Tampilkan postingan dengan label Pondok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Juli 2014

Menjadi Cerdas dan Berimajinasi Kuat dengan Mainan Edukatif Anak. Orang Tua Wajib Baca!

 Pondok Darussalam Jatibarang - Tidak banyak orang tua yang paham tentang mainan untuk bisa menstimulasi anak untuk konsentrasi dalam satu pekerjaan. Apalagi mainan anak yang mendorong mereka mendapatkan aktivitas berhitung, berpikir dan berimajinasi sekaligus, tanpa dirasa berat.

Menjadi Cerdas dan Berimajinasi Kuat dengan Mainan Edukatif Anak. Orang Tua Wajib Baca! - Pondok Darussalam Jatibarang
Menjadi Cerdas dan Berimajinasi Kuat dengan Mainan Edukatif Anak. Orang Tua Wajib Baca! - Pondok Darussalam Jatibarang


Menjadi Cerdas dan Berimajinasi Kuat dengan Mainan Edukatif Anak. Orang Tua Wajib Baca!

Rata-rata, anak di Indonesia itu suka terhadap mainan yang sudah jadi, atau mainan yang tinggal pakai, semisal motor-motoran, mobil-mobilan atau mainan masakan. Padahal, untuk mendapatkan dorongan berpikir sejak dini, mainan yang bagus dipakai oleh anak-anak adalah jenis mainan yang harus mereka rangkai, disebut manipulate toys (alat mainan cerdas yang bisa direkaya penggunaannya).

Demikian disampaikan oleh Usha Chang, warga Malaysia yang menjadi Konsultan Pendidikan (Education Consultant) Asia Tengara pada Yayasan Ananda Marga Universal Relief Team (AMURT) Indonesia saat hadir dalam penyerahan mainan bagi lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Pendopo Kabupaten Demak, Kamis (19/01/2017) siang.

Jauh-jauh dari Malaysia, mewakili AMURT, Chang memberikan pengarahan sekaligus mendemonstrasikannya dalam acara penyerahan puluhan paket bantuan permainan anak yang menurutnya sangat berguna untuk membantu aktivitas anak PAUD dalam bermain sekaligus berimajinasi, "alat ini memiliki kelebihan, bisa digunakan bermain sekaligus menggerakkan jari anak biar lentur beraktivitas," kata Chang kepada Pondok Darussalam Jatibarang di sela acara Diseminasi Permainan Anak 2017 itu.

Anak-anak PAUD yang ikut dalam acara sengaja diajak merangkai puluhan alat permainan anak yang sudah disediakan panitia. Ada yang bermain merangkai pipa-pipa buatan, jerapah, rumah, pahlawan, gedung, dan lainnya, yang semua menggunakan jari sebagai tumpuan aktivitas, serta nalar sebagai fokus berpikir sesuai imajinasi anak. "Satu-dua bulan akan bisa terlihat perubahan anak dalam fokus," tandas Chang.

Kegiatan bertema "Melejitkan Kreativitas Anak Melalui Bermain" adalah bagian dari kegiatan AMURT Indonesia yang digelar untuk meng-upgrade agar anak-anak di 48 PAUD binaan AMURT bisa terus distimulasi imajinasi mereka lewat Alat Permainan Edukatif (APE).

"Ada Sekitar 350 orang yang ikut berpartisipasi. 174 diantaranya pendidik dan pengelola, serta 96 peserta adalah anak-anak didik dari 48 PAUD binaan AMURT dari Demak dan Semarang," kata Suparmanto, Ketua Panitia kegiatan tersebut, saat menyampaikan laporan panitia.

Anak-anak PAUD bermain fokus berimajinasi dengan alat permainan edukatif, didampingi para guru "Dalam permainan itu, mereka dibiarkan untuk bebas mengimajinasikan alat mainan yang ada di hadapannya, biar lebih kreatif," ujar Haryono, Direktur AMURT Indonesia. Ia menyatakan, mainan anak edukatif bisa mendorong para guru PAUD lebih kreatif bermain imajinanasi dengan anak, "saya yakin, jika guru sudah terdorong ikut berimajinasi, daun di depan kelas pun akan bisa jadi permainan menarik buat anak, bukan hanya mainan yang kami serahkan ini," paparnya.

AMURT adalah lembaga internasional yang sudah memiliki perwakilan di 34 negara. AMURT Indonesia saat ini sedang fokus di Jawa Tengah dan Sumatra Barat. "Di Jateng, baru membina di Demak dan Semarang," terang Haryono.

Kepada anak-anak PAUD di Demak dan Semarang itulah, bantuan mainan edukatif anak tersebut diserahkan secara simbolik di Pendopo Kabupaten Demak, bersama Wakil Bupati Demak, Drs. Joko Sutanto.

Hadir dalam kesempatan itu jajaran Dinas Pendidikan Kota Semarang, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Demak dan jajarannya, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Dinas Sosial Kab. Demak serta jajaran pengurus HIMPAUDI Kab. Demak dan Kota Semarang. Mari beralih ke permainan yang membutuhkan anak merangkai sesuai imajinasi! [Pondok Darussalam Jatibarang]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/menjadi-cerdas-dan-berimajinasi-kuat-dengan-mainan-edukatif-anak.html

Sabtu, 16 April 2011

Cerita Rasulullah Menolong Abu Jahal yang Terperosok Lobang Sendiri

Pondok Darussalam Jatibarang - Setelah Rasulullah Saw. menyosialisasikan dakwahnya secara terang-terangan, beliau banyak diganggu, diteror, ditentang dan dicaci-maki oleh musuh, tapi tak pernah sekalipun Rasulullah Saw. membalasnya.

Cerita Rasulullah Menolong Abu Jahal yang Terperosok Lobang Sendiri - Pondok Darussalam Jatibarang
Cerita Rasulullah Menolong Abu Jahal yang Terperosok Lobang Sendiri - Pondok Darussalam Jatibarang


Cerita Rasulullah Menolong Abu Jahal yang Terperosok Lobang Sendiri

Di antara orang-orang kafir yang paling dahsyat gangguan, kedengkian dan permusuhannya terhadap Rasulullah Saw, adalah Abu Jahal. Dan di antara upaya untuk melampiaskan kejahatannya adalah dengan menggali lobang di jalan yang biasa dilalui Rasulullah Saw., kemudian menutupinya dengan sesuatu supaya Nabi tak melihat lubang di bawahnya saat berhasil terperosok.

Di suatu hari lobang yang digali Abu Jahal dibuat cukup besar dan dalam. Tujuannya agar ketika Nabi Saw. terperosok makin sulit naik ke atas. Tapi, atas izin Allah, dia lupa di mana tempat ia menggali lobang tersebut.

Karena tidak berhasil menemukan lobang yang digali sendiri, Abu Jahal malah yang terperosok ke dalam lubang. Ini seperti senjata makan tuan. Di dalam lobang itu, dia menjerit-jerit supaya ada orang yang mau menolongnya. Ternyata yang lewat adalah Rasulullah Saw.

Mendengar ada suara minta tolong, Rasulullah Saw. pun menghampiri sumber suara tersebut. Setelah dilihat, ternyata yang ada di dalam lobang tersebut adalah musuhnya. “Kenapa kamu bisa ada di dalam lubang ini?” Tanya Rasulullah Saw.

Abu Jahal menjawab, “orang-orang yang kurang ajar, jahat dan bejat, mereka usil menggali lobang sehingga membuat orang menjadi celaka dan terperosok,” katanya.

Padahal Nabi Saw. mengetahui Abu Jahal sendiri yang telah menggali lobang tersebut. Tapi Nabi Saw. sama sekali tidak mencaci ataupun meninggalkannya di dalam lobang. Justru Nabi Saw. mengulurkan tangannya dan mengeluarkan dia dari lobang. Sungguh benar firman Allah Swt. tentang Rasulullah Saaw. bahwa:

“Dan sesungguhnya kamu (Nabi Muhammad) benar-benar berakhlak dengan akhlak yang tinggi dan agung.” (QS. al-Qalam ayat 4). [Pondok Darussalam Jatibarang]

Ahmad Zain Bad, Annur 2 Bululawang Malang

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/cerita-rasulullah-menolong-abu-jahal-yang-terperosok-lobang-sendiri.html

Klarifikasi MUI Terhadap Fitnah Irfan Helmi

Pondok Darussalam Jatibarang - Rilis Ketika Grand Syeikh Al-Azhar Ahmad Muhammad Ath Thayyib Dijadikan Alat Propaganda dan Fitnah oleh kaum wahabi.

Klarifikasi MUI Terhadap Fitnah Irfan Helmi - Pondok Darussalam Jatibarang
Klarifikasi MUI Terhadap Fitnah Irfan Helmi - Pondok Darussalam Jatibarang


Klarifikasi MUI Terhadap Fitnah Irfan Helmi

Berikut klarifikasi MUI Pusat terkait broadcast seorang wahabi di MUI bernama Irfan Helmi:

Terhadap peredaran catatan berjudul "Rangkuman sikap Pimpinan MUI thd ceramah Syaikh Akbar al-Azhar, Syaikh Ahmad Muhammad ath-Thayyib al-Asy'ariy di kantor MUI pada Senin, 22 Feb 2016" yang ditulis Irfan Helmi, dinyatakan bukan dari MUI dan bukan resume hasil pertemuan syaikh al-Azhar dengan MUI. Prof. Dr. Syaikh Ahmad at-Thayyib merupakan Grand Syaikh al-Azhar yang sangat dihormati dan dimuliakan oleh MUI. Untuk hal tersebut agar tidak terjadi salah faham maka segala Informasi tentang kunjungan Syaikh Al Azhar ke MUI bisa berkomunikasi dan mendapat penjelasan dari KH Muhyiddin Junaidi, MA, Ketua MUI bidang Kerjasama Luar Negeri.

Sekretariat MUI Jakarta, 24 Februari 2016

Source: http://mui.or.id/homepage/berita/klarifikasi-mui-tentang-rangkuman-sikap-mui-terhadap-ceramah-grand-syaikh-al-azhar.html


Dari : http://www.dutaislam.com/2016/02/klarifikasi-mui-terhadap-fitnah-irfan.html

Jumat, 01 April 2011

Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Niat dan Doanya

Pondok Darussalam Jatibarang - Tata cara Sholat Dhuha hampir sama dengan sholat sunat lainnya. Syarat dan rukunnya pun sama. Harus bersih dari hadats kecil dengan melakukan wudlu. Yang menjadi perbedaan adalah batas waktu Sholat Dhuha, bacaan niat Sholat Dhuha, surat yang dibaca ketika berdiri dan bacaan doanya. Kita bahas satu-satu yah.

Niat Sholat Dhuha Niat dilakukan di dalam hati. Namun untuk memudahkan kita menata niat Sholat Duha itu, disunatkan untuk melafalkannya secara lisan. Ini artinya, ketika mengucapkan niat tersebut, harus terdengar oleh telinga kita, tidak harus dilisankan keras-keras hingga terdengar orang lain di samping atau di luar ruangan. Itu terlalu pamer, bukan syiar namanya.

Berikut ini adalah niat Sholat Duha, sebagaimana kami kutip dari kitab-kitab salaf.

Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Niat dan Doanya - Pondok Darussalam Jatibarang
Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Niat dan Doanya - Pondok Darussalam Jatibarang


Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Niat dan Doanya

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Cara pengucapan: usholli sunnatad dhuhaa rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.

Pondok Darussalam Jatibarang

Artinya: "Aku niat melakukan shalat sunat dhuha dua rakaat, menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala."

Pondok Darussalam Jatibarang

Jika masih belum bisa, silakan download atau dengarkan pengucapan Sholat Dhuha di Souncloud Duta Islam. Klik di bawah ini!

Kalau ingin mengerjakan Sholat Dhuha lebih dari dua rakaat, maka, niat yang Anda lafalkan tetap sama seperti di atas. Mengapa, karena dalam Sholat Dhuha, Anda harus harus menutup dengan salam setiap dua rakaat selesai dikerjakan. Mau target 12 rakaat pun, tiap 2 rakaat, Anda harus salam, lalu mulai niat kembali seperti dilafalkan di atas.

Membaca Surat Pendek Khusus Sholat Dhuha Setelah niat Allahu Akbar (tangan diangkat ke atas seperti sholat fardhu), selanjutnya Anda membaca doa iftitah, al-Fatihah dan juga surat-surat pendek. Pada Sholat Dhuha, surat-surat pendek yang dibaca ada kekhususan tersendiri. Sebaiknya mengikuti yang sudah ada keterangan dari ulama salaf.

Menurut pendapat Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam Hawsyil Khothiib, surat pendek yang dibaca setelah membaca surat al-Fatihah dalam Sholat Dhuha adalah surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan surat Ad-Dhuha pada rakaat kedua.

Jika tidak hafal, Anda bisa membaca surat pendek khusus Sholat Dhuha lainnya, yakni Al Kafirun (pada rakaat pertama) dan surat al-Ikhlash (rakaat kedua). Ini mengikuti pendapat Ibnu Hajar dan Imam Ramli.

Jika Anda mengerjakan lebih dari dua rakaat, maka, para ulama menganjurkan untuk membaca surat Asy Syams dan Ad-Dhuha pada dua rakaat pertama, kemudian membaca al-Kafirun dan al-Ikhlash pada rakaat ke-3 dan ke-4 dan seterusnya hingga maksimal 12 rakaat.

Setelah Membaca Surat Pendek Khusus Sholat Dhuha Selanjutnya, lakukan gerakan Sholat Dhuha sebagaimana sholat fardhu (bukan sholat idul fitri dan sholat mayit lo yah...heheh) seperti ruku, i'tidal, sujud, duduk antara dua sujud dan seterusnya sampai membaca tasyahud dan salam.

Doa Setelah Sholat Dhuha Setelah selesai Sholat Dhuha, bacalah doa yang khusus untuk Sholat Dhuha. Hafalkan doanya, resapi maknanya, angan-angan artinya. Insyaallah itu bagian dari cara berdoa untuk melapangkan rizki.

Dalam doa Sholat Dhuha di bawah ini, ada adab yang mengajarkan kepada kita untuk bertawassul dengan Hakikat Waktu Dhuha Allah (bi haqqi dhuhaika), yang diriwayakan dari hadits shahih. Jadi, ketika berdoa usai Sholat Dhuha, artinya Anda sedang melakukan perintah Nabi untuk bertawassul kepada Allah melalui wasilah waktu Dhuha.

Bacalah Doa Sholat Dhuha di bawah ini.

اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAAHUMMA INNADH DHUHAA A DHUHAAUKA, WAL BAHAA A BAHAA UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL 'ISHMATA 'ISHMATUKA. ALLAAHUMA INKAANA RIZQII FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASSARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU, BIHAQQI DUHAA-IKA WA BAHAA-IKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINII MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHOOLIHIIN.

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”

Jika Anda masih kurang lancar membaca doa Sholat Dhuha di atas, silakan dengarkan pengucapan doa Sholat Dhuha di atas dengan klik audio di Souncloud Duta Islam.

Demikian Cara Sholat Dhuha yang disajikan oleh Redaksi Duta Islam untuk memenuhi beberapa permintaan pembaca tentang tata cara sholat dan bentuk ibadah lainnya. Semoga ini bagian dari amal jariyah kami yang dirodloi Allah. Amin [Pondok Darussalam Jatibarang]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/cara-sholat-dhuha-lengkap-dengan-niat-dan-doanya-bisa-download.html

Selasa, 03 Agustus 2010

Dulu, Amaliyah Muhammadiyah Itu NU Banget!

Pondok Darussalam Jatibarang - Tulisan kali ini hendak mempertegas tulisan kami yang telah lalu berjudul“Sejarah Awal Muhammadiyah yang Terlupakan”, dimana banyak dari kita belum tahu atau sengaja melupakan sejarah awal Muhammadiyyah.

Secara ringkas kami katakan bahwa, KH. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyyah pada 18 November 1912/8 Dzull Hijjah 1330) dengan KH. Hasyim Asy’ari (pendiri NU pada 31 Januari 1926/16 Rajab 1344) adalah satu sumber guru dengan amaliah ubudiyah yang sama. Bahkan keduanya pun sama-sama satu nasab dari Maulana ‘Ainul Yaqin (Sunan Giri).

Dulu, Amaliyah Muhammadiyah Itu NU Banget! - Pondok Darussalam Jatibarang
Dulu, Amaliyah Muhammadiyah Itu NU Banget! - Pondok Darussalam Jatibarang


Dulu, Amaliyah Muhammadiyah Itu NU Banget!

Berikut kami kutip kembali ringkasan “Kitab Fiqih Muhammadiyyah”, penerbit Muhammadiyyah Bagian Taman Poestaka Jogjakarta, jilid III, diterbitkan tahun 1343 H/1925 M, dimana hal ini membuktikan bahwa amaliah kedua ulama besar di atas tidak berbeda:

1. Niat shalat memakai bacaan lafadz: “Ushalli Fardha...” (halaman 25).

2. Setelah takbir membaca: “Allahu Akbar Kabiran Walhamdulillahi Katsira...” (halaman 25).

Pondok Darussalam Jatibarang

3. Membaca surat al-Fatihah memakai bacaan: “Bismillahirrahmanirrahim”(halaman 26).

4. Setiap shalat Shubuh membaca doa Qunut (halaman 27).

Pondok Darussalam Jatibarang

5. Membaca shalawat dengan memakai kata: “Sayyidina”, baik di luar maupun dalam shalat (halaman 29).

6. Setelah shalat disunnahkan membaca wiridan: “Istighfar, Allahumma Antassalam, Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 33x” (halaman 40-42).

7. Shalat Tarawih 20 rakaat, tiap 2 rakaat 1 salam (halaman 49-50).

8. Tentang shalat & khutbah Jum’at juga sama dengan amaliah NU (halaman 57-60).

KH. Ahmad Dahlan sebelum menunaikan ibadah haji ke tanah suci bernama Muhammad Darwis. Seusai menunaikan ibadah haji, nama beliau diganti dengan Ahmad Dahlan oleh salah satu gurunya, as-Sayyid Abubakar Syatha ad-Dimyathi, ulama besar yang bermadzhab Syafi’i.

Jauh sebelum menunaikan ibadah haji dan belajar mendalami ilmu agama, KH. Ahmad Dahlan telah belajar agama kepada asy-Syaikh KH. Shaleh Darat Semarang. KH. Shaleh Darat adalah ulama besar yang telah bertahun-tahun belajar dan mengajar di Masjidil Haram Makkah.

Di pesantren milik KH. Murtadha (sang mertua), KH. Shaleh Darat mengajar santri-santrinya ilmu agama, seperti kitab al-Hikam, al-Munjiyat karya beliau sendiri, Lathaif ath-Thaharah, serta beragam ilmu agama lainnya. Di pesantren ini, Mohammad Darwis bertemu dengan Hasyim Asy’ari. Keduanya sama-sama mendalami ilmu agama dari ulama besar Syaikh Shaleh Darat.

Waktu itu, Muhammad Darwis berusia 16 tahun, sementara Hasyim Asy’ari berusia 14 tahun. Keduanya tinggal satu kamar di pesantren yang dipimpin oleh Syaikh Shaleh Darat Semarang tersebut. Sekitar 2 tahunan kedua santri tersebut hidup bersama di kamar yang sama, pesantren yang sama dan guru yang sama.

Dalam keseharian, Muhammad Darwis memanggil Hasyim Asy’ari dengan panggilan “Adik Hasyim”. Sementara Hasyim Asy’ari memanggil Muhammad Darwis dengan panggilan “Mas atau Kang Darwis”.

Selepas nyantri di pesantren Syaikh Shaleh Darat, keduanya mendalami ilmu agama di Makkah, dimana sang guru pernah menimba ilmu bertahun-tahun lamanya di Tanah Suci itu. Tentu saja, sang guru sudah membekali akidah dan ilmu fikih yang cukup. Sekaligus telah memberikan referensi ulama-ulama mana yang harus didatangi dan diserap ilmunya selama di Makkah.

Puluhan ulama-ulama Makkah waktu itu berdarah Nusantara. Praktik ibadah waktu itu seperti wiridan, tahlilan, manaqiban, maulidan dan lainnya sudah menjadi bagian dari kehidupan ulama-ulama Nusantara. Hampir semua karya-karya Syaikh Muhammad Yasin al-Faddani, Syaikh Muhammad Mahfudz at-Turmusi dan Syaikh Khaathib as-Sambasi menuliskan tentang madzhab Syafi’i dan Asy’ariyyah sebagai akidahnya. Tentu saja, itu pula yang diajarkan kepada murid-muridnya, seperti KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, Syaikh Abdul Qadir Mandailing dan selainnya.

Seusai pulang dari Makkah, masing-masing mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dari guru-gurunya di Makkah. Muhammad Darwis yang telah diubah namanya menjadi Ahmad Dahlan mendirikan persarikatan Muhammadiyyah. Sedangkan Hasyim Asy’ari mendirikan NU (Nahdlatul 'Ulama').

Begitulah persaudaraan sejati yang dibangun sejak menjadi santri Syaikh Shaleh Darat hingga menjadi santri di Tanah Suci Makkah. Keduanya juga membuktikan, kalau dirinya tidak ada perbedaan di dalam urusan akidah dan madzhabnya.

Saat itu, di Makkah memang mayoritas bermadzhab Syafi’i dan berakidahkan Asy’ari. Wajar, jika praktek ibadah sehari-hari KH. Ahmad Dahlan persis dengan guru-gurunya di Tanah Suci. Seperti yang sudah dikutipkan di awal tulisan, semisal shalat Shubuh KH. Ahmad Dahan tetap menggunakan Qunut, dan tidak pernah berpendapat bahwa Qunut sholat subuh Nabi Muhammad Saw adalah Qunut Nazilah. Karena beliau sangat memahami ilmu hadits dan juga memahami ilmu fikih.

Begitupula Tarawihnya, KH. Ahmad Dahlan praktek shalat Tarawihnya 20 rakaat. Penduduk Makkah sejak berabad-abad lamanya, sejak masa Khalifah Umar bin Khattab Ra., telah menjalankan Tarawih 20 rakaat dengan 3 witir hingga sekarang. Jumlah ini telah disepakati oleh sahabat-sahabat Nabi Saw. Bagi penduduk Makkah, Tarawih 20 rakaat merupakan ijma’ (konsensus kesepakatan) para sahabat Nabi Saw.

Sedangkan penduduk Madinah melaksanakan Tarawih dengan 36 rakaat. Penduduk Makkah setiap pelaksanaan Tarawih 2 kali salaman, semua beristirahat. Pada waktu istirahat, mereka mengisi dengan thawaf sunnah. Nyaris pelaksanaan shalat Tarawih hingga malam, bahkan menjelang Shubuh.

Di sela-sela Tarawih itulah keuntungan penduduk Makkah, karena bisa menambah pahala ibadah dengan thawaf. Maka bagi penduduk Madinah untuk mengimbangi pahala dengan yang di Makkah, mereka melaksanakan Tarawih dengan jumlah lebih banyak.

Jadi, baik KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ari tidak pernah ada perbedaan di dalam pelaksanaan ubudiyah. Ketua PP. Muhammdiyah, Yunahar Ilyas pernah menuturkan: “KH. Ahmad Dahlan pada masa hidupnya banyak menganut fiqh madzhab Syafi’i, termasuk mengamalkan Qunut dalam shalat Shubuh dan shalat Tarawih 23 rakaat. Namun, setelah berdirinya Majelis Tarjih pada masa kepemimpinan KH. Mas Manshur, terjadilah revisi-revisi, termasuk keluarnya Putusan Tarjih yang menuntunkan tidak dipraktekkannya doa Qunut di dalam shalat Shubuh dan jumlah rakaat shalat Tarawih yang sebelas rakaat.”

Sedangkan jawaban enteng yang dikemukan oleh dewan tarjih saat ditanyakan: “Kenapa ubudiyyah (praktek ibadah) Muhammadiyyah yang dulu dengan sekarang berbeda?” Alasan mereka adalah karena “Muhammadiyyah bukan Dahlaniyyah”.

Masihkah di antara kita yang gemar mencela dan mengata-ngatai amaliah-amaliah Ahlussunnah wal Jama’ah Nahdlatul Ulama' sebagai amalan bid’ah, musyrik dan sesat? 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/dulu-amaliyah-muhammadiyah-itu-nu-banget.html

Rabu, 27 Mei 2009

Korupsi di Atas Rp100 Miliar, Hukum Kita Jadi Bego

Jakarta, Pondok Darussalam Jatibarang. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menilai, pemerintah tidak serius dalam penegakan hukum. Menurutnya, hal itu tercermin dalam upaya pemberantasan korupsi yang masih terkesan tebang pilih, terutama pada kasus-kasus korupsi "kecil", sementara koruptor besar nyaris tak tersentuh sama sekali.

"Hukum kita kekuatannya hanya sampai Rp100 miliar saja. Lebih dari itu, hukum kita jadi pelo (gagap) dan bego," kata Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (18/1). Hal itu dikatakannya usai bertemu mantan anggota DPRD Bontang Hamsyah MD yang mengaku menyesal telah mengkorupsi dana APBD Bontang, Kalimantan Timur.

Lebih dari itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur itu mengingatkan pemerintah agar tidak bermain-main dengan pemberantasan penyakit bangsa tersebut. "Saya ketuk hati pemerintah agar jangan bermain-main dalam pemberantasan korupsi. Kalau ditindak, ditindak semua. Kalau tidak, ya, dibina semua," tegasnya.

Selain itu, Hasyim menambahkan, gerakan pemberantasan korupsi juga jangan sampai salah sasaran. Lebih fatal lagi jika pihak yang melaporkan kasus korupsi yang ditangkap, sementara yang melakukan korupsi justru melenggang. Jangan sampai sebuah penegakan hukum menjadi kezaliman yang berbungkus keadilan.

Korupsi di Atas Rp100 Miliar, Hukum Kita Jadi Bego (Sumber Gambar : Nu Online)
Korupsi di Atas Rp100 Miliar, Hukum Kita Jadi Bego (Sumber Gambar : Nu Online)


Korupsi di Atas Rp100 Miliar, Hukum Kita Jadi Bego

Minta Nasihat

Sementara itu, Hamsyah MD yang didampingi beberapa aktivis Bontang Corruption Watch menemui Hasyim dalam rangka meminta nasihat atas perbuatan yang ia lakukan. Ia mengaku insyaf dan berjanji akan mengembalikan semua uang hasil korupsi, kemudian bertobat kepada Allah dan akan menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib.

Di depan Hasyim, Hamsyah mengaku telah melakukan korupsi sewaktu menjadi anggota DPRD. Korupsi dilakukan tahun 2002, yakni korupsi uang asuransi Bumi Putera yang diambil dari pos keuangan pemda senilai Rp 74.900. Total uang yang dikorupsi 25 anggota DPRD dari jatah asuransi sebesar Rp 2 miliar. Uang tersebut diambil dari pos anggaran peningkatan kesejahteraan karyawan Pemerintah Kota Bontang.

Pondok Darussalam Jatibarang

Selain itu, Hamsyah mengaku mendapat dana terima kasih Rp50 juta pada 2004. Hamsyah mengaku gelisah sejak melaksanakan ibadah haji pada 2003 lalu. Dia menuturkan, saat melakukan wukuf di Mina, kegelisahan mulai muncul dan terasa sampai saat ini. Ia merasa uang yang telah dimakan bersama keluarga adalah uang haram dan sudah mendarah daging.

Sikapnya kemudian berubah dan memutuskan menemui Hasyim Muzadi dan meminta nasehat mengenai apa yang harus dilakukan. "Saya meski orang PDIP, tetapi jiwa saya NU," katanya.

Hamsyah tiba di PBNU dengan membawa poster besar bertuliskan "Koruptor Insyaf!!! Saya pelaku korupsi APBD Bontang Rp44,6 miliar. Kenapa KPK tidak tangkap saya? Kenapa KPK mandul? Silakan tangkap saya. Hamsyah MD, mantan anggota PPRD Bontang. (rif)

Pondok Darussalam Jatibarang

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5859/korupsi-di-atas-rp100-miliar-hukum-kita-jadi-amp8216begoamp8217

Pondok Darussalam Jatibarang

Sabtu, 26 Mei 2007

Aktivis Lintas Agama di Jombang Berdoa untuk Palestina

Jombang, Pondok Darussalam Jatibarang. Puluhan aktifis lintas agama ikut berdoa untuk korban tragedi kemanusiaan di Gaza Palestina. Doa bersama digelar di halaman Gereja Kristen Jawi Wetan Jombang, Jumat (23/11) malam.

Mereka berharap konflik kemanusian itu segera berhenti. Menurut mereka, konflik yang telah terjadi bertahun-tahun itu bukanlah konflik agama.

Aktivis Lintas Agama di Jombang Berdoa untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Lintas Agama di Jombang Berdoa untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)


Aktivis Lintas Agama di Jombang Berdoa untuk Palestina

Ini adalah masalah kedaulatan bangsa dari upaya penjajahan. Karena Yahudi, Nasrani dan Islam berada dalam satu rumpun agama Ibrahim, dimana salah satu ajarannya adalah hidup damai dan saling menghormati, ujar Pdt. Christian Muskanan, ketua Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili (PGLII) Jombang seraya berharap berharap, Indonesia dengan masyarakatnya yang plural bisa menjadi aktor penting ikut menyelesaikan konflik ini.

Meski situasi jalur Gaza dan Tepi Barat, paska genjatan senjata telah berangsur normal. Namun dikatakannya, kedua belah pihak harus tetap didorong agar perdamaian yang bermartabat tetap terjadi. Semua pihak seharusnya ikut terlibat secara aktif dalam penyelesaian konflik ini, termasuk PBB, tambah Pdt. Sunardi dari Gereja Kristen Jawi wetan (GKJW) mengungkapkan.

Pondok Darussalam Jatibarang

Ditambahakannnya, perang selalu menyengsarakan banyak pihak. Korban dari pihak yang tidak bersalah pasti berjatuhan dan tidak ada satu agama pun yang menyuruh umatnya untuk membuat kerusakan. Menurut ketua Prasasti ini setiap agresi terhadap kedaulatan negara lain harus dicegah melalui cara damai tanpa kekerasan.

Aan Anshori dari Linkar Indonesia Untuk Keadilan (Link) mengatakan aksi para tokoh agama ini bertujuan menggugah keprihatinan semua kalangan atas tragedi konflik Israel dan Palestina ini.

Pondok Darussalam Jatibarang

Parang harus dihentikan, perang banyak mengakibatkan kesengsaraan bagi semua umat beragama, tandasnya.

Kegiatan aksi keprihatinan yang dilakukan lintas agama kemarin diakhiri dengan penyalaan lilin perdamaian dan doa bersama oleh para tokoh agama masing-masing.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/40961/aktivis-lintas-agama-di-jombang-berdoa-untuk-palestina

Pondok Darussalam Jatibarang

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Darussalam Jatibarang dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock