Jumat, 19 Januari 2007

Lecehkan Gus Dur, Kemenag Jabar Harus Minta Maaf

Subang, Pondok Darussalam Jatibarang. Keluarga Besar NU di Kabupaten Subang Jawa Barat yang meliputi elemen GP Ansor, PMII, dan IPNU meminta pihak Kanwil Kementerian Agama Jabar untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Hal ini terkait kasus pelecehan terhadap KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam soal Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil Madrasah Aliyah.

Lecehkan Gus Dur, Kemenag Jabar Harus Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Lecehkan Gus Dur, Kemenag Jabar Harus Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)


Lecehkan Gus Dur, Kemenag Jabar Harus Minta Maaf

Seperti diwartakan, pelecehan terhadap Presiden RI ke-4 tersebut muncul dalam soal Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil Madrasah Aliyah yang tertuang dalam pilihan ganda nomor 33 oleh Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (K2MA) Kanwil Kementrian Agama Jawa Barat.

Dalam soal tersebut terdapat pertanyaan yang menjerumuskan siswa, terkait sebab jatuhnya Gus Dur yang mengarah ke pilihan jawaban A, yakni kasus Bruneigate dan Buloggate.

Pondok Darussalam Jatibarang

Kami menuntut agar Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (K2MA) Jabar, Kanwil Kemenag Jabar dan Kemenag Subang untuk meminta maaf kepada Warga Nahdliyin dan Rakyat Indonesia di media cetak maupun elektronik, kataKetua GP Ansor Subang, Asep Alamsyah Heridinata di sekretariatnya Jl Darmodiharjo, Subang, Sabtu, (8/12) lalu.

Pondok Darussalam Jatibarang

Jika tuntutan kami tidak direspon, kami akan mengepung dan menduduki kantor tersebut, tegas Asep serius.

Ketua PMII Ketua Kabupaten Subang, Ade Mahmudin mensinyalir, Kanwil Kemenag Jabar sengaja membiarkan penerbit buku mata pelajaran yang bersangkutan yang mengeluarkan soal tersebut.

Dalam hal ini Kanwil jabar telah melakukan tindakan fitnah. Karena kasus dugaan korupsi Buloggate dan Brunaigate tidak terbukti secara hukum dan menurut Kejaksaan Agung Gus Dur tidak terlibat,, kritik Ade.

Ketua Ikatan Pelajar NU Kabupaten Subang, Ahmad mengaku miris dengan kejadian ini. Saya sangat prihatin. Ini merupakan distorsi dan pembelokan sejarah. Apalagi ini dikonsumsi langsung oleh pelajar, katanya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ade Mahmudin

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41200/lecehkan-gus-dur-kemenag-jabar-harus-minta-maaf

Pondok Darussalam Jatibarang

Bukanlah blog resmi dari Pondok Darussalam Jatibarang atau situs yang diasuh oleh pesantren darussalam brebes, namun kami adalah santri Kalong / laju. Yang mendedikasikan diri agar pondok ini dikenal dunia luar..


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Darussalam Jatibarang dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock