karena yang mengajak diskusi bukan wali dan dihentikan dengan kalimat la yarifu al-wali illa al-wali, tidak mengetahui kewalian seseorang kecuali seseorang wali.

Makna Wali dan Karomah Menurut KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Makna Wali dan Karomah Menurut KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)


Makna Wali dan Karomah Menurut KH Sholeh Darat

Nampaknya memang suasana yang demikian butuh pencerahan. Satu sisi memang positif bahwa membincang soal wali bukan hanya sekedar bicara individu manusia saja. Akan tetapi lebih luas karena wali merupakan orang pilihan dan harus dihormati. Namun jika diskusi membahas wali itu berhenti, maka generasi yang akan datang tidak akan mendapat kisah tentang wali-wali dan bakal tersimpan rapat oleh generasi tua.

Bagaimana Syekh Muhammad Sholeh bin Umar Assamarani (Mbah Sholeh Darat) memberi dasar tentang pemahaman wali dan karomahnya? Diantara penjelasan Mbah Sholeh Darat tentang wali dan karamah adalah dalam syarh nadzam Jauhar al-Tauhid Syekh Ibrahim Allaqani: .

Pondok Darussalam Jatibarang

Pondok Darussalam Jatibarang

Wali menurut Mbah Sholeh Darat adalah seorang arif billah (mengetahui Allah) sekedar derajat dengan menjalankan secara sungguh-sunggu taat kepada Allah dan menjauhi masiyat. Artinya para wali itu menjauhi segala macam kemaksiyatan berbarengan dengan selalu bertaubat kepada Allah. Sebab wali itu belum kategori mashumin (terjaga) seperti Nabi. Maka wali belum bisa meninggalkan masiyat secara penuh. Makanya mereka disebut waliyullah.

Keberadaan wali yang sedemikian agung ini mendapatkan keistimewaan dalam hidupnya. Mereka dalam hidupnya selalu mengingat dan menggantungkan diri, dan menyatukannya pada Allah. Hati selalu menghadap dan pasrah dengan taqdir Allah saja. Itulah definisi sederhana mengenai wali menurut Mbah Sholeh Darat.

Adapun karomah menurut Mbah Sholeh Darat sesuatu yang nulayani adat (berbeda dari sewajarnya) jika dilihat secara kasat mata. Mereka yang mendapat karomah selalu menunjukkan kepribadian baik dan meniru jejak Rasulullah dengan bekal syariah dan baik secara ideologi serta perilakunya.

Karomah yang dimiliki oleh wali itu tidak hanya nampak ketika hidup saja. Tetapi setelah wafat, waliyullah masih diberi karomah. Dan bagi pengikut ahlussunnah wal jamaah, kepercayaan terhadap adanya waliyullah dan karomah itu perlu diyakini secara baik. Bahkan empat imam madzhab sudah bersepakat mengenai karomah yang ada para wali ketika hidup maupun sudah wafat.

Para ulama muhaqqiqin menyampaikan: Barangsiapa yang tidak nampak karamanya setelah meninggal sebagaimana karamah ketika masih hidup, maka itu tidak benar. Imam Syaroni juga berpesan kepada para Syaikh: Sesungguhnya Allah SWT itu selalu membuat wakil berupa satu malaikat di dalam kuburnya para wali, yang bertugas mengabulkan seluruh hajat manusia.

Selain itu, seorang waliyullah juga terkadang keluar dari kuburnya untuk mengabulkan hajat manusia yang meminta hajat sebagaimana persaksian karomah para wali itu secara kasat mata (musyahada karamah al-auliya). Sebagaimana Sayyid Al Aidarusi Al Adnani, Shahib Al Tubani, Sayyid Abdul Qadir Al Jilani, Sayyid Ahmad Al Badawi.

Satu pertanyaan yang dimunculkan oleh Mbah Sholeh Darat dalam Kitab Sabil Al Abid adalah: Kenapa zaman akhir para wali banyak kelihatan karomahnya? Dan kenapa zaman Sahabat dan Tabiin tidak nampak wujud karomah wali?

Oleh Mbah Sholeh dijawab, bahwa zaman akhir ditunjukkan banyak karomah karena manusia di zaman akhir banyak kesalahan (dlaif) keyakinan agamanya. Maka mereka didampingi oleh para wali dengan karomahnya agar semakin kuat keyakinan agamanya dan patuh kepada orang shalih. Dengan demikian, generasi zaman akhir tidak mudah menghina para orang-orang sholih.

Berbeda dengan orang-orang zaman al-awwalin (periode Sahabat dan Tabiin) yang dalam hidupnya masih sangat yakin kepada orang-orang shalih. Sehingga karamah para wali tidak diperlihatkan. Apalagi pada zaman Sahabat, dimana Rasulullah SAW masih hidup bersama mereka.

Penjelasan Mbah Sholeh tentang wali ini merupakan dasar dari pemaknaan kata wali dan karomah cukup memberikan pencerahan. Penjelasan lengkap mengenai wali dalam karya tulis Mbah Sholeh Darat terdapat dalam Kitab Minhaj al-Atqiya fi Syarh Marifah al-Adzkiya il Thariqi al-Auliya (tebalnya kitab ini 516 halaman). Ini menjadi ibrah bahwa generasi masa kini hendaknya menghormati orang shalih dan selalu ingin dekat kepada orang terkasih. Derajat wali pada hakikatnya titipan dari Allah, bukan predikat yang dipasang secara mandiri dan diumumkan. Wallahu alam.***

Penulis adalah Wakil Ketua KOPISODA (Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat), Dosen UIN Walisongo Semarang.

Dari (Opini) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70411/makna-wali-dan-karomah-menurut-kh-sholeh-darat

Pondok Darussalam Jatibarang

Jumat, 03 November 2006

NU emphasizes worship than reason

Jakarta, Pondok Darussalam Jatibarang. In determining the beginning of the ninth month (Hijriyah) of the Islamic calendar especially about the beginning of Ramadhan, Syawal, Dzulhijjah, the countrys largest Muslim organization, Nahdlatul Ulama (NU) has based itself on ruyatul hilal bil fili, well-known as rukyat (determining date by sighting of moon especially to fix beginning and end of fasting period), as practiced by the Prophet Muhammad (PBUH). while, hisab may be merely considered as a supporting system.

The NU principle was called as taabbudi (worship or performing religious services) or taqdiimut taabbud alat-taaqqul (emphasizing worship than reason) or ikmaalut-taabbud bit-taaqqul (perfecting worship with reason).

General Chairman of Nahdlatul Ulama Committee of Astrology, KH Ghozali Masroeri explained here on Tuesday (17/10), the rukyat had been still used by the Nahdliyin organization due to the command of the Prophet Muhammad (PBUH) to determine the beginning of the month that is aimed to the taabbudi. NU didnt base itself on the hisab because there is no such explicit command.Kiai Ghozali said the NU principle above was aimed at suggesting that science should be regarded as a means only in performing religious services. Dealing with the determining of the new month of the Islamic calendar, the hisab can be considered as a supporting media in undertaking rukyat.

NU emphasizes worship than reason (Sumber Gambar : Nu Online)
NU emphasizes worship than reason (Sumber Gambar : Nu Online)


NU emphasizes worship than reason

that (using the rukyat) means perfecting worship values by using reason, kiai Ghozali said. (nam)

Dari (News) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/28261/nu-emphasizes-worship-than-reason

Pondok Darussalam Jatibarang

Pondok Darussalam Jatibarang

Pondok Darussalam Jatibarang

Rabu, 07 September 2005

Disiapkan Panggung Sekelas Konser Grup Musik Papan Atas

Banyuasin, Pondok Darussalam Jatibarang. Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional VI Antar-Pondok Pesantren (ponpes) se-Indonesia yang digelar di Ponpes Sabilul Hasanah, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, 5-9 September 2007, tampaknya bakal benar-benar meriah. Betapa tidak. Hajatan besar itu diikuti sekira 2000 peserta dari 180 ponpes se-Nusantara.

Pihak panitia tampak tak mau tanggung-tanggung dalam mempersiapkan ajang bertaraf nasional yang digelar Pimpinan Pusat Jamiyatul Qurra Wal Huffazh (JQH) itu. Sepanjang jalan menuju lokasi acara dipenuhi ratusan spanduk yang berisi ucapan selamat datang kepada para peserta MTQ.

Bahkan, saat keluar dari Bandar Udara Palembang Sultan Mahmud Badaruddin II, sudah terlihat pemandangan sejumlah baliho yang berisi foto tokoh yang direncanakan hadir pada acara tersebut, antara lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi itu, Ketua Pengurus Wilayah NU Sumsel KH Mal An Abdullah dan lain-lain.

Disiapkan Panggung Sekelas Konser Grup Musik Papan Atas (Sumber Gambar : Nu Online)
Disiapkan Panggung Sekelas Konser Grup Musik Papan Atas (Sumber Gambar : Nu Online)


Disiapkan Panggung Sekelas Konser Grup Musik Papan Atas

Ponpes Sabilul Hasanah sendiri yang didaulat menjadi tempat perhelatan akbar para qori dan qoriah se-Indonesia itu, sedari pagi, sehari sebelumnya, sudah tampak kesibukan, baik para santri maupun pihak panitia pelaksana. Aparat keamanan pun telah dipersiapkan untuk menyukseskan kegiatan acara yang bakal dibuka Menag Maftuh Basyuni dan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi itu.

Kesibukan lain juga tampak menjelang siang di sebuah tanah lapang tempat acara pembukaan digelar yang tak jauh dari komplek Ponpes Sabilul Hasanah, di Jalan Raya Palembang-Jambi Km. 25 Desa Purwosari, Kecamatan Banyuasin III. Sebuah grup drum band asuhan pesantren tersebut yang diikuti sekira 100 personil sedang menggelar latihan akhir untuk penampilan esok harinya.

Panggung besar sekelas pagelaran konser grup musik papan atas berukuran 15 x 10 meter berikut sound system berkekuatan besar juga telah didirikan. Di samping kanan dan kiri panggung utama pun telah berdiri dua buah baliho berukuran 10 x 4 meter bertuliskan "Melalui MTQ Nasional VI Antar-Ponpes Se-Indonesia dan Rakernas JQH 2007 Kita Tingkatkan Pemahaman Serta Pengamalan terhadap Nilai Al-Quran dalam rangka Membangun Manusia Indonesia yang Qurani".

Pondok Darussalam Jatibarang

Di atas tanah lapang seluas 2 hektar tersebut didirikan pula tenda-tenda tempat untuk para tamu undangan dan peserta mengelilingi panggung utama. Separo tanah lapang itu juga sudah ditutupi karpet berwarna hijau.

"Persiapan kita (panitia, Red) sudah maksimal. Peserta juga sudah banyak yang dating. Doakan semoga acara ini berlangsung sukses sampai hari terakhir," ungkap Ketua Umum PP JQH KH A Muhaimin Zen kepada wartawan di sekitar Komplek Ponpes Sabilul Hasanah. (rif)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/9925/disiapkan-panggung-sekelas-konser-grup-musik-papan-atas

Pondok Darussalam Jatibarang

Pondok Darussalam Jatibarang

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Darussalam Jatibarang dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock