Senin, 22 Mei 2017

PWNU Jabar Gelar Bahtsul Masail

Bandung, Pondok Darussalam Jatibarang. Lembaga Bahtsul Masail NU (LBM-NU) PWNU Jawa Barat mengelar bahtsul masail di masjid PWNU Jabar, Jumat (8/6) malam.

Nampak hadir dalam acara bahtsul masail tersebut antra lain Wakil Rais KH Zezen ZA Bazul Asyhab, Wakil Katib Syuriyah KH Asep Syarif, Katib Syuriah Prof Rahmat Syafi, Wakil Ketua Tanfidiyah Prof Dr Ali Anwar, Wakil Katib Syuriah KH Deden Hidayat, Bendahara KH Kurtubi Abduloh. Adapun pemateri masail adalah Prof Dr KH Rachmat Syafei, MA.,dan KH Kholil Anwar.

Kegiatan Batsul Masail sebelumnya dimulai dengan istigosah yang dimulai Pukul 19.30 (bada isya) di mulai dengan istigotsah yang dipimpin oleh KH Asep Syarif. Selanjutnya pembacan materi bahtsul masail oleh ketua Lembaga Bahtsul Masail NU (LBM-NU) Dr Mujiyo Nurkholis.

Materi bahtsul masail antara lain, pertama hukum melihat gambar porno dalam kajian fiqih, kedua hukum pernikahan yang disertai pelanggaran ketentuan undang-undang yang berlaku, ketiga hukum mengenakan pakaian berbahan sutera.

PWNU Jabar Gelar Bahtsul Masail (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar Gelar Bahtsul Masail (Sumber Gambar : Nu Online)


PWNU Jabar Gelar Bahtsul Masail

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Zenal Mutaqin

Pondok Darussalam Jatibarang

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/38305/pwnu-jabar-gelar-bahtsul-masail

Pondok Darussalam Jatibarang

Pondok Darussalam Jatibarang

Sabtu, 20 Mei 2017

2014, Majalah Aula Targetkan Oplah 20 Ribu

Surabaya, Pondok Darussalam Jatibarang. Sebagai media cetak Nahdlatul Ulama, majalah Aula siap menghadapi tahun 2014 dengan penuh optimisme. Bahkan diharapkan tahun depan akan ada peningkatan signifikan dari oplah dan sejumlah pendapatan.

Tekad itu mengemuka para rapat gabungan perusahaan yang diselenggarakan di kantor Majalah Aula jalan Masjid al-Akbar Timur no 9 Surabaya Jawa Timur.

2014, Majalah Aula Targetkan Oplah 20 Ribu (Sumber Gambar : Nu Online)
2014, Majalah Aula Targetkan Oplah 20 Ribu (Sumber Gambar : Nu Online)


2014, Majalah Aula Targetkan Oplah 20 Ribu

"Dengan perubahan menjadi PT Aula Media NU, maka hal mendesak yang harus dilakukan adalah kerja profesional," kata H Abdul Wahid Asa (28/12).

Pondok Darussalam Jatibarang

Dikatakannya, profesionalitas itu memiliki indikasi pada kinerja dan proyeksi media dari waktu ke waktu. "Karena itu semua pihak harus belajar agar bisa memiliki pola fikir dan kinerja yang profesional," tandas Ketua Dewan Pakar Majalah Aula ini.

Menghadapi tahun 2014, Majalah Aula telah menetapkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan atau RKAP. "Diantara yang ingin diraih adalah peningkatan oplah majalah menjadi dua puluh ribu eksemplar," kata Trisnohadi.

Bapak yang dipercaya sebagai manager keuangan ini teklah menghitung dengan cermat penambahan oplah itu dari yang semulka masih sekitar lima belas ribu eksemplar.

Pondok Darussalam Jatibarang

"Tentu saja peningkatan oplah ini harus diimbangi dengan strategi pemasaran dan konten tulisan serta perwajahan yang lebih baik," ungkap Tris, sapaan kesehariannya.

Pada saat yang sama, jumlah iklan di media yang telah berusia 35 tahun ini juga harus ada pencapaian. "Peningkatan iklan yang akan dimuat majalah Aula setiap penerbitan ditetapkan sebanyak dua belas halaman," ungkapnya.

Dengan proyeksi ini, tentu saja akan banyak hal yang harus dilakukan baik di tingkatan marketing dan sirkulasi serta redaksi.

"Kita berharap semua pihak bersinergi untuk meraih angka tersebut," terangnya. Tris masih optimis bahwa andai pangsa pasar yang ada digarap secara serius, peluang penambahan omset dan jumlah pelanggan bisa diraih.

Untuk mendongkrak itu, sejumlah event akan selalu diselenggarakan baik pada mementum hari besar agama maupun kegiatan lain.

"Kita telah mempersiapkan momentum maulid, pameran umrah dan haji, pemilihan putri hijab, bazar Ramadhan, bazar Muharram serta pameran pendidikan muslim untuk mendukung peningkatan oplah dan pemasukan bagi perusahaan," ungkapnya.

Diharapkan dengan sejumlah kiat dan tentunya berbagai kreasi baik dari pihak pemasaran dan redaksi, maka proyeksi itu dapat terlampaui. "Tapi saya optimis dalam bulan keempat di tahun 2014 nanti, proyeksi itu akan terlampaui," sergahnya. "Namun itu semua sangat bergantung kepada kekompakan semua kru majalah," pungkasnya. (Syaifullah/Anam)

2014, Aula Targetkan Oplah 20 Ribu

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/49094/2014-majalah-aula-targetkan-oplah-20-ribu

Pondok Darussalam Jatibarang

Minggu, 30 April 2017

Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu

Blitar, Pondok Darussalam Jatibarang. Pembuatan Kartanu di Wilayah Kabupaten Blitar, 4 April kemarin mulai dilaksanakan. Pemotretan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Gandusari.

Mengingat luasnya wilayah MWC, maka pemotretan dilakukan di 48 titik secara pergantian.

Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)


Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu

Sambutan warga NU dan banomnya sangat luar biasa. Hal ini terlihat, sejak pagi hari para anggota sudah siap menunggu petugas pomotretan setelah lebih dulu didaftar oleh panitia.

Alhamdulillah antusias warga NU secara keseluruhan sangat bagus. Semoga target NU Kabupaten Blitar bisa terpenuhi, ujar H Mohammad Faizin kepada Pondok Darussalam Jatibarang, Jumat.

Pondok Darussalam Jatibarang

Menurut Faizin, target awal PCNU Kabupaten Blitar bisa membuat setidaknya 25 ribu Kartanu. Namun melihat antusias anggota NU, khususnya dukungan para anggota badan otonom, diperkirakan ada kenaikan yang luar bisa ada kemungkinan bisa lebih dari itu.

Pondok Darussalam Jatibarang

Sebagai panitia kami sangat bangga dengan warga NU beserta banomnya. Mereka sangat mendukung sekali dengan program Kartanu ini. Dengan melihat itu ada kemungkinan program ini bisa melebihi target bahkan bisa dua kali, ungkap mantan Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Blitar ini.

Diperkirakan, tim Kartanu ada sekitar sebulan melakukan pendataan dan pemotretan. Hal ini terkait dengan kondisi daerah yang memiliki wilayah 22 Kecamatan dengan lokasi tempuh yang sangat jauh. Khususnya wilayah di Blitar Selatan.

Bagaimana dengan banom? Ia mengtatakan peran banom sangat besar sekali. Karena mereka yang jadi ujung tombak penyuksesan program ini. Contohnya Muslimat NU. Di semua titik banom ini yang menjadi ujung tombaknya. Anggotanya terkoordinasi dengan baik.

Semua banom memiliki peran masing-masing. Baik Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, Ansor. Kalau Ansor yang aktif adalah para Bansernya, katanya.

Paran ISNU ( Ikatan Sarjana NU) juga lumayan bagus. Meski di Kabupaten Blitar terbilang masih baru namun sudah memperlihatkan perannya. Misalnya, dalam program Kartanu ini selain anggotanya dikerahkan untuk ikut menjadi anggota, ISNU juga memfasilitasi pembuatan seragam petugas Kartanu.

PC ISNU Blitar membuatkan seragam bagi petugas Kartanu. Bantuan itu membuat tim Kartanu tampil beda, tandasnya.

Info lainnya, lanjut Faizin, para pejabat daerah setempat juga minta dibuatkan Kartanu. Misalnya Bupati dan wakilnya, Ketua DPRD dan beberapa pejabat eselon.

Pak Bupati dan Ketua DPRD tadi juga kontak. Agar didaftar sebagai anggota NU. Periode dulu juga sudah dan dalam program ini mereka juga mengajukan, tambahnya.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/43584/bupati-dan-ketua-dprd-juga-daftar-kartanu

Pondok Darussalam Jatibarang

Senin, 10 April 2017

Ratusan Pelajar Grobog Wetan Ikuti Tadabbur Alam IPNU dan IPPNU

Tegal, Pondok Darussalam Jatibarang. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Grobog Wetan mengadakan kegiatan lintas alam dan aksi tanam pohon di Desa Sigedong, Bumijawa, Tegal

Kegiatan yang diikuti 100 pelajar tersebut, menurut Ketua PR IPNU Grobog Wetan Andy, sebagai tadabburan (renungan) serta menimba ilmu di bumi Nusantara yang penuh dengan keberkahan mengabdi untuk agama dan bangsa.

Ratusan Pelajar Grobog Wetan Ikuti Tadabbur Alam IPNU dan IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pelajar Grobog Wetan Ikuti Tadabbur Alam IPNU dan IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)


Ratusan Pelajar Grobog Wetan Ikuti Tadabbur Alam IPNU dan IPPNU

"Kegiatan tersebut sebetulnya adalah pintu pengkaderan awal menuju Makesta agar antusiasme pelajar di desa Grobog Wetan lebih memantik semangat mengetahui tentang apa itu IPNU IPPNU," terangnya pada Jumat (20/12).

Pondok Darussalam Jatibarang

Dia menambahkan, kegiatan itu juga bertujuan untuk menambahkan cinta terhadap alam Indonesia yang hijau dan selalu bikin sejuk.

Pondok Darussalam Jatibarang

Kegiatan ini diawali dengan ziarah kubur di makam sesepuh desa Grobog Wetan dengan tujuan selalu ingat dan meneladani akan jasa-jasa mereka. Dan yang paling akhir diisi dengan outbond. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74878/ratusan-pelajar-grobog-wetan-ikuti-tadabbur-alam-ipnu-dan-ippnu

Pondok Darussalam Jatibarang

Sabtu, 08 April 2017

Kesebelasan Quen dan DaTa Juga Lolos ke Semifinal Region Jatim

Kediri, Pondok Darussalam JatibarangKesebelasan Quen Al-Falah Ploso Mojo Kediri dan Darut Taibin (DaTa) Tulungagung menyusul An-Nur 2 Malang lolos ke babak semifinal kompetisi Liga Santri Nusantara Region Jatim II di Stadion Brawijaya Kota Kediri.

Sementara kesebelasan Pondok Pesantren Darussalam Sumbersari Kediri batal lolos ke babak semifinal karena kena diskualifikasi. Sebagai gantinya adalah Tim Pesantren Darul Ulum Rejoso Petrongan Jombang yang sempat dikalahkan Darussalam.

Kesebelasan Quen dan DaTa Juga Lolos ke Semifinal Region Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Quen dan DaTa Juga Lolos ke Semifinal Region Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)


Kesebelasan Quen dan DaTa Juga Lolos ke Semifinal Region Jatim

Quen Al-Falah lolos setelah dalam perempat final kemarin sore berhasil mencukur gundul Tim Pesantren Mahir Ar-Riyadh Ringinagung Kepung Kediri dengan skor telak 5-0. Sedangkan Darut Taibin Tulungagung di tempat yang sama menghabisi perlawanan Pospoda Nganjuk dengan skor 3-0.

Pada babak perempat final, Quen Al-Falah bermain lepas. Meski sempat mendapat perlawanan dari pemain Mahir Ar-Riyadh. Gol perdana Quen diciptakan oleh M. Kemeal Zain pada menit ke 30. Hingga sampai babak pertama komposisi masih 1-0 untuk Quen.

Pondok Darussalam Jatibarang

Di babak kedua Quen permainannya semakin berkembang ditunjang para pemain Mahir Ar-Riyadh sudah habis setaminanya. Sehingga, Quen bisa bermain lepas dan berhasil menambah 4 gol. Masing-masing melalui A Lutfan di menit ke-55, Sulthan Abdul Kahfi (kapten) di menit ke-64 setelah dapat hadiah penalti dari wasit. Lalu 2 gol dilesatkan oleh striker Quen Ilham A Ghoni di menit ke-65 dan ke-69.

Pondok Darussalam Jatibarang

Sementara Darut Taibin memenuhi janjinya bermain agresif sejak awal pertandingan. Namun tidak mudah karena terus mendapat tekanan juga dari tim Pospoda Nganjuk . Baru Darut Taibin bisa mendobrak pertahanan lawan pada menit ke-29 melalui tendangan M. Edi Sofyan . Kemudian disusul Nando Endra S di menit ke-57 dan M Alum Alfin P di menit ke-64.

Di babak semifinal nanti Quen Al-Falah akan bertemu dengan DaTa Tulungagung. Sedangkan An-Nur 2 Turen Malang bertemu dengan kesebelasan Pesantren Darul Ulum Ploso Peterongan Jombang. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70784/kesebelasan-quen-dan-data-juga-lolos-ke-semifinal-region-jatim

Pondok Darussalam Jatibarang

Senin, 03 April 2017

GP Ansor Ajak Komponen Bangsa Perkokoh Spirit Nasionalisme

Purbalingga, Pondok Darussalam Jatibarang. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor mengajak segenap komponen bangsa selalu memperkokoh spirit nasionalisme, menjaga pluralisme, dan bersama meningkatkan solidaritas kebangsaan untuk menghadapi tantangan nasional yang berat di masa mendatang ini.

"Solidaritas kebangsaan atau gotong royong adalah jiwa kita berbangsa yang harus kita jaga bersama, dan berbudi luhur adalah martabat kita," tegas Komandan Nasional Banser, Alfa Isnaeni dalam apel siaga Banser di alun-alun Purbalingga, Ahad (31/5) kemarin.

GP Ansor Ajak Komponen Bangsa Perkokoh Spirit Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Ajak Komponen Bangsa Perkokoh Spirit Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Ajak Komponen Bangsa Perkokoh Spirit Nasionalisme

Dengan gotong-royong dan budi luhur ini, lanjutnya, kita telah teruji mampu menghadapi berbagai badai yang menerpa bangsa selama ini. Dan Hari Pancasila kali ini, ujar Alfa, hendaknya menjadi momentum menghentakkan kesadaran kita pentingnya selalu menjaga kedaulatan NKRI, dan memberantas korupsi, sebagai musuh bangsa kita saat ini.

Pondok Darussalam Jatibarang

Hal ini, menurutnya, sesuai dengan rekomendasi Munas dan Konbes NU di Cirebon, yang menyatakan tuntutan dan dukungannya kepada penegak hukum agar terus memberantas korupsi secara adil dan tanpa pandang bulu.

Pondok Darussalam Jatibarang

"Bahkan seandainya ada warga NU sendiri yang terkena kasus hukum di KPK, silahkan proses secara jujur dan adil, dan tak perlu ragu. Ansor mendukung penuh agenda pemberantasan korupsi, secara jujur dan adil, tanpa pandang bulu," tegasnya.

Untuk itulah, tambahnya, Banser mendukung dan mengingatkan kepada KPK dan institusi hukum lainnya, agar sungguh-sungguh berdiri terdepan sebagai alat penegakan keadilan hukum. "Jangan sampai justru sebagai alat politik atau kepentingan lainnya, sehingga yang benar mau disalahkan, sementara yang nyata jahat dan koruptif, menumpuk kekayaan untuk diiri sendiri, malah dilindungi," tandasnya di depan ribuan Banser.

Bila ada pihak-pihak yang mengganggu upaya pemberantasan korupsi ini, Banser akan berdiri terdepan untuk membelanya, "Karena koruptor adalah pengkhianat bangsa," tegas Alfa pun meneriakkan yel-yel, yang disambut gemuruh, "Tangkap koruptor!" (Red: Anam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59899/gp-ansor-ajak-komponen-bangsa-perkokoh-spirit-nasionalisme

Pondok Darussalam Jatibarang

Jumat, 10 Maret 2017

Inilah Filosofi dalam Tradisi Halal Bihalal

Pringsewu, Pondok Darussalam JatibarangDi Indonesia, bulan Syawwal identik dengan tradisi halal bihalal di mana setiap orang saling bersilaturahim mengungkapkan kebahagiaan hari raya sekaligus saling maaf-memaafkan dosa antarsesama. Tradisi ini merupakan khazanah budaya Islami di Nusantara yang merupakan warisan para wali dan ulama salafus shalih.

"Jika dicari di Quran dan Hadits tidak ada Istilah halal bihalal. Namun ini tidak berarti budaya ini tidak sesuai dengan Ajaran Islam. Intisari dari halal bihalal adalah silaturahmi dan ini merupakan sunnah Nabi," kata Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrohim, Ahad ( 31/7).

Inilah Filosofi dalam Tradisi Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Filosofi dalam Tradisi Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)


Inilah Filosofi dalam Tradisi Halal Bihalal

Ia menjelaskan bahwa tradisi ini sudah ada sejak tahun 1700-an saat Nusantara Indonesia masih berbentuk kerajaan-kerajaan. Tradisi ini kemudian diformulasikan sedemikian rupa sehingga nuansa Islami hadir dalam tradisi tersebut.

"Itulah kearifan para wali dan ulama Nusantara. Kehadiran mereka selalu dapat memberikan hikmah dan pencerahan tanpa perpecahan. Kalau zaman dulu para wali banyak yang mengislamkan orang-orang kafir. Namun pada zaman sekarang ini banyak orang malah mengkafirkan orang Islam," tegasnya saat kegiatan halal bihalal PCNU Pringsewu sekaligus Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung NU Pringsewu, Lampung.

Pondok Darussalam Jatibarang

Mas Taufiq, begitu ia biasa dipanggil menjelaskan pula bahwa banyak sekali makna filosofis yang terkandung dalam tradisi halal bihalal di Indonesia. Di antaranya ia mencontohkan penggunaan bahasa Arab pada beberapa aspek seperti makanan yang sering disuguhkan pada saat halal bihalal.

Pondok Darussalam Jatibarang

"Ketan aslinya khatiun maknanya kesalahan, apem aslinya afwun maknanya memaafkan, keluban aslinya qulubana maknanya hati untuk saling memaafkan dan masih banyak lainnya," katanya.

Makna filosofis juga banyak terkandung pada menu makanan khas yang sering disuguhkan pada halal bihalal di setiap hari rayanya yaitu ketupat. "Ketupat itu ngaku lepat atau mengakui kesalahan. Bentuknya segi empat yang menunjukkan prinsip yang harus dilakukan saat halal bihalal yaitu lebar atau selesai, luber atau menyebar, lebur atau terhapus dan labur atau putih bersih," jelasnya.

Ketupat, tambahnya, dibuat dari anyaman daun kepala yang masih muda yang dinamai Janur. "Janur berasal dari bahasa Arab yaitu jaa-n-nur yang berarti telah datang cahaya," jelasnya.

Oleh karenanya filosofi yang luhur dari hal-hal tersebut harus dipertahankan dan diwariskan kepada para generasi penerus agar Islam di Nusantara tetap ada. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70126/inilah-filosofi-dalam-tradisi-halal-bihalal

Pondok Darussalam Jatibarang

Jumat, 20 Januari 2017

Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun

Kudus, Pondok Darussalam Jatibarang. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyatakan kesiapannya menerapkan batasan usia ketua 23 tahun dalam Konferensi Cabang (Konfercab) di SMK NU Maarif Kudus, Jumat mendatang (12/8).

"Konfercab ini menjadi momentum tepat melaksanakan kebijakan terbaru peremajaan usia anggota atau kader IPNU-IPPNU. Dan kami sudah siap menjalankannya," ujar Joni Prabowo, Ketua PC IPNU Kudus, Senin (8/8).

Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)


Konfercab IPNU-IPPNU Kudus Terapkan Batasan Usia Ketua 23 Tahun

Ia mengungkapkan, IPNU-IPPNU Kudus memiliki banyak stok kader yang memunuhi kriteria usia 23 tahun. Mereka ini juga mampu menjadi sosok seorang pemimpin menggerakkan organisasi badan otonom pelajar NU tiga tahun ke depan.

"Masing-masing Pimpinan Anak Cabang terdapat calon ketua yang kapabel berdasarkan kriteria," kata Joni.

Pondok Darussalam Jatibarang

Meski Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU tidak menyiapkan secara khusus calon ketua, namun Joni menyebut beberapa nama yang muncul dalam perhelatan Konfercab XX IPNU dan Konfercab XIX IPPNU Kudus tersebut. Di antaranya, Muhammad Tausiul Ilma (Kota), Hermawan Muklis (Kaliwungu) dan Abu Hasan Asyari (Undaan).

"Mereka ini dari sisi usia memenuhi syarat, begitu pula kemampuannya sudah terlihat aktif pada kepengurusan periode sekarang. Namun semuanya tergantung peserta (Konfercab) yang menentukan," imbuhnya.

Pondok Darussalam Jatibarang

Konferensi cabang akan dilaksanakan selama 2 hari Jumat-Sabtu (12-13/8). Agenda kegiatannya mengesahkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan lama, merumuskan program kerja dan memilih ketua baru IPNU-IPPNU masa khidmah 2016-2018.

Berbagai acara pendukung tengah dipersiapkan yakni pembukaan dan pengajian budaya yang menghadirkan Rais PCNU Kudus KH Ulil Albab Arwani, KH Budi Harjono (Semarang), Habib Hasyim bin Abu Bakar (Pekalongan), Candra Malik (PP Lesbumi) dan grup musik Sumabudhaya (Pekalongan).

Selaian persidangan, juga terdapat acara seminar pelajar dan bazar yang diremiahkan pertunjukan seni dari para pelajar NU. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70342/konfercab-ipnu-ippnu-kudus-terapkan-batasan-usia-ketua-23-tahun

Pondok Darussalam Jatibarang

Rabu, 14 Desember 2016

Universitas Cambridge Teliti Muallaf Muslimah

Jakarta, Pondok Darussalam Jatibarang. Sebuah laporan terobosan meneliti pengalaman hampir 50 perempuan Inggris dengan melihat aspek umur, etnis, latar belakang dan keyakinan (termasuk penganut ateis) yang menjadi pemeluk Islam diluncurkan oleh Universitas Cambridge beberapa waktu lalu.

Laporan yang dihasilkan oleh Centre of Islamic Studies (CIS) Cambridge ini bekerjasama dengan New Muslims Project, Markfield, menghasilkan temuan menarik tentang pengalaman menjadi pemeluk Islam perempuan Inggris pada abad 21.

Universitas Cambridge Teliti Muallaf Muslimah (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas Cambridge Teliti Muallaf Muslimah (Sumber Gambar : Nu Online)


Universitas Cambridge Teliti Muallaf Muslimah

Temuan tersebut memberikan sejumlah rekomendasi bagi muallaf sendiri, umat Islam, dan komunitas Inggris secara umum. Laporan setebal 129 halaman ini juga menggarisbawahi adanya masalah sosial, emosional dan kadangkala masalah ekonomi.

Pemimpin proyek dan direktur CIS Yasir Suleiman mengatakan Tema yang selalu muncul dalam laporan adalah kebutuhan untuk peningkatan dukungan bagi para muallaf dan potensi yang mereka miliki agar menjadi kuat dan memiliki pengaruh transformatif pada komunitas Muslim dan masyarakat Inggris secara luas.

Pondok Darussalam Jatibarang

Tema yang selalu berulang adalah penolakan secara negatif pada Muslim dan Islam di media Inggris dan apa peran dari komunitas muallaf yang bisa dilakukan dalam membantu memberi keseimbangan.

Laporan itu berusaha menghilangkan kesalahpahaman dan kekeliruan muallaf perempuan.

Pondok Darussalam Jatibarang

Kunci dari penelitian ini adalah perhatian yang tidak proporsional terhadap sejumlah kasus, khususnya perempuan kulit putih yang berpindah menjadi Islam, baik oleh komunitas Muslim maupun non Muslim.

Sementara itu, muallaf dari Afrika asal Karibia, meskipun merupakan kelompok etnis muallaf terbesar, seringkali diabaikan dan merasa diisolasi, baik oleh kelompok Muslim maupun non-Muslim.

Suleiman mengatakan, Muallaf kulit putih seringkali diperlakukan sebagai piala bagi Muslim dan sering dimunculkan dalam berbagai komunitas, termasuk di media. Kelompok asal Afrika-Karibia yang menjadi muallaf sebagian besar tak terlihat, tak ada selebrasi dan seringkali tidak diketahui. Mereka merasa seperti minoritas dalam minoritas dan ini harus diatasi. Saya menemukan, bagian ini yang paling sulit.

Penelitian ini juga mengungkapkan adanya hubungan kompleks antara wanita yang berpindah agama menjadi Islam dan keluarga mereka, mulai dari pengasingan, ketidakpercayaan dan penolakan sampai dengan penerimaan penuh atas keyakinan mereka. Hal ini juga terkait dengan isu seksualitas dan gender, termasuk homoseksualitas, peran tradisional perempuan dan transjender.

Manajer proyek Shahla Suleiman mengatakan Dengan mempertimbangkan munculnya stereotype dan besarnya gambaran negatif tentang Islam di media dan masyarakat secara umum, dan mempertimbangkan posisi wanita dalam Islam, kami ingin memahami isu paradoks bagaimana perempuan Barat dengan pendidikan tinggi dan sukses secara profesional menjadi Islam.

Basis dari masuknya mereka dalam Islam adalah keyakinan dan spiritualitas tetapi perpindahan ini juga fenomena sosial yang menjadi politis. Dalam hal ini, perpindahan agama menjadi perhatian siapa saja dalam komunitas.

Perdebatan ini baru dimulai dan kami menginginkan memiliki informasi hasil penelitian lebih banyak tentang perpindahan ke Islam yang secara langsung menarik perhatian publik. Perjuangan untuk masa depan yang lebih baik tergantung pada bagaimana mengatasi pengasingan dan perbedaan secara absolut yang didasarkan pada ketidaksukaan ideologis untuk multikulturalitas, bukan hanya multikulturalisme. Ketakutan pada imigran, Islam dan perpindahan agama mewakili prasangka, kekhawatiran, dan ketakutan ras.

Perpindahan agama ini menimbulkan isu seperti hak-hak perempuan, etika berpakaian dengan isu penggunaan hijab yang didiskusikan dengan sengit. Pandangan umum diantara para muallaf adalah adaptasi bentuk pakaian Barat untuk mengakomodasi nilai-nilai kesopanan dan kesusilaan Islam.

Hak-hak perempuan juga menjadi isu politik dalam komunitas Muslim, sementara para peserta tidak dengan bulat mendukung konsep feminisme sebagaimana didefinisikan oleh Barat, kebutuhan untuk meningkatkan status wanita dalam komunitas Muslim sepenuhnya disadari. Upaya untuk merealisasikan hak-hak tersebut terbukti lebih sulit untuk dicapai. Para peserta sangat kritis terhadap konsep peradilan syariah yang beroperasi di Inggris, terkait adanya potensi yang merugikan hak perempuan.

Laporan ini mengatakan, Perpindahan agama ini menantang pandangan rasis yang digambarkan di media tentang Islam karena budaya dan warisan mereka secara intrinsik mencerminkan budaya Inggris.

Tetapi kami juga menemukan bahwa tidak seluruh muallaf diterima secara sosial sama di mata Muslim. Muallaf kulit putih diperlakukan lebih baik secara sosial daripada wanita asal Afrika. Juga terdapat persoalan hijab yang menjadi perhatian antara Muslim dan non-Muslim. Terdapat perbedaan antara memakai dengan sukarela dan diwajibkan memakainya, yang menempatkan muallaf dalam kontrol. Hijab merupakan sinyal kesopanan, tetapi tidak dimaksudkan untuk menyembunyikan kecantikan. (phsy.org/mukafi niam)

Foto: phsy.org

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47165/universitas-cambridge-teliti-muallaf-muslimah

Jumat, 02 Desember 2016

Ini Pernyataan Sikap Gusdurian Soal Konflik TNI-Petani Urutsewu

Jakarta, Pondok Darussalam Jatibarang. Hari Sabtu 22 Agustus 2014 di Desa Wiromartan Kecamatan Mirit, Kebumen Jawa Tengah terjadi tindak kekerasan yang dilakukan aparat TNI terhadap para petani. Kekerasan tersebut mengakibatkan sejumlah petani mengalami luka parah.

Peristiwa ini merupakan rentetan konflik yang terjadi di Urutsewu terkait penguasaan tanah yang selama ini dikelola oleh para petani namun kemudian dipagari pihak TNI. Konflik tanah Urutsewu terjadi di sejumlah desa di pantai Kebumen Selatan, yaitu: Desa Ayamputih, Setrojenar, Bercong (Kecamatan Buluspesantren); Desa Entak, Kenoyojayan Ambal Resmi, Kaibon Petangkuran, Kaibon, Sumberjati, (Kecamatan Ambal); Mirit Petikusan, Mirit, Tlogodepok, Tlogopragoto, Lembupurwo, dan Wiromartan (Kecamatan Mirit).

Ini Pernyataan Sikap Gusdurian Soal Konflik TNI-Petani Urutsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pernyataan Sikap Gusdurian Soal Konflik TNI-Petani Urutsewu (Sumber Gambar : Nu Online)


Ini Pernyataan Sikap Gusdurian Soal Konflik TNI-Petani Urutsewu

Sudah sejak era kolonial, petani di desa-desa tersebut mendiami dan mengelola tanah yang panjangnya kurang lebih 22,5 km dan lebar 500 meter dari bibir pantai selatan. Di awal tahun 80-an, TNI menggunakan sejumlah lahan di Urutsewu untuk latihan perang.

Pondok Darussalam Jatibarang

Pada tahun 2007, TNI AD meluaskan klaimnya menjadi 1000 m dari garis pantai. Hal ini memicu perlawanan keras dari para petani. Kemudian, pada tahun 2008, TNI mengeluarkan Persetujuan Pemanfaatan Tanah TNI AD di Kecamatan Mirit untuk Penambangan Pasir Besi kepada PT Mitra Niagatama Cemerlang. Desa-desa yang termasuk ke dalam area izin eksplorasi adalah Mirit Petikusan, Mirit, Tlogo Depok, Tlogo Pragoto, Lembupurwo, dan Wiromartan. Pada tahun 2011, pemerintah mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada PT MNC selama 10 tahun di lahan seluas 591,07 ha dengan 317,48 ha.

Pada Desember 2013, TNI AD melakukan pemagaran dan sudah merambah 2 desa di Kecamatan Mirit, yaitu Desa Tlogodepok dan Mirit Petikusan. Hal ini ditentang keras oleh para petani dan berujung pada sejumlah bentrokan. Terakhir, adalah kekerasan yang terjadi pada tangal 22 Agustus 2015 lalu.

Berkenaan dengan kejadian tesebut, Jaringan Gusdurian melalui rilis yang diterima Pondok Darussalam Jatibarang, Jumat (28/8) menyerukan:

Pondok Darussalam Jatibarang

1. Mengutuk kekerasan yang dilakukan aparat TNI terhadap para petani Urutsewu. Hal itu menunjukkan TNI masih mempunyai watak rezim Orde Baru yang menganggap rakyat sebagai musuh, bukan warga yang harus dilindungi.

2. Meminta TNI menghentikan pemagaran atas tanah yang selama ini dimiliki warga dan tidak melakukan kesepakatan bisnis dengan perusahaan tambang. TNI harus tunduk Undang-Undang No.34/2004 dan menjadi tentara profesional yang tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis,serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional.

3. Meminta pemerintah, Komnas HAM, dan aparat polisi untuk mengusut peristiwa kekerasan terhadap petani di Urutsewu.

4. Meminta pemerintah, dalam hal ini Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Kebumen, untuk segera menyelesaikan persoalan konflik tanah di Urutsewu ini dengan mempertimbangkan keadilan bagi masyarakat Urutsewu.

5. Meminta semua pihak untuk mengutamakan dialog dan perdamaian dengan tujuan menegakkan keadilan, karena perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi.

Seknas Jaringan Gusdurian

Alissa Wahid

(Red: Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61867/ini-pernyataan-sikap-gusdurian-soal-konflik-tni-petani-urutsewu

Pondok Darussalam Jatibarang

Senin, 28 November 2016

Gelar Penyembelihan Kurban, Umaha: Kurban Asah Nurani

Sidoarjo, Pondok Darussalam Jatibarang. Tidak kurang dari 50 mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) Universitas Maarif Hasyim Latif (Umaha) Sidoarjo, Jawa Tengah menggelar penyembelihan hewan kurban, Senin (12/9). Agenda yang bertempat di lapangan Kampus tersebut dimulai setelah sholat idul adha pukul 07.30 WIB dengan penyembelihan 2 sapi dan 1 kambing.

Fauzi, Ketua Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) menuturkan, kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat sekitar kampus. Semoga dapat membawa berkah bagi kampus dan masyarakat,"cetus mahasiswa jurusan teknik semester 5 tersebut.

Gelar Penyembelihan Kurban, Umaha: Kurban Asah Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Penyembelihan Kurban, Umaha: Kurban Asah Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)


Gelar Penyembelihan Kurban, Umaha: Kurban Asah Nurani

Fauzi menambahkan, bahwa kurban merupakan anjuran kepada umat muslim. Dalam sejarah Islam, kurban merupakan perintah Allah SWT dalam mimpi Nabi Ibrahim untuk mempersembahkan Ismail sebagai kurban, meski diganti dengan domba," tuturnya.

Pondok Darussalam Jatibarang

Sementara itu, Wakil Rektor Zamroni menuturkan bahwa kurban di kampus merupakan simbol pengorbanan Sivitas Akademika untuk masyarakat dapat melahirkannya akal budi dan mengasah nurani. Korban juga berarti pekik takbir kemenangan melawan diri sendiri, pungkasnya. (Red: Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71161/gelar-penyembelihan-kurban-umaha-kurban-asah-nurani

Pondok Darussalam Jatibarang

Pondok Darussalam Jatibarang

Rabu, 23 November 2016

1,500 Quran teachers in West Nusa Tenggara get incentive funds

Mataram, Pondok Darussalam Jatibarang. About 1,500 Quran teachers in West Nusa Tenggara received incentive funds from provincial government worth 1.5 billion IDR.

Public Welfares Head of West Nusa Tenggara Provincial Government, Suhaimi said that total funds reached 1.6 billion IDR, consisted of 1.5 billion IDR as incentive funds and 100 million IDR as operational funds to implement this program.

1,500 Quran teachers in West Nusa Tenggara get incentive funds (Sumber Gambar : Nu Online)
1,500 Quran teachers in West Nusa Tenggara get incentive funds (Sumber Gambar : Nu Online)


1,500 Quran teachers in West Nusa Tenggara get incentive funds

"We will distribute this fund starting on Februari 2014 to all Quran teachers in various districts and cities of West Nusa Tenggara," Suhaimi said on Wednesday.

Quran teacher incentive fund is part of regional budget 2014 of 7.79 billion IDR allocated to Regional Secretariat of Public Welfare.

Pondok Darussalam Jatibarang

The fund is expected to improve teaching and learning process in various study locations as expectations of all parties.

Provincial government also prepares travel destination to support Ministry of Tourism and Creative Economy promoting nine sharia tourism destinations in Indonesia. Its potential is quite large on Lombok Island, known as Thousand Island Mosque.

Sharia tourism destination development is part of preparation ahead of launch of Islamic tourism products in 2014.

Pondok Darussalam Jatibarang

Editing by Sudarto Murtaufiq

Dari (Regional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48847/1500-quran-teachers-in-west-nusa-tenggara-get-incentive-funds

Pondok Darussalam Jatibarang

Minggu, 23 Oktober 2016

Ketua PWNU Lampung Kisahkan Karomah Syekh Abdul Qodir Jailani

Lampung Timur, Pondok Darussalam Jatibarang. Peringatan Haul Syekh Abdul Qodir Jailani, seorang sufi yang dikenal sebagai pendiri Tarekat Qadariyah, setiap tahunnya selalu meriah di Desa Bumi Jawa Kecamatan Batang Hari Nuban Lampung Timur. Masyarakat dari berbagai daerah, ulama dan perwakilan pemerintah menyatu dalam peringatan itu.

Pada peringatan Ahad (1/2) kali ini Ketua PWNU Lampung KH RM Soleh Bajuri diminta panitia untuk menyampaikan mauidhoh hasanah. Dalam ceramahnya ia mengatakan bahwa Syekh Abdul Qodir Jailani adalah tokoh kharismatik yang selalu menjadi kenangan kaum muslimin.

Ketua PWNU Lampung Kisahkan Karomah Syekh Abdul Qodir Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU Lampung Kisahkan Karomah Syekh Abdul Qodir Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)


Ketua PWNU Lampung Kisahkan Karomah Syekh Abdul Qodir Jailani

Hampir setiap hari, kata dia, banyak kaum muslimin memanjatkan doa kepada Allah dengan berwasilah Syekh Abdul Qadir Jailani.

Pondok Darussalam Jatibarang

Berwasilah atau bertawasul, merupakan upaya memanjatkan doa kepada Allah melalui seseorang yang diyakini mempunyai kedekatan yang sangat akrab dengan Allah SWT, seperti Rasulullah SAW, beberapa sahabat yang terpilih, juga para ulama besar dan waliyullah seperti Syekh Abdul Qadir Jailani.

Ada karomah Syekh Abdul Qadir Jailani yang sangat populer dan mungkin kita semua sudah pernah mendengar dan membacanya, katanya.

Pondok Darussalam Jatibarang

Kemudian Kiai Soleh bercerita. Suatu hari Syekh Adi ibnu Musafir Al-Hakkar, seorang ulama, berada di antara ribuan jemaah yang tengah mendengarkan pengajian Syekh Abdul Qadir Jailani. Ketika Syekh Abdul Qadir sedang bicara, tiba-tiba hujan turun sangat lebat. Karena itu, orang-orang berlarian.

Saat itu, lanjut dia, Syekh Abdul Qadir mendongak ke langit sambil mengangkat tangan, lalu berdoa, Ya Robbi, aku telah mengumpulkan manusia karena engkau, adakah kini Engkau akan menghalau mereka?

Ajaib! kata Kiai Soleh. Tak lama kemudian hujan pun reda, tak setitik hujan pun jatuh di lokasi pengajian, padahal di sekelilingnya hujan turun dengan sangat derasnya. Dan masih banyak lagi karomah dari Syekh Abdul Qadir Jailani, pungkasnya.

Ketua Pelaksana Peringatan Haul Syekh Abdul Qodir Jailani, Saifudin, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun di Desa Bumi Jawa Kecamatan Batang Hari Nuban Lampung Timur sebagai wujud kecintaan pada sosok yang telah berjasa dalam pembangunan keagamaan yaitu Syekh Abdul Qodir Jailani. (Rudi Santoso/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57413/ketua-pwnu-lampung-kisahkan-karomah-syekh-abdul-qodir-jailani

Pondok Darussalam Jatibarang

Kamis, 11 Agustus 2016

Pelajar NU Sugio Lamongan Dibaiat di Makam Mbah Wahab

Jombang, Pondok Darussalam Jatibarang. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) dan Ikatan Pelajar PU (IPNU) Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memilih Jombang sebagai tempat melakukan kaderisasi yang kerap disebut Latihan Kader Muda (Lakmud).

Kami memilih Jombang karena memiliki faktor historis terkait dengan berdirinya NU, perjuangan NU, hingga berkembangnya NU sebagai organisasi sosial keagamaan Terbesar di Indonesia, kata Didik Setyono, Ketua PAC IPNU Sugio.

Pelajar NU Sugio Lamongan Dibaiat di Makam Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sugio Lamongan Dibaiat di Makam Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)


Pelajar NU Sugio Lamongan Dibaiat di Makam Mbah Wahab

Peserta kaderisasi yang terdiri dari 40 pelajar dikenalkan perjuangan para tokoh pendiri NU. Dalam acara yang berlangsung 27-29 November 2015 ini hadir segenap pengurus Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Lamongan, PC IPNU-IPPNU Jombang, dan PC IPNU Babat. Acara ditutup dengan pembaiatan yang langsung dilaksanakan di Kompleks Makam KH Wahab Chasbullah, Jombang, Jatim.

Acara pembukaan dilaksanakan di kantor MWCNU Sugio, Lamongan, oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Sugio Heru Mudianto, yang dirangkai dengan acara sosialisasi pemilih pemula oleh Divisi Sosialisasi KPU Kabupaten Lamongan yang juga pengurus Lakpesdam NU Lamongan, MH Fathurrahman.

Pondok Darussalam Jatibarang

Didik Setyono juga menjelaskan bahwa penggemblengan kader militan dalam kegiatan Lakmud ini sengaja dilaksanakan agar kelak muncul kader-kader NU yang siap diterjunkan sebagai pelopor dan penggerak organisasi NU terkhusus IPNU-IPPNU. (Red: Mahbib)

Pondok Darussalam Jatibarang

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/63998/pelajar-nu-sugio-lamongan-dibaiat-di-makam-mbah-wahab

Pondok Darussalam Jatibarang

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pondok Darussalam Jatibarang sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pondok Darussalam Jatibarang. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pondok Darussalam Jatibarang dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock